Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Walk for Free Palestine, Aksi Jalan Kemanusiaan Bandung-Jakarta

Sugeng Sumariyadi
12/11/2025 09:32
Walk for Free Palestine, Aksi Jalan Kemanusiaan Bandung-Jakarta
Aksi Bela Palestina di Kota Bandung(DOK/MI)

AKSI solidaritas bertajuk “Walk For Free Palestine” akan digelar pada 13–15 November 2025, melibatkan peserta dari berbagai komunitas kemanusiaan di Indonesia.

Kegiatan ini merupakan ekspresi kepedulian masyarakat terhadap perjuangan rakyat Palestina yang hingga kini masih memperjuangkan kemerdekaannya.

Aksi tersebut dimulai dari halaman Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika, Bandung, dan berakhir di Gedung Kedutaan Besar Palestina di Jakarta. Para peserta akan berjalan kaki sejauh lebih dari 150 kilometer sebagai simbol perjuangan, keteguhan, dan dukungan moral bagi Palestina.

Menurut penyelenggara, aksi ini digelar untuk mengingatkan dunia bahwa Deklarasi Kemerdekaan Palestina telah dideklarasikan sejak 15 November 1988. Sepanjang perjalanan, peserta akan membawa pesan perdamaian dan keadilan, sekaligus menyerukan solidaritas antarbangsa.

“Kami berjalan bukan karena politik, tapi karena kemanusiaan. Ini langkah kecil, tapi penuh makna untuk perjuangan besar rakyat Palestina,” ujar Indra Kusumawardhana, inisiator Walk For Free Palestine, Rabu (12/11).

Dia menjelaskan, kegiatan akan diawali pada Kamis, 13 November 2025, dengan pembacaan pernyataan sikap dan doa bersama di Gedung Merdeka Bandung. Setelah itu, rombongan akan melanjutkan perjalanan menuju Jakarta secara bertahap selama tiga hari. Puncak kegiatan akan digelar pada Sabtu, 15 November 2025, di halaman Kedutaan Besar Palestina.

“Di titik akhir nanti, kami akan mengibarkan bendera Palestina dan Indonesia, meletakkan karangan bunga, serta melakukan audiensi dengan pihak Kedutaan Besar Palestina sebagai simbol persahabatan antarbangsa,” tambahnya.

Yang menarik, aksi ini tidak hanya diikuti oleh aktivis kemanusiaan dan pelajar, tetapi juga mendapat dukungan dari berbagai komunitas lintas kultur. Di antaranya komunitas anak motor Reborn Indonesia, komunitas musik Ujung Berung yang dikenal dengan semangat solidaritasnya, serta Majelis Tattoo Indonesia yang turut ambil bagian dalam gerakan ini sebagai wujud kepedulian seniman jalanan terhadap kemanusiaan.

Kehadiran mereka menunjukkan bahwa kepedulian terhadap Palestina telah menjadi gerakan bersama yang melampaui batas gaya hidup dan latar belakang sosial.

“Selama masih ada penindasan, kita tak boleh diam. Solidaritas adalah bahasa universal yang mampu menembus batas negara, agama, dan politik,”
tutup Indra.

Aksi Walk For Free Palestine diharapkan menjadi momentum untuk menegaskan kembali posisi Indonesia sebagai bangsa yang konsisten mendukung kemerdekaan Palestina, sekaligus mengajak masyarakat luas untuk terus menyuarakan keadilan dan kemanusiaan.

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner