Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

AS Bela Pakistan Gempur Taliban di Afghanistan

Khoerun Nadif Rahmat
28/2/2026 16:17
AS Bela Pakistan Gempur Taliban di Afghanistan
Ilustrasi - Pesawat jet tempur(Anadolu)

DUKUNGAN diplomatik mengalir dari Washington bagi Islamabad di tengah memanasnya konfrontasi bersenjata antara Pakistan dan Taliban Afghanistan.

Amerika Serikat secara terbuka menyatakan keberpihakannya terhadap hak Pakistan untuk membela diri setelah serangkaian serangan udara dan bentrokan hebat di wilayah perbatasan yang merenggut nyawa puluhan personel militer serta ratusan pejuang Taliban.

Pernyataan dukungan tersebut ditegaskan oleh Wakil Menteri Luar Negeri AS untuk Urusan Politik, Allison Hooker, melalui platform X setelah melakukan koordinasi intensif dengan pejabat Pakistan.

Hooker menyebut pihaknya terus memantau situasi dengan saksama dan mengakui langkah militer Islamabad sebagai bentuk proteksi diri terhadap agresi yang muncul dari wilayah Afghanistan.

Eskalasi ini mencapai titik didih setelah Kabul mengumumkan serangan balasan terhadap Pakistan pada Kamis lalu. Langkah tersebut merupakan respons atas operasi udara yang dilancarkan Islamabad ke wilayah Afghanistan pada akhir pekan sebelumnya.

Menanggapi situasi yang kian genting, Presiden AS Donald Trump turut memberikan sinyal keterlibatan Washington dengan menekankan pentingnya hubungan baik kedua negara.

"Saya akan (campur tangan). Tetapi saya memiliki hubungan yang sangat sangat baik dengan Pakistan. Mereka melakukan pekerjaan dengan sangat baik," ujar Trump dikutip dari TRT World.

Di lapangan, militer Pakistan merespons tantangan Taliban dengan mengerahkan tembakan artileri berat dan serangan udara lanjutan yang menyasar titik-titik strategis di Kabul, Kandahar, hingga Paktia. 

Sebagai langkah pengamanan domestik, otoritas Pakistan juga telah memberlakukan larangan nasional terhadap seluruh operasi drone dengan alasan stabilitas keamanan dan kelancaran operasi kontra-terorisme.

Data dari militer Pakistan mencatat sedikitnya 12 tentara mereka gugur dan 27 lainnya terluka dalam baku tembak lintas batas tersebut.

Sebaliknya, Juru Bicara Militer Letnan Jenderal Ahmed Sharif Chaudhry mengeklaim sekitar 274 operatif rezim Taliban tewas dan 400 lainnya luka-luka akibat gempuran terkoordinasi Angkatan Udara Pakistan.

Chaudhry menegaskan bahwa operasi tersebut bersifat presisi dengan menargetkan markas korps, gudang amunisi, serta fasilitas logistik militer Afghanistan tanpa menyasar warga sipil. (Ndf/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner