Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
SATU tahun lalu, 20 Februari 2025, Muhammad Farhan dilantik sebagai Wali Kota Bandung, masa jabatan 2025-2030. Waktu yang tidak panjang untuk menuntaskan seluruh persoalan kota yang kompleks, tetapi cukup untuk belajar, mendengar dan menentukan arah.
Bandung adalah kota dengan energi besar, kreativitas tinggi, sekaligus ekspektasi publik yang tidak pernah kecil.
"Dalam setahun terakhir, saya melihat bagaimana warga Bandung menyampaikan harapan, kritik, bahkan kekecewaan mereka, baik secara langsung maupun melalui ruang digital. Semua itu saya terima sebagai bagian dari demokrasi kota yang hidup," ungkap Farhan.
Sejak awal, ia berkomitmen menjaga agar ruang bagi warga menyampaikan pendapat, termasuk kritik, tetap terbuka. Tugas pemerintah adalah memastikan suara-suara itu tidak berhenti di keluhan, tetapi dijawab dengan perbaikan nyata.
"Dari berbagai isu yang mewarnai perjalanan satu tahun ini, saya belajar bahwa memimpin Bandung tidak cukup dengan gagasan besar atau program yang terdengar menarik. Yang paling dirasakan warga justru hal-hal yang hadir setiap hari, sampah yang terkelola, jalan yang tertata, parkir yang lebih manusiawi, ruang publik yang kembali ramah, serta pelayanan publik yang responsif," tambahnya.
Kritik yang disampaikan warga, ungkap dia, hampir selalu berangkat dari pengalaman nyata dalam keseharian mereka. Karena itu, dia memilih untuk tidak memandang kritik sebagai ancaman, melainkan sebagai pengingat bahwa kehadiran pemerintah harus benar-benar terasa dalam kehidupan warga.
Menurut Farhan, pengalaman sehari-hari itulah yang juga membentuk cara warga memandang kebijakan kota, termasuk ketika Bandung kerap disebut sebagai kota event. Julukan ini tidak sepenuhnya keliru.
Event menggerakkan ekonomi, memberi ruang ekspresi budaya dan menarik wisatawan.
Farhan memahami kritik yang menyertainya, kemacetan, sampah pasca-acara, hingga pertanyaan tentang manfaat jangka panjang bagi warga. Karena itu, ke depan, setiap event di Kota Bandung harus memenuhi standar yang lebih jelas.
"Tidak cukup hanya ramai, tetapi harus berdampak. Dampak ekonomi harus terukur, keterlibatan UMKM harus nyata dan tanggung jawab lingkungan harus menjadi bagian dari perencanaan. Dengan pendekatan ini, event tidak berdiri sendiri, tetapi terhubung dengan kualitas hidup warga," jelasnya.
Pengelolaan sampah
Di sisi lain, Farhan juga mencermati isu seperti sampah, tata kota dan ruang publik yng mungkin tidak selalu menjadi berita utama, tetapi inilah wajah pemerintahan yang paling dekat dengan keseharian masyarakat.
Dalam satu tahun ini, ia mulai menata ulang pendekatan pengelolaan sampah, memperbaiki infrastruktur dasar dan merevitalisasi ruang publik agar kembali menjadi milik bersama.
"Saya tidak akan mengatakan bahwa semua persoalan telah selesai. Belum. Namun arah kebijakannya jelas. Bandung harus nyaman dihuni sebelum indah dipromosikan. Kota ini tidak boleh hanya ramah bagi pengunjung, tetapi juga adil bagi warganya sendiri," tandasnya.
Farhan menyebut, tahun pertama kepemimpinan ini juga menjadi pengingat bahwa membangun kota tidak pernah lepas dari ujian. Di tengah kerja-kerja pembangunan dan pelayanan publik, kepercayaan masyarakat diuji oleh berbagai dinamika yang menyentuh aspek etika dan integritas pemerintahan.
Dalam situasi seperti ini, pemerintah tidak boleh bersikap defensif, tetapi juga tidak boleh gegabah.
"Prinsip yang dipegang sederhana, menghormati proses hukum, menjaga akuntabilitas institusi dan memastikan pelayanan kepada warga tetap berjalan tanpa gangguan. Integritas pemerintahan tidak ditentukan oleh absennya masalah, melainkan oleh cara kita bersikap ketika masalah itu muncul," tandasnya.
Bersedia dikoreksi
Farhan menegaskan, kepercayaan publik tidak bisa dibangun dengan retorika. Ia tumbuh dari keterbukaan dan konsistensi. Karena itu, pihaknya berupaya memperkuat transparansi, termasuk dalam pengelolaan anggaran daerah dan pengambilan keputusan publik.
Pemerintah kota tidak boleh alergi terhadap pertanyaan. Di era digital, kepercayaan dibangun lewat data, penjelasan yang jujur dan kesediaan untuk dikoreksi.
"Saya memilih kata “merawat” untuk menggambarkan arah kepemimpinan Kota Bandung. Kota bukan sekadar kumpulan proyek, melainkan ruang hidup bersama. Merawat berarti memperhatikan yang kecil, mendengar yang lemah dan memperbaiki yang rusak, sedikit demi sedikit tetapi konsisten," sambungnya.
Satu tahun pertama, bagi Farhan adalah fase belajar dan menata fondasi. Tahun-tahun berikutnya harus menjadi fase mempercepat, dengan komitmen pada layanan publik yang manusiawi, lingkungan yang lestari, ekonomi yang inklusif dan tata kelola yang bersih.
Bandung tidak akan pernah selesai oleh wali kota dan jajaran pemerintah saja. Kota ini hidup dan bergerak karena warganya.
Karena itu, dirinya mengajak seluruh warga Bandung untuk terus terlibat, mengawasi dan menjaga kota ini bersama-sama. Satu tahun ini bukan tentang klaim keberhasilan, melainkan tentang tanggung jawab untuk terus belajar.
"Bandung yang kita cintai bukan hanya warisan, tetapi titipan bagi generasi berikutnya. Tugas kita hari ini adalah merawatnya bersama agar Bandung benar-benar tumbuh sebagai kota UTAMA, unggul dalam kualitas hidup, terbuka dalam tata kelola, amanah dalam kepemimpinan, terus bergerak maju, dan tetap berpijak pada nilai-nilai keagamaan yang hidup di tengah warganya," tegas Farhan.
KEPADATAN arus kendaraan menuju kawasan wisata Pasirjambu, Ciwidey, dan Rancabali (Pacira) mendorong Kapolresta Bandung Kombes Aldi Subartono turun langsung ke lapangan, Senin (23/3) sore.
Kegiatan ini menjadi bagian upaya perusahaan dalam mendukung pemulihan masyarakat setempat pasca bencana tanah longsor
TPA Sarimukti kembali beroperasi H+2 Lebaran. DLH Kota Bandung kerahkan 1.025 personel dan 134 armada untuk bersihkan 71 titik sampah di pusat kota & wisata.
Jalur utama Garut-Sumedang di Selaawi tertutup total akibat longsor tebing 20 meter. Tim gabungan kerahkan ekskavator untuk evakuasi. Cek selengkapnya.
KUNJUNGAN wisatawan ke kawasan pesisir pantai Palabuhanratu dan sekitarnya di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, meningkat cukup drastis selama libur Lebaran 2026/ Idulfitri 1447 Hijriah.
TIGA orang meninggal dunia usai hilang tenggelam di kawasan Pantai Alor Cilangkob Tenda Biru Desa Ujunggenteng Kecamatan Ciracap Kabupaten Sukabumi.
VOLUME kendaraan pada arus balik Lebaran 2026 di jalur arteri nasional wilayah Gentong, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, mengalami peningkatan signifikan pada Senin (23/3).
JNGR menjadikan Kecapi Suling sebagai pertunjukan utama, seni musik yang menjadi bagian penting dari perjalanan menginap para tamu.
Seiring dengan itu, penanganan sampah di sejumlah titik kini berangsur menuju kondisi normal.
Peningkatan volume kendaraan tak hanya dari arah Jakarta ke Puncak Bogor dan Cianjur. Tapi juga dari arah Cianjur menuju Puncak ataupun Jakarta.
Ketinggian air di Perumahan Bukit Cengkeh 1 dan 2 serta Perumahan Taman Duta mencapai 70-80 sentimeter hingga saat ini air belum surut.
Pengawasan dilakukan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam bersama Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat (Jabar). Namun demikian, kebun binatang tetap harus ditutup
Kenaikan bahan pokok mulai terjadi pada cabai merah, telur, bawang merah, bawang putih, daging ayam, daging sapi dan beras premium.
Akibat tawuran tersebut sebuah toko kelontong yang menjual bahan pangan dan kebutuhan pokok terbakar. Kebakaran diduga akibat tawuran antara warga yang terjadi di kawasan tersebut.
Pelaksanaan Salat Id lebih awal ini merujuk pada keputusan Muhammadiyah yang menetapkan 1 Syawal jatuh pada 20 Maret 2026
SEORANG pemudik yang nekat berjalan kaki dari Bekasi menuju Surabaya ditemukan oleh personel kepolisian di wilayah Karawang setelah kehabisan biaya untuk melanjutkan perjalanan.
Konservasi tidak bisa hanya bicara satwa. Kalau masyarakat di sekitarnya tidak mendapatkan manfaat, maka konservasi akan selalu kalah,
SATUAN Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Garut menindak tegas sebuah unit ambulans yang kedapatan menyalahgunakan fungsinya di jalur mudik Malangbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved