Headline

Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.

Biro Perjalanan Haji dan Umrah di Subang Tunggu Keputusan Pemerintah hingga Maskapai

Reza Sunarya
03/3/2026 15:00
Biro Perjalanan Haji dan Umrah di Subang Tunggu Keputusan Pemerintah hingga Maskapai
Salah satu kantor perjalaanan haji dan umrahh di Subang yang masih menunggu keputusan penerbangan.(MI/Reza Sunarya)

SITUASI keamanan di kawasan Timur Tengah yang kian memanas mulai, berdampak pada sektor perjalanan ibadah umrah. Pelaku usaha haji dan umrah di Kabupaten Subang, Jawa Barat, terus memantau perkembangan penerbangan menuju Arab Saudi dari Kementerian Haji dan Umrah, Kabupaten Subang.

Sejumlah biro perjalanan haji dan umrah di Kabupaten Subang memilih bersikap waspada dengan terus memantau perkembangan penerbangan menuju Arab Saudi.

Para pelaku usaha menyatakan hingga kini belum ada pembatalan massal dari calon jemaah. Namun, mereka secara intensif mengikuti informasi resmi terkait akses penerbangan dari Kementerian Haji dan Umrah guna memastikan keamanan dan kelancaran keberangkatan.

Salah satu biro perjalanan haji dan umrah di Subang, Rizma Tour, menyebut mayoritas calon jemaah masih memilih menunggu kepastian tanpa membatalkan rencana perjalanan.

Ganti Maskapai

Pengelola Rizma Tour, Ahmad Syahid, mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah skenario alternatif sebagai langkah antisipasi.

“Kami terus berkoordinasi dengan maskapai dan pihak Kementerian Agama dan Umrah. Jika diperlukan, kami siap mengalihkan rute penerbangan melalui maskapai yang tidak terdampak penutupan bandara, meski ada kemungkinan tambahan biaya atau kebutuhan visa transit,” kata Ahmad Syahid, Selasa (3/3)

Menurut Ahmad Syahid, pada bulan ini terdapat sekitar 57 calon jemaah umrah yang dijadwalkan berangkat melalui Rizma Tour. Saat ini, seluruh proses keberangkatan masih berjalan sesuai rencana.

“Belum ada pembatalan maupun penundaan penerbangan, meskipun situasi keamanan di Timur Tengah sedang memanas,” tambahnya.

Sementara, salah seorang calon jemaah umrah, Yusrohim, mengaku pihak travel belum memberikan keterangan adanya penundan keberangkatan. Ia masih mempercayakan keputusan kepada pihak travel.

“Kami mengikuti arahan dari biro perjalanan dan pemerintah. Selama dinyatakan aman, kami siap berangkat,” katanya.

Sebelumnya, pemerintah melalui Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengimbau jemaah yang dijadwalkan berangkat dalam waktu dekat agar mempertimbangkan penundaan perjalanan, menyusul dinamika keamanan di kawasan Timur Tengah. (RZ/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner