Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Polda Jabar Pastikan Ruas Jalan Tol Beroperai Secara Fungsional saat Mudik dan Balik Lebaran

Naviandri
01/3/2026 17:34
Polda Jabar Pastikan Ruas Jalan Tol Beroperai Secara Fungsional saat Mudik dan Balik Lebaran
Sejumlah kendaraan melintasi Jalan Tol Bogor, Ciawi, Sukabumi (Bocimi) di Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (28/4/2022).(Antara)

DIREKTORAT Lalu Lintas Polda Jabar memberi kepastian bahwa beberapa ruas jalan tol dirancang untuk beroperasi secara fungsional selama periode mudik dan arus balik Lebaran 2026. Skema itu disiapkan sebagai langkah antisipatif menghadapi lonjakan kendaraan yang setiap tahun meningkat signifikan.

Dirlantas Polda Jabar Kombes Raydian Kokrosono mengungkapkan, bahwa Tol Japek II Selatan penghubung Jakarta dan Cikampek termasuk jalur yang telah masuk dalam perencanaan pembukaan sementara tersebut. Jalur ini dinilai memiliki peran penting dalam menopang distribusi arus kendaraan, terutama ketika puncak arus balik mulai terjadi.

"Japek II Selatan, hasil pengecekan akhir pak Kakorlantas dan pak Kapolda bakal dibuka fungsional, utamanya ketika arus balik. Keberadaan jalur tambahan itu diharapkan dapat memecah konsentrasi kendaraan dari arah Jawa Tengah (Jateng) menuju Jakarta. Dengan adanya akses alternatif, beban lalu lintas tidak sepenuhnya bertumpu pada ruas utama sehingga kepadatan bisa ditekan,” paparnya, Sabtu (28/2).

Selain Japek II Selatan, Raydian menyebutkan bahwa Tol Bocimi Seksi 3 juga memiliki peluang untuk kembali difungsikan sementara. Ruas dengan panjang kurang lebih 6 kilometer tersebut menghubungkan Parungkuda sampai Karangtengah, yang selama ini kerap menjadi titik perhatian saat arus kendaraan meningkat.

"Ini untuk menghindari kepadatan di Pasar Cibadak baik mudik atau balik, meski demikian, pembukaan secara fungsional tidak bersifat permanen dan akan sangat bergantung pada kondisi di lapangan. Evaluasi dilakukan melalui traffic counting guna melihat intensitas kendaraan yang melintas, baik saat periode mudik maupun arus balik, jika memang diperlukan, nanti akan kami sesuaikan,” tambahnya,

Menurut Raydian, selain memfokuskan pengamanan pada sejumlah klaster rawan kepadatan, kepolisian juga tengah menyiapkan skema pembukaan ruas tol fungsional untuk mengurai kemacetan. Persiapan ini sudah berjalan sejak beberapa pekan terakhir, meliputi rapat koordinasi lintas sektoral, survei lapangan, hingga koordinasi dengan para pemangku kepentingan. 

Raydian memaparkan, secara nasional terdapat lima klaster pengamanan yang menjadi fokus pada Operasi Ketupat tahun ini. Kelima klaster tersebut meliputi jalur tol (termasuk Tol Trans Jawa), jalur arteri (khususnya jalur selatan Jabar), tempat wisata, tempat ibadah, serta lokasi penyeberangan seperti pelabuhan dan bandara. Kendati demikian, untuk wilayah hukum Polda Jabar, konsentrasi utama akan dititikberatkan pada tiga klaster rawan. Simulasi dan latihan rekayasa lalu lintas menjadi tahapan yang tidak boleh dilewatkan. Tujuannya agar seluruh personel di lapangan memiliki pemahaman yang seragam mengenai cara bertindak saat menghadapi situasi lonjakan kendaraan. 

Tol Fungsional Situasional Sebagai upaya memecah potensi penumpukan kendaraan, Kami juga memastikan pembukaan sejumlah ruas tol secara fungsional. Dua ruas utama yang dipersiapkan adalah Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II Selatan dan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) Seksi 3. 

Berdasarkan hasil pengecekan terakhir yang dilakukan oleh Kakorlantas Polri dan Kapolda Jabar, Tol Japek II Selatan dipersiapkan secara khusus untuk menampung volume kendaraan saat arus balik berlangsung.  Selain itu, Tol Bocimi Seksi 3 yang menghubungkan Parungkuda hingga Karangtengah sepanjang kurang lebih 6 kilometer, juga berpotensi untuk dioperasikan. Keberadaan jalur ini dinilai krusial untuk menghindari simpul kemacetan di kawasan Pasar Cibadak, Kabupaten Sukabumi. 

“Meskipun demikian, pemberlakuan tol fungsional ini akan bersifat situasional. Pihaknya akan mengacu pada data perhitungan volume kendaraan (traffic counting) di lapangan, baik saat arus mudik maupun arus balik. 

"Kalau memang (volume kendaraan tinggi dan) diperlukan, nanti akan kita sesuaikan penggunaannya," tandasnya. (AN/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner