Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Dana TKD Kota Tasikmalaya Turun Rp305 miliar, Sajian Rapat hanya Air Putih

Kristiadi
27/2/2026 18:04
Dana TKD Kota Tasikmalaya Turun Rp305 miliar, Sajian Rapat hanya Air Putih
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Kota Tasikmalaya, Apep Yosa Firmansyah(MI/KRISTIADI)

PEMERINTAH Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, harus menggali berbagai potensi unggulan terutama destinasi wisata dan membuka usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) guna menambah pendapatan asli daerah (PAD). Pasalnya dana transfer ke Daerah (TKD) berkurang mencapai Rp219 miliar dari pusat dan dari pemerintah provinsi Rp86 miliar.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Kota Tasikmalaya, Apep Yosa Firmansyah mengatakan, dana transfer ke daerah (TKD) pada 2026 berkurang sebesar Rp 219 miliar. Sementara dari Pemerintah Provinsi Jabar Rp86 miliar tidak jadi turun. Total pengurangan dana mencapai Rp305 miliar.

Berkurangnya anggaran itu berdampak pada pembangunan di 10 kecamatan yang harus dihitung ulang.

"Biasanya APBD Kota Tasikmalaya berada di angka Rp1,7 triliun tapi di tahun 2026 menyusut dan tinggal sekitar Rp1,4 triliun atau turun Rp305 miliar. Penurunan anggaran itu bukan angka kecil, karena Pemerintah Kota Tasikmalaya harus menggerakkan pemerataan pembangunan di 10 kecamatan," katanya, Jumat (27/2).

Menurut dia, dipotongnya dana TKD tidak membuat pembangunan berhenti di tengah jalan. Pembangunan terus berlanjut, tapi langkahnya lebih pendek.

"Saat APBD 2026 disahkan keuangan daerah dalam kondisi defisit Rp50,78 miliar. Efisiensi dilakukan, di antaranya rapat tanpa snack dan cukup disediakan air putih saja," tandasnya.

Untuk saat ini, Pemkot Tasikmalaya harus berupaya menggali sumber PAD. Selain itu, pembangunan harus lebih selektif, dan belanja harus lebih cermat, sehingga berbagai program tetap bisa berjalan.

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner