Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Semarak Ramadan, Rumah Amal Ajak 100 Anak Yatim Safari Edukatif dan Berbagi Kebahagiaan

Sugeng Sumariyadi
01/3/2026 16:26
Semarak Ramadan, Rumah Amal Ajak 100 Anak Yatim Safari Edukatif dan Berbagi Kebahagiaan
Sejumlah anak yatim dibawa ke pusat perbelanjaan Griya untuk membuat parcel mini, melatih kemandirian sekaligus kegembiraan berbagi.(DOK/RUMAH AMAL SALMAN)

RAMADAN menjadi waktu terbaik untuk menebar kebaikan. Salah satunya dilakukan oleh Rumah Amal Salman.

Lembaga Amil Zakat Nasional ini menggelar kegiatan Semarak Ramadan dengan mengajak sekitar 100 adik-adik yatim penerima Beasiswa Teladan Negeri mengikuti rangkaian safari edukatif dan kebersamaan, Sabtu (28/2).

Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan bulanan Beasiswa Teladan Negeri yang secara konsisten menghadirkan ruang belajar, penguatan karakter, sekaligus dukungan psikososial bagi anak dan keluarga penerima manfaat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan kunjungan ke Museum Gedung Sate, tempat anak-anak dikenalkan pada sejarah dan nilai kebangsaan melalui pendekatan yang menyenangkan.

Usai safari museum, peserta diajak berbelanja ke Griya untuk membuat parcel mini, melatih kemandirian sekaligus kegembiraan berbagi. Puncak acara ditutup dengan berbuka puasa bersama di Mitra Hotel, disertai penyaluran santunan kepada para adik yatim.

Selain menghadirkan keceriaan bagi anak-anak, kegiatan ini juga menjadi ruang refleksi dan penguatan bagi para orang tua. Dua ibu penerima Beasiswa Teladan Negeri, Erfina Rosa dan Neti Susanti, berkesempatan membagikan kisah perjuangan mereka sebagai ibu tunggal yang mengasuh anak-anak di tengah keterbatasan.


Beasiswa Teladan Negeri


Erfina Rosa, 37, menuturkan, kehilangan suami terjadi secara mendadak setelah rangkaian sakit autoimun yang menyerang paru-paru.

“Prosesnya sangat cepat. Saya dan anak-anak tidak berada di sisi beliau saat berpulang, karena tidak bisa masuk ruangan” ujarnya lirih.

Sebagai ibu rumah tangga dengan pekerjaan serabutan, kadang menjadi tukang ojek, kadang menjaga ruko orangtuanya, Erfina mengaku harus menguatkan diri. Terutama untuk anak bungsunya, Bilal, 8, yang masih kerap menangis saat melihat teman seusianya bermain bersama ayah.

“Setiap selesai salat, saya ajarkan Bilal mendoakan ayahnya. Pelan-pelan saya ajak ia beraktivitas agar hatinya lebih tenang,” kata Erfina.

Ia bersyukur sejak bergabung dengan Beasiswa Teladan Negeri, Bilal menjadi lebih ceria karena bertemu teman-teman dengan nasib serupa.

“Saya beryukur Bilal termasuk keluarga dari Beasiswa Teladan Negeri. Ia tidak lagi merasa rendah diri, karena ejekan teman-temannya. Di sini ia bersama teman-temannya yang serupa, saling menguatkan, saling bertumbuh. Terima kasih atas kemurah-hatian para donatur. Sungguh sangat berarti bagi kami,” ucapnya.

Kisah serupa juga disampaikan Neti Susanti, 39. Ia kehilangan suami secara mendadak di saat subuh.

“Suami saya seorang pejual buku. Ketika itu sepulang kerja, ia mengeluh mual. Saat hendak salat, napasnya berbunyi keras, dan ternyata sudah tiada,” kenangnya.

Neti menyambung hidup dengan mengojek mengantar anak-anak sekolah di lingkungan sekitar rumahnya, serta menjual sebagian buku peninggalan suami.

“Saya seringkali dikuatkan oleh ketegaran anak-anak. Bahkan Bilqis yang usianya masih kecil tidak pernah mengeluh. Saya akui sedikit banyak merupakan pengaruh dari lingkungan yang positif. Seperti keterlibatannya pada agenda hari ini, jalan-jalan, berbelanja dengan teman-temannya di Beasiswa Teladan Negeri, membuat anak saya berantusias sejak pagi, membuat saya tidak khawatir,” tambahnya.

Ia mengapresiasi dukungan Beasiswa Teladan Negeri dan kemurahan hati para donatur yang membuat anaknya ikut merasakan kebersamaan Ramadan.


Membangun ketahanan anak


Kepala Program Pendidikan Rumah Amal Salman, Firda Syafriyanti menuturkan, kegiatan hari ini dirancang tidak hanya sebagai kegiatan seremonial, tetapi sebagai bagian dari ikhtiar berkelanjutan membangun ketahanan anak dan keluarga yatim, baik melalui edukasi dan kebahagiaan sederhana

“Ramadan menjadi momentum berbagi harapan. Kami berharap program ini terus berdampak dan menguatkan,” ujarnya.

Dia menyampaikan kegiatan serupa tentang kepedulian kepada yatim juga dilakukan oleh anak-anak asuhannya di Beasiswa Perintis. Mereka yang tergabung dalam program Pelajar Berdampak menyalurkan santunan kepada 250 adik yatim di tujuh panti asuhan di Bandung.

Adapun tujuh panti asuhan yang dikunjungi meliputi Panti Insan Harapan, Panti Al Hilal, Panti Tunas Harapan, Panti Ikhlasul Amal, Panti Al Fitrah, Panti Tambatan Hati, dan LKSA Putera Muhammadiyah.

Bantuan yang disalurkan berupa paket sembako, santunan, serta program berbagi buka puasa yang sebelumnya telah dihimpun oleh peserta bersama fasilitator.

Selain penyaluran bantuan, kegiatan juga diisi dengan sesi sosialisasi dan motivasi masuk perguruan tinggi, permainan edukatif, berbagi cerita, serta doa bersama.

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner