Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Bank Indonesia Menyiapkan Rp16,7 Triliun untuk Penukaran Uang di Jwa Barat

Kristiadi
01/3/2026 16:46
Bank Indonesia Menyiapkan Rp16,7 Triliun untuk Penukaran Uang di Jwa Barat
Kepala Perwakilan BI Jawa Barat Muhamad Nur(MI/KRISTIADI)

BANK Indonesia menggelar program bertajuk semarak rupiah Ramadan dan berkah Idul Fitri (Serambi) pada 2026. BI penyiapkan penukaran uang rupiah sebesar Rp 16,7 triliun.

BI bersama perbankan membuka 359 titik layanan penukaran di 27 kabupaten dan kota se-Jawa Barat, termasuk 285 loket perbankan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat, Muhamad Nur mengatakan, dalam program Serambi 2026, pihaknya menyiapkan kebutuhan uang tunai sebesar Rp16,7 triliun untuk periode Ramadan dan Idulfitri 2026.

"Wilayah Tasikmalaya kebagian alokasi Rp2,55 triliun, berdampingan dengan BI Jawa Barat sebesar Rp10,29 triliun, dan BI Cirebon Rp3,89 triliun," tandasnya.

Menurut dia, peningkatan kebutuhan uang tunai tetap diperhitungkan secara adaptif karena transaksi digital terus tumbuh. Artinya, uang kertas masih penting, tetapi kini hidup berdampingan dengan QR dan transfer. Ini sebuah kompromi antara dompet fisik dan dompet digital.

Untuk mendekatkan layanan pada masyarakat, BI bersama perbankan membuka 359 titik layanan penukaran di 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat, termasuk 285 loket perbankan.

"Alokasi ini meningkat dibandingkan tahun lalu. Kami ingin masyarakat menjalani Ramadan dan Idul Fitri dengan tenang, tanpa drama kekurangan uang kecil ketika saat bagi-bagi THR. Layanan penukaran berlangsung mulai 2 hingga 12 Maret 2026 lebih panjang dibandingkan tahun sebelumnya," tambah Nur.

Di wilayah Tasikmalaya, titik penukaran akan ditempatkan di pusat aktivitas publik seperti masjid, terminal, pusat olahraga hingga rest area jalan tol.

Warga, lanjutnya, bisa menukar uang sambil menunggu bus atau menunaikan salat tarawih, ibadah jalan. Seluruh proses penukaran dilakukan melalui aplikasi Pintar milik BI. Masyarakat diwajibkan memesan lebih dulu secara daring agar proses berjalan tertib dan transparan.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner