Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Jasad-Jasad Palestina Tunjukkan Tanda-Tanda Pengambilan Organ oleh Ahli

Wisnu Arto Subari
10/11/2025 23:09
Jasad-Jasad Palestina Tunjukkan Tanda-Tanda Pengambilan Organ oleh Ahli
Warga Gaza mengungsi.(Al Jazeera)

JASAD-JASAD Palestina yang dimutilasi dan dikembalikan oleh Israel menunjukkan tanda-tanda pengambilan organ oleh ahli. Menurut ahli bedah plastik dan rekonstruksi ternama Inggris-Palestina, Dr. Ghassan Abu Sittah. kemungkinan besar itu dilakukan untuk panen organ.

Berbicara kepada Al Jazeera awal pekan ini, Abu Sittah berbagi pendapat profesionalnya tentang foto-foto jenazah warga Palestina yang diperlihatkan kepadanya oleh media berita yang berbasis di Qatar tersebut.

"Pengamatan pertama adalah, di semua jasad yang organnya dipanen atau diambil, terdapat organ-organ yang sekarang rutin ditransplantasikan: jantung, paru-paru, hati, ginjal, dan kornea," ujar Abu Sittah yang menghabiskan lebih dari sebulan bekerja di rumah sakit-rumah sakit Gaza selama perang.

Ahli bedah plastik dan rekonstruksi tersebut menambahkan bahwa ketepatan pengambilan organ menunjukkan ada tangan yang profesional.

"Metode ekstraksi--kerangka tulang dan tulang rusuk dipotong dengan gergaji tajam, seperti gergaji medis, gergaji tulang--dan tulang dada, beserta bagian tengah tulang rusuk, diangkat agar jantung dan paru-paru dapat dikeluarkan tanpa merusak organ yang diambil," ujarnya. 

Ia mencatat bahwa kulit semua korban tampak terbakar oleh nitrogen cair, bahan kimia yang digunakan untuk mengawetkan jaringan.

"Intinya adalah tidak ada kerusakan pada organ yang tersisa. Artinya, ekstraksi dilakukan melalui pembedahan oleh ahli bedah berpengalaman."

Yang mengerikan, Abu Sittah mengutip beberapa pernyataan dari para saksi yang mengatakan bahwa para korban masih hidup pada saat ekstraksi.

Jenazah yang dikembalikan oleh Israel ialah jenazah warga Palestina yang diculik atau dibunuh oleh pasukan Israel di Gaza. Jenazah-jenazah tersebut diserahkan kembali kepada warga Palestina sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata yang ditengahi AS.

Pada Oktober, setidaknya 135 jenazah dikembalikan ke Jalur Gaza oleh Israel, dengan tanda-tanda penyiksaan dan mutilasi.

Satu jenazah, milik tahanan Palestina Mahmoud Ismail Shabat, 34, dari Gaza utara, menunjukkan kakinya terlindas jejak tank serta bekas luka jeratan di lehernya.

Puluhan jenazah lain menunjukkan tanda-tanda penyiksaan yang nyata, termasuk tangan terikat di belakang punggung para korban, serta tali yang melingkari leher mereka.

Pada awal Desember 2023--dua bulan setelah genosida Israel di Gaza--otoritas Palestina telah membunyikan peringatan tentang potensi pengambilan organ oleh Israel.

Para petugas medis melaporkan jenazah-jenazah yang dikembalikan dengan mutilasi yang signifikan, termasuk organ yang hilang. (New Arab/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik