Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Seorang Ibu dan Ayah Mengaku Alami Kekerasan Seksual oleh Tentara Israel

Ferdian Ananda Majni
12/11/2025 11:48
Seorang Ibu dan Ayah Mengaku Alami Kekerasan Seksual oleh Tentara Israel
Warga Palestina.(DW)

ORGANISASI hak asasi manusia Pusat Hak Asasi Manusia Palestina (PCHR) merilis laporan mengejutkan yang menuduh Israel melakukan praktik penyiksaan seksual secara sistematis terhadap tahanan asal Gaza. Temuan itu didasarkan pada wawancara dengan sejumlah pria dan perempuan yang telah dibebaskan dari penahanan Israel.

Para mantan tahanan menggambarkan tindakan pemerkosaan, penelanjangan paksa, perekaman video pelecehan, penyiksaan menggunakan benda tajam dan anjing hingga penghinaan psikologis.

Seorang ibu berusia 42 tahun yang ditahan di pos pemeriksaan Gaza utara pada November 2024 mengatakan kepada PCHR bahwa ia mengalami pemerkosaan berulang dan kekerasan fisik selama berhari-hari. 

"Saya menginginkan kematian setiap saat," katanya. Ia menggambarkan cara ia disetrum, dipukuli, dan difilmkan dalam keadaan telanjang. 

"Saya bisa mendengar suara kamera. Jadi saya yakin mereka sedang merekam saya," tambahnya.

Kesaksian lain datang dari seorang ayah berusia 35 tahun yang ditangkap di Rumah Sakit Al Shifa pada Maret 2024. Ia mengaku diserang secara seksual oleh seekor anjing di kamp militer Sde Teiman setelah berminggu-minggu mengalami penghinaan dan penyiksaan. 

"Anjing itu melakukannya dengan sengaja, tahu persis apa yang dilakukannya, dan memasukkan penisnya ke dalam anus saya," katanya. Akibat serangan itu, ia mengalami luka serius dan patah tulang.

Kamp Sde Teiman sebelumnya menjadi sorotan setelah video bocor pada Agustus 2024 menunjukkan tentara Israel memperkosa seorang tahanan Palestina. Pria itu kemudian dibawa ke rumah sakit dengan cedera berat. Lima tentara dituduh terlibat, tetapi tidak ada yang ditahan.

Ironinya, Yifat Tomer Yerushalmi, advokat jenderal militer yang membocorkan rekaman tersebut, justru ditangkap atas tuduhan penyalahgunaan jabatan dan pengungkapan informasi resmi.

PCHR juga mewawancarai seorang pria berusia 41 tahun yang ditahan di Rumah Sakit Kamal Adwan pada akhir 2023. Ia mengaku mengalami 22 bulan penyiksaan seksual, termasuk diperkosa dengan tongkat kayu. 

"Karena penderitaan yang luar biasa, saya kehilangan kesadaran selama beberapa menit," katanya.

Seorang remaja berusia 18 tahun juga mengaku dipaksa berlutut dan dipukul dengan botol saat ditahan. "Mereka menghancurkan semangat dan harapan hidup kami," ujarnya.

PCHR menegaskan bahwa temuan ini bukanlah kasus terpisah, melainkan bagian dari kebijakan sistematis yang dilakukan selama dua tahun terakhir di tengah genosida di Gaza.

Berdasarkan kesepakatan gencatan senjata pada Oktober lalu, Israel telah membebaskan 1.700 tahanan Palestina dari Gaza. Namun, sekitar 1.000 orang masih ditahan tanpa dakwaan dan di luar pengawasan internasional.

Investigasi The Guardian mengungkap bahwa sebagian tahanan bahkan dikurung di ruang bawah tanah tanpa cahaya matahari dan hanya diberi makanan seadanya.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengakui bahwa laporan penyiksaan di kamp Sde Teiman menyebabkan kerusakan besar terhadap citra Israel dan IDF.

"Ini mungkin serangan hubungan masyarakat paling parah yang dialami negara Israel sejak didirikan," pungkasnya. (Middle East Eye/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik