Headline

Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.

Syarat Rekonstruksi Gaza: Netanyahu Tegaskan Hamas Wajib Lucuti Senjata

Dhika Kusuma Winata
20/2/2026 15:46
Syarat Rekonstruksi Gaza: Netanyahu Tegaskan Hamas Wajib Lucuti Senjata
Hamas.(Al Jazeera)

PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa proses rekonstruksi di Jalur Gaza, Palestina, tidak akan berjalan sebelum proses pelucutan senjata kelompok Hamas dilakukan secara menyeluruh. Pernyataan tegas tersebut disampaikan Netanyahu di tengah pertemuan perdana Board of Peace (BoP) yang digelar di Washington, Amerika Serikat, Kamis (19/2/2026) waktu setempat.

"Kami telah sepakat dengan sekutu kami, Amerika Serikat, bahwa tidak akan ada rekonstruksi Gaza sebelum Gaza didemiliterisasi," ujar Netanyahu di hadapan para delegasi internasional.

Visi Donald Trump dan Pembentukan Pasukan Internasional

Forum Board of Peace mempertemukan para pemimpin dunia dan pejabat senior untuk merumuskan masa depan Gaza pascakonflik. Dalam pertemuan tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memaparkan komitmen bantuan besar-besaran untuk pemulihan wilayah tersebut.

Trump sebelumnya sempat melontarkan gagasan revolusioner mengenai pengembangan kawasan pesisir Gaza, termasuk kemungkinan pembangunan resor dan pusat ekonomi baru. Namun, rencana tersebut sangat bergantung pada situasi keamanan di lapangan.

Selain membahas komitmen dana, pertemuan di Washington turut mematangkan pembentukan International Stabilization Force (ISF). Satuan tugas internasional ini dirancang khusus untuk menjamin stabilitas dan keamanan di Gaza selama masa transisi.

Isu Krusial: Pelucutan Senjata Hamas

Isu paling sensitif dalam pembahasan BoP tetap tertuju pada masa depan Hamas. Pelucutan senjata kelompok tersebut menjadi tuntutan utama Israel sekaligus poin krusial dalam negosiasi tahap lanjutan gencatan senjata.

Utusan khusus AS, Steve Witkoff, menyatakan bahwa kemajuan berarti telah dicapai dalam diplomasi di Washington. Pihak AS menilai tekanan terhadap Hamas untuk menyerahkan senjata semakin meningkat dari berbagai pihak internasional.

Israel mengusulkan pembatasan ketat yang mencakup:

  • Penyitaan senjata ringan milik anggota Hamas.
  • Pengawasan ketat terhadap material dual-use yang masuk ke Gaza.
  • Demiliterisasi total di zona-zona pemukiman utama.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada kesepakatan final mengenai mekanisme teknis bagaimana pelucutan senjata tersebut akan dijalankan tanpa memicu eskalasi baru.

Administrasi Gaza oleh Komite Teknokrat

Sebagai solusi administratif, komite teknokrat Palestina resmi dibentuk untuk mengelola administrasi harian di Gaza. Komite Nasional untuk Administrasi Gaza (NCAG) yang beranggotakan 15 orang profesional akan bekerja di bawah pengawasan langsung Board of Peace.

Ketua NCAG, Ali Shaath, yang turut hadir dalam pertemuan di Washington, menyatakan kesiapan komite tersebut untuk mulai bekerja mengelola layanan publik bagi warga Gaza. Namun, keberhasilan komite ini sangat bergantung pada realisasi dana bantuan dan stabilitas keamanan yang disyaratkan oleh pihak-pihak yang bertikai. (AFP/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya