Headline

Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.

Donald Trump Teken Resolusi Dewan Perdamaian, Galang Dana Masif untuk Rekonstruksi Jalur Gaza

Basuki Eka Purnama
20/2/2026 04:01
Donald Trump Teken Resolusi Dewan Perdamaian, Galang Dana Masif untuk Rekonstruksi Jalur Gaza
Presiden AS Donald Trump memperlihatkan Resolusi Dewan Perdamaian yang telah ditandatangani.(AFP/SAUL LOEB )

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara resmi menandatangani resolusi Dewan Perdamaian terkait integritas keuangan dan transparansi pada Kamis (19/2/2026) waktu setempat. 

Langkah ini dilakukan setelah resolusi tersebut disetujui secara bulat oleh seluruh anggota dewan dalam rangkaian pertemuan perdana yang digelar di Washington.

Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menjelaskan bahwa penandatanganan ini merupakan mandat bagi Trump selaku ketua dewan. Pemungutan suara dilakukan sesaat sebelum dimulainya pertemuan perdana organisasi internasional baru tersebut.

Komitmen Miliaran Dolar untuk Jalur Gaza

Dalam pidatonya, Trump menegaskan komitmen AS dalam isu kemanusiaan di Timur Tengah. Ia mengumumkan bahwa 'Negeri Paman Sam' itu akan mengalokasikan dana sebesar US$10 miliar untuk mendukung upaya rekonstruksi di Jalur Gaza melalui mekanisme Dewan Perdamaian.

Langkah AS ini memicu gelombang dukungan dari negara-negara mitra. Tercatat, koalisi yang terdiri dari Azerbaijan, Uni Emirat Arab, Maroko, Bahrain, Qatar, Arab Saudi, Uzbekistan, dan Kuwait secara kolektif menyumbang US$7 miliar. Dana tersebut difokuskan khusus untuk paket bantuan kemanusiaan bagi warga Jalur Gaza.

Selain kontribusi antarnegara, Trump mengungkapkan bahwa Kantor PBB untuk Koordinasi Bantuan Kemanusiaan (OCHA) saat ini sedang bergerak menggalang dana tambahan sebesar US$2 miliar*. 

Sektor olahraga pun tidak ketinggalan; Presiden FIFA Gianni Infantino menyatakan kesiapan federasi untuk menghimpun US$75 juta guna membiayai proyek-proyek sepak bola di wilayah Palestina.

Kehadiran Pemimpin Dunia dan Peran Indonesia

Dewan Perdamaian ini merupakan inisiatif yang digagas Trump pada Januari lalu dengan mengundang sekitar 50 negara. Pada pertemuan perdana ini, lebih dari 20 negara hadir mengirimkan perwakilannya.

Salah satu tokoh kunci yang hadir memenuhi undangan langsung Presiden Trump adalah Presiden Indonesia, Prabowo Subianto. Kehadiran Prabowo ini menegaskan posisi strategis Indonesia dalam upaya perdamaian global.

Sejumlah pemimpin negara lain yang turut hadir di antaranya berasal dari Albania, Argentina, Armenia, Azerbaijan, Bahrain, Kazakhstan, Hongaria, Pakistan, Paraguay, Uzbekistan, Vietnam, dan Mesir. 

Pertemuan ini menandai babak baru kolaborasi internasional dalam menangani krisis kemanusiaan pascakonflik melalui transparansi keuangan yang ketat. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya