Headline

Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%

3 Kapal Kargo Diserang di Selat Hormuz, Iran Ancam Harga Minyak Dunia Tembus US$200

Thalatie K Yani
12/3/2026 04:25
3 Kapal Kargo Diserang di Selat Hormuz, Iran Ancam Harga Minyak Dunia Tembus US$200
Eskalasi konflik di Timur Tengah kian mencekam. Tiga kapal kargo diserang di Selat Hormuz saat Iran mengancam akan memblokir total pasokan minyak ke AS dan Israel.(Thai Royal Navy)

SITUASI di Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia, kian mencekam. Otoritas maritim melaporkan tiga kapal kargo dihantam "proyektil tak dikenal" pada Rabu waktu setempat. Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya tekanan militer setelah meletusnya konflik terbuka antara Israel-AS dengan Iran sejak akhir Februari lalu.

Ketegangan ini berdampak langsung pada ekonomi global. Arus lalu lintas di koridor utama minyak tersebut anjlok drastis, memicu lonjakan harga energi di pasar internasional.

Rentetan Serangan di Perairan Teluk

Laporan serangan bermula dari kapal berbendera Thailand yang dihantam proyektil di sebelah utara Oman, memicu kebakaran hebat di atas kapal. Angkatan Laut Thailand segera mengerahkan bantuan darurat untuk menyelamatkan 23 awak kapal. Iran kemudian mengakui bertanggung jawab atas serangan tersebut dengan dalih kru kapal mengabaikan peringatan mereka.

Tak lama berselang, sebuah kapal kontainer berbendera Jepang mengalami kerusakan ringan setelah diserang di lepas pantai Uni Emirat Arab. Kapal kargo ketiga juga dilaporkan terkena hantaman di arah barat laut Dubai. Lembaga Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) kini mengimbau seluruh kapal untuk melintas dengan kewaspadaan tinggi.

Ancaman "Minyak US$200" dari Teheran

Iran menunjukkan sikap menantang dengan menyatakan akan memblokir setiap tetes minyak yang ditujukan bagi Amerika Serikat, Israel, dan sekutunya. Juru bicara pemerintah Iran, Ebrahim Zolfaqari, menegaskan bahwa kapal apa pun yang menuju negara-negara tersebut adalah target sah.

"Bersiaplah untuk harga minyak mentah mencapai US$200, karena harga minyak bergantung pada stabilitas regional yang telah kalian hancurkan," tegas Zolfaqari melalui siaran televisi negara.

Menanggapi ancaman blokade ini, Presiden AS Donald Trump sebelumnya telah memberikan peringatan keras melalui platform Truth Social.

"Jika Iran melakukan apa pun yang menghentikan aliran Minyak di Selat Hormuz, mereka akan dipukul oleh Amerika Serikat DUA PULUH KALI LEBIH KERAS daripada serangan yang mereka terima sejauh ini," tulis Trump.

Perang Meluas ke Pangkalan Militer dan Bandara

Eskalasi tidak hanya terjadi di laut. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengeklaim telah meluncurkan serangan rudal besar-besaran ke sejumlah pangkalan AS di Qatar, Kuwait, dan Irak. Media pemerintah Iran, IRIB, menyebutnya sebagai "operasi paling dahsyat" sejak perang dimulai.

Dampak konflik juga dirasakan di fasilitas sipil. Dua drone jatuh di dekat Bandara Internasional Dubai yang melukai empat orang, memaksa para pelancong untuk berlindung di area aman. Sementara itu, di Lebanon, Kementerian Kesehatan melaporkan sedikitnya 570 orang tewas sejak serangan udara Israel dimulai pada awal Maret sebagai respons atas serangan roket Hezbollah.

Saat ini, Badan Energi Internasional (IEA) telah mengumumkan pelepasan cadangan 400 juta barel minyak, rekor terbesar dalam sejarah, sebagai upaya darurat untuk menstabilkan pasar global yang terus bergejolak. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya