Headline
Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.
Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan peringatan keras terhadap Iran terkait potensi pemasangan ranjau laut di Selat Hormuz. Trump menegaskan Iran akan menghadapi konsekuensi militer pada "tingkat yang belum pernah terlihat sebelumnya" jika rute pengapalan minyak paling vital di dunia tersebut terganggu.
Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump mendesak penghapusan segera atas segala bentuk ranjau yang kemungkinan telah dipasang, meskipun ia mengakui sejauh ini AS belum menerima laporan resmi mengenai adanya aktivitas tersebut.
"Jika Iran telah memasang ranjau di Selat Hormuz, dan kami tidak memiliki laporan bahwa mereka melakukannya, kami ingin ranjau itu disingkirkan, SEGERA!" tulis Trump.
Ia melanjutkan dengan nada mengancam, "Jika karena alasan apa pun ranjau ditempatkan, dan tidak segera disingkirkan, konsekuensi militer bagi Iran akan berada pada tingkat yang belum pernah terlihat sebelumnya. Di sisi lain, jika mereka menyingkirkan apa pun yang mungkin telah ditempatkan, itu akan menjadi langkah besar ke arah yang benar!"
Intelijen Deteksi Pergerakan Iran
Meski Trump menyebut belum ada laporan resmi, data intelijen Amerika Serikat justru menunjukkan indikasi sebaliknya. Berdasarkan laporan mitra BBC, CBS News, aset intelijen AS meyakini Iran tengah bersiap mengerahkan ranjau laut di Selat Hormuz menggunakan kapal-kapal kecil yang masing-masing mampu membawa dua hingga tiga ranjau.
Ketegangan di jalur pelayaran ini telah menyebabkan harga minyak dunia melonjak tajam dalam beberapa hari terakhir. Selat Hormuz merupakan urat nadi energi global yang menjadi jalur utama bagi suplai minyak dari Timur Tengah.
Klaim Keberhasilan "Operasi Epic Fury"
Di sisi lain, Gedung Putih mengklaim kemajuan signifikan dalam menekan kekuatan militer Iran melalui operasi yang dinamakan "Epic Fury". Sekretaris Pers, Karoline Leavitt, menyatakan bahwa operasi tersebut telah melumpuhkan sebagian besar aset tempur Iran.
Menurut data yang dirilis Leavitt, serangan rudal balistik Iran telah turun lebih dari 90%, sementara serangan drone berkurang sekitar 85% sejak operasi dimulai. Selain itu, militer AS dilaporkan telah menghancurkan lebih dari 50 unit kapal angkatan laut Iran.
Leavitt menegaskan Presiden Trump berkomitmen penuh untuk menjaga kelancaran arus minyak di Selat Hormuz dari segala bentuk ancaman.
"Adalah hal yang baik untuk menumpas teroris yang secara membabi buta menargetkan warga sipil dan mencoba menyandera ekonomi global," ujar Leavitt saat memberikan keterangan mengenai operasi tersebut. (BBC/Z-2)
Gedung Putih membantah kabar Angkatan Laut AS telah mengawal tanker di Selat Hormuz setelah pernyataan kontroversial Menteri Energi Wright di media sosial.
Harga minyak dunia diperkirakan masih berpotensi melonjak ke level US$130 per barel jika konflik antara Iran dan Amerika Serikat-Israel terus mengalami eskalasi.
Pemerintah Tailan mengumumkan serangkaian langkah penghematan energi untuk instansi pemerintah dan perusahaan milik negara sebagai respons terhadap lonjakan harga minyak dunia.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney meminta G7 melepas cadangan minyak strategis untuk meredam lonjakan harga akibat perang Iran dan penutupan Selat Hormuz.
Presiden Rusia Vladimir Putin gencar berkomunikasi dengan Iran dan Donald Trump untuk memediasi konflik di Timur Tengah. Apakah ini murni upaya damai atau strategi mengamankan ekonomi Rusia?
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menuduh Iran menembakkan rudal dari sekolah dan rumah sakit. Ia menegaskan AS tidak akan terjebak dalam perang tanpa akhir.
Tujuh anggota timnas putri Iran memutuskan menetap di Australia karena alasan keamanan, sementara pemain lainnya pulang di bawah bayang-bayang ancaman.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan ancaman hujan asam dan hujan hitam di Iran akibat serangan pada fasilitas minyak. Warga diminta waspada.
Gedung Putih membantah kabar Angkatan Laut AS telah mengawal tanker di Selat Hormuz setelah pernyataan kontroversial Menteri Energi Wright di media sosial.
Harga minyak dunia diperkirakan masih berpotensi melonjak ke level US$130 per barel jika konflik antara Iran dan Amerika Serikat-Israel terus mengalami eskalasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved