Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

Donald Trump Beri Peringatan Keras ke Iran soal Ranjau di Selat Hormuz

Thalatie K Yani
11/3/2026 04:38
Donald Trump Beri Peringatan Keras ke Iran soal Ranjau di Selat Hormuz
Presiden AS Donald Trump(White House)

PRESIDEN Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan peringatan keras terhadap Iran terkait potensi pemasangan ranjau laut di Selat Hormuz. Trump menegaskan Iran akan menghadapi konsekuensi militer pada "tingkat yang belum pernah terlihat sebelumnya" jika rute pengapalan minyak paling vital di dunia tersebut terganggu.

Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump mendesak penghapusan segera atas segala bentuk ranjau yang kemungkinan telah dipasang, meskipun ia mengakui sejauh ini AS belum menerima laporan resmi mengenai adanya aktivitas tersebut.

"Jika Iran telah memasang ranjau di Selat Hormuz, dan kami tidak memiliki laporan bahwa mereka melakukannya, kami ingin ranjau itu disingkirkan, SEGERA!" tulis Trump.

Ia melanjutkan dengan nada mengancam, "Jika karena alasan apa pun ranjau ditempatkan, dan tidak segera disingkirkan, konsekuensi militer bagi Iran akan berada pada tingkat yang belum pernah terlihat sebelumnya. Di sisi lain, jika mereka menyingkirkan apa pun yang mungkin telah ditempatkan, itu akan menjadi langkah besar ke arah yang benar!"

Intelijen Deteksi Pergerakan Iran

Meski Trump menyebut belum ada laporan resmi, data intelijen Amerika Serikat justru menunjukkan indikasi sebaliknya. Berdasarkan laporan mitra BBC, CBS News, aset intelijen AS meyakini Iran tengah bersiap mengerahkan ranjau laut di Selat Hormuz menggunakan kapal-kapal kecil yang masing-masing mampu membawa dua hingga tiga ranjau.

Ketegangan di jalur pelayaran ini telah menyebabkan harga minyak dunia melonjak tajam dalam beberapa hari terakhir. Selat Hormuz merupakan urat nadi energi global yang menjadi jalur utama bagi suplai minyak dari Timur Tengah.

Klaim Keberhasilan "Operasi Epic Fury"

Di sisi lain, Gedung Putih mengklaim kemajuan signifikan dalam menekan kekuatan militer Iran melalui operasi yang dinamakan "Epic Fury". Sekretaris Pers, Karoline Leavitt, menyatakan bahwa operasi tersebut telah melumpuhkan sebagian besar aset tempur Iran.

Menurut data yang dirilis Leavitt, serangan rudal balistik Iran telah turun lebih dari 90%, sementara serangan drone berkurang sekitar 85% sejak operasi dimulai. Selain itu, militer AS dilaporkan telah menghancurkan lebih dari 50 unit kapal angkatan laut Iran.

Leavitt menegaskan Presiden Trump berkomitmen penuh untuk menjaga kelancaran arus minyak di Selat Hormuz dari segala bentuk ancaman.

"Adalah hal yang baik untuk menumpas teroris yang secara membabi buta menargetkan warga sipil dan mencoba menyandera ekonomi global," ujar Leavitt saat memberikan keterangan mengenai operasi tersebut. (BBC/Z-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya