Headline

Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.

Trump Sebut Perang Iran Segera Selesai, AS Pertimbangkan Ambil Alih Selat Hormuz

Media Indonesia
10/3/2026 10:00
Trump Sebut Perang Iran Segera Selesai, AS Pertimbangkan Ambil Alih Selat Hormuz
Presiden Amerika Serikat Donald Trump.(Dok AFP)

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump memberikan sinyal kuat bahwa operasi militer terhadap Iran akan segera berakhir. Dalam wawancara terbaru dengan CBS News pada Senin (9/3) waktu setempat atau Selasa (10/3) WIB, Trump menyebut perang tersebut sebagai "ekskursi jangka pendek" yang sudah hampir tuntas.

Trump Klaim Perang Sudah "Hampir Selesai"

Donald Trump menyatakan bahwa kekuatan militer Iran telah lumpuh secara signifikan setelah serangan intensif selama sepuluh hari terakhir. Ia mengklaim pasukan AS dan sekutunya telah menghancurkan sebagian besar aset strategis Teheran, termasuk infrastruktur militer utama.

"Saya pikir perang ini sudah sangat selesai, hampir tuntas. Mereka tidak punya angkatan laut, tidak ada komunikasi, mereka tidak punya angkatan udara lagi," ujar Trump saat berbicara dari kediamannya di Doral, Florida.

"Jika Iran melakukan sesuatu yang menghentikan aliran minyak di Selat Hormuz, mereka akan dipukul oleh Amerika Serikat 20 kali lebih keras dari yang sudah mereka terima sejauh ini."

Pertimbangkan Ambil Alih Selat Hormuz

Meski mengklaim kemenangan sudah dekat, Trump melontarkan peringatan keras terkait Selat Hormuz, jalur pelayaran energi paling vital di dunia yang membawa sekitar 20% pasokan minyak global. Ia menyatakan sedang mempertimbangkan untuk mengambil alih kendali fisik atas selat tersebut jika gangguan pelayaran terus berlanjut.

Ancaman ini muncul setelah Iran sempat mengancam akan menutup selat tersebut sebagai balasan atas serangan AS-Israel. Trump menegaskan bahwa AS tidak akan ragu menggunakan kekuatan "api dan amarah" jika pasokan energi dunia disandera oleh Teheran.

Harga Minyak Dunia Langsung Merosot

Pernyataan optimistis Trump mengenai akhir perang langsung memberikan sentimen positif bagi pasar energi global. Harga minyak mentah dunia yang sebelumnya sempat menyentuh angka psikologis US$100 bahkan hingga US$119 per barel, kini mengalami koreksi tajam.

Jenis Minyak Harga Terbaru (Per Barel) Perubahan
Brent Crude US$88,43 -4,6%
WTI Crude US$85,27 -6,19%

Penurunan harga ini memberikan napas lega bagi ekonomi global yang sempat terancam inflasi energi akut akibat konflik di Timur Tengah. Namun, para analis memperingatkan bahwa stabilitas pasar masih sangat bergantung pada realisasi pengambilalihan Selat Hormuz yang diwacanakan Trump.

Ketegangan dengan Pemimpin Baru Iran

Di Teheran, situasi tetap panas menyusul penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi baru menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei. Garda Revolusi Iran (IRGC) mengeluarkan pernyataan balasan yang menyebut bahwa pihak merekalah yang akan menentukan akhir dari peperangan ini.

Trump mengaku tidak memiliki pesan khusus untuk Mojtaba Khamenei dan menyatakan rasa kecewanya terhadap suksesi kepemimpinan di Iran yang ia nilai hanya akan memperpanjang masalah bagi rakyat negara tersebut. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya