Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
KORPORASI nuklir negara Rusia, Rosatom, resmi mengumumkan evakuasi tahap kedua bagi personel dan keluarga pekerja dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Bushehr di selatan Iran. Langkah ini diambil menyusul eskalasi konflik bersenjata yang semakin membahayakan keselamatan warga sipil dan tenaga ahli asing di wilayah tersebut.
CEO Rosatom, Alexey Likhachev, menyatakan bahwa prioritas utama perusahaan saat ini adalah menjamin keselamatan lebih dari 600 warga Rusia yang terlibat dalam proyek pembangunan Unit 2 dan 3 di Bushehr.
"Kami akan segera memindahkan mereka ke lokasi yang aman di Rusia," ujar Likhachev kepada surat kabar Strana Rosatom.
Akibat memburuknya situasi keamanan, Rosatom juga mengonfirmasi bahwa pengerjaan utama pada Unit 2 dan 3 PLTN Bushehr telah dihentikan sementara. Meski demikian, sejumlah kecil personel tetap berada di lokasi untuk melakukan pemeliharaan peralatan serta menyelesaikan pekerjaan teknis yang tidak dapat dihentikan secara mendadak guna mencegah kerusakan sistem.
Evakuasi ini menandai tahap kedua dari optimasi tenaga kerja Rusia di Iran. Sebelumnya, tahap pertama telah berhasil memulangkan kelompok awal keluarga pekerja, seiring dengan semakin meluasnya cakupan serangan udara di berbagai fasilitas strategis Iran. (Royanews/B-3)
Rosatom mengatakan telah mengevakuasi hampir 100 orang dari Iran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved