Headline

Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.

Militer AS Bergejolak, Banyak Prajurit Tolak Dikerahkan ke Perang Iran

Haufan Hasyim Salengke
10/3/2026 08:52
Militer AS Bergejolak, Banyak Prajurit Tolak Dikerahkan ke Perang Iran
Anggota Angkatan Darat AS memindahkan peti jenazah di Pangkalan Angkatan Udara Dover di Dover, Delaware, pada 7 Maret 2026.(Anna Moneymaker /Getty Images via AFP)

GELOMBANG penolakan terhadap perang melawan Iran mulai merambah internal militer Amerika Serikat (AS). Center on Conscience & War (CCW), sebuah organisasi nirlaba yang mendampingi penolak sengketa berdasarkan hati nurani (conscientious objectors), melaporkan adanya lonjakan drastis panggilan dari para tentara aktif yang keberatan dikerahkan ke medan tempur.

Direktur Eksekutif CCW, Mike Prysner, mengungkapkan melalui platform X bahwa intensitas oposisi di kalangan prajurit saat ini sebanding dengan protes besar-besaran saat invasi Irak tahun 2003. "Telepon kami terus berdering. Jauh lebih banyak unit yang telah diaktifkan untuk pengerahan daripada yang diketahui publik," tulis Prysner seperti dilansir MEE, Senin (9/3).

Disentri Moral Akibat Tragedi Minab

Penolakan ini dipicu oleh kegelisahan moral para prajurit, terutama terkait laporan pembantaian di sekolah dasar perempuan di Minab, Iran Selatan. Serangan udara yang diduga menggunakan rudal jelajah Tomahawk tersebut menewaskan sedikitnya 165 orang, mayoritas anak-anak. Laporan mengenai taktik double-tap strike—di mana rudal kedua menghantam penyintas dan petugas medis—memicu kecaman keras dari dalam barak militer.

"Para prajurit menyampaikan rasa muak atas pembantaian di sekolah tersebut serta serangan terhadap fregat Iran di perairan internasional," tambah pernyataan CCW.

Isu Wajib Militer Muncul Kembali

Di sisi lain, spekulasi mengenai mobilisasi massal semakin menguat setelah Gedung Putih melalui Sekretaris Pers Karoline Leavitt menolak untuk mengesampingkan kemungkinan diberlakukannya kembali wajib militer (the draft). Jika terealisasi, ini akan menjadi kali pertama AS melakukan konskripsi paksa sejak Perang Vietnam pada 1972. Ketegangan ini semakin nyata setelah Angkatan Darat AS membatalkan latihan besar bagi Divisi Airborne ke-82, yang disinyalir sebagai persiapan untuk pengerahan tempur darat yang sebenarnya. (MEE/B-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya