Headline

Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.

Kontroversi Militer AS: Sebut Perang Iran Jalan Menuju Armagedon

Wisnu Arto Subari
05/3/2026 14:06
Kontroversi Militer AS: Sebut Perang Iran Jalan Menuju Armagedon
Tentara AS.(MEE)

KOMANDAN Amerika Serikat (AS) dari setiap cabang militer memberi tahu unit mereka bahwa perang di Iran diurapi oleh Yesus dan akan menyebabkan kembalinya Yesus ke Bumi sebagai bagian dari Armagedon. Ini mengakibatkan banyak keluhan dari anggota militer yang sedang bertugas.

Military Religious Freedom Foundation (MRFF), organisasi yang didedikasikan untuk memastikan bahwa semua anggota militer AS dijamin kebebasan beragama, mengatakan kepada Middle East Eye pada Selasa (3/3) bahwa mereka menerima lebih dari 200 keluhan serupa dari personel yang bertugas di angkatan darat, angkatan laut, angkatan udara, korps marinir, dan angkatan ruang angkasa.

Menurut MRFF, seorang komandan unit tempur mengatakan kepada bintara (NCO) dalam pengarahan pada Senin bahwa serangan Israel-AS terhadap Iran ialah bagian dari rencana Tuhan dan Presiden AS Donald Trump diurapi oleh Yesus untuk menyalakan api sinyal di Iran untuk menyebabkan Armagedon dan menandai kembalinya Yesus ke Bumi.

Pendiri MRFF dan veteran Angkatan Udara AS dan Weinstein dan mantan pejabat Gedung Putih era Reagan, Michael L Weinstein, mengatakan kepada MEE bahwa organisasinya terus dibanjiri keluhan dari personel militer AS yang sedang bertugas. Ia diberi tahu bahwa mereka seharusnya senang menjadi bagian dari perang melawan Iran, karena hal itu akan membawa Armageddon dan kembalinya Yesus Kristus.

"Ini bukan hanya satu komandan yang nakal," kata Weinstein. Ia menunjuk pada meningkatnya pengaruh nasionalis dan fundamentalis Kristen di militer AS.

Menteri Perang AS Pete Hegseth, seorang nasionalis Kristen ultrakonservatif yang digambarkan sebagai pejuang suci Pentagon, mensponsori studi Alkitab mingguan yang mengkhotbahkan dukungan untuk Israel. (MEE/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya