Headline

Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.

Militer AS Peringatkan Trump: Stok Amunisi Menipis untuk Serang Iran

Akmal Fauzi
24/2/2026 20:40
Militer AS Peringatkan Trump: Stok Amunisi Menipis untuk Serang Iran
Presiden AS Donald Trump(White House)

KETUA Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat (AS), Jenderal Dan Caine, memberikan peringatan serius kepada Gedung Putih terkait risiko besar dalam potensi serangan militer terhadap Iran. Hal ini dilaporkan oleh sejumlah media utama AS pada Senin (23/2) waktu setempat. 

Krisis Persediaan Amunisi

Dalam pertemuan di Gedung Putih pekan lalu, Caine menyampaikan kepada Presiden Donald Trump bahwa operasi besar terhadap Iran akan menghadapi tantangan logistik yang berat. Menurut laporan The Washington Post, persediaan amunisi AS telah berkurang signifikan akibat dukungan militer yang berkelanjutan untuk Israel dan Ukraina.

Selain masalah logistik, Caine menyoroti skala dan kompleksitas kampanye militer yang menargetkan Iran, yang berpotensi menimbulkan jatuhnya korban jiwa dalam jumlah besar dari pihak AS. Ia juga memperingatkan bahwa serangan tersebut bisa menyeret AS ke dalam konflik berkepanjangan.

Respons Gedung Putih

Menanggapi laporan tersebut, kantor Caine menegaskan peran militer sebagai pemberi pertimbangan strategis.

"Sebagai penasihat militer utama presiden, ketua kepala staf gabungan AS menyajikan berbagai opsi militer, serta pertimbangan tambahan dan dampak maupun risiko terkait, kepada para pemimpin sipil yang mengambil keputusan keamanan AS."

Di sisi lain, Juru Bicara Gedung Putih, Anna Kelly, menekankan bahwa Presiden Trump tetap memegang kendali penuh atas keputusan akhir.

"Trump mendengarkan berbagai sudut pandang terkait setiap isu, namun mengambil keputusan akhir berdasarkan apa yang terbaik bagi negara dan keamanan nasional kita," ujar Kelly.

Peluang Diplomatik Terakhir di Jenewa

Di tengah ketegangan militer, putaran baru pembicaraan AS-Iran dijadwalkan berlangsung pada Kamis (26/2) di Jenewa. Fokus utama pertemuan ini adalah program nuklir Iran, tingkat pengayaan uranium, serta isu pencabutan sanksi.

Banyak analis menilai pertemuan Jenewa ini merupakan peluang diplomatik terakhir. Jika gagal, kekhawatiran akan pelaksanaan operasi militer gabungan skala besar antara AS dan Israel terhadap Iran diprediksi akan semakin nyata.

Pemerintahan Trump sendiri terus memperkuat kehadiran militer di Timur Tengah. Pada Jumat (20/2), Trump sempat menyatakan bahwa dirinya tengah mempertimbangkan opsi serangan militer terbatas terhadap Teheran.

(Ant/Xinhua/P-4



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya