Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Keluar dari BoP jika tak Menguntungkan

Kautsar Widya Prabowo 
19/3/2026 21:14
Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Keluar dari BoP jika tak Menguntungkan
Presiden Prabowo Subianto berbincang dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat KTT Dewan Perdamaian (BoP) di Donald J. Trump US Institute of Peace, Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (19/2/2026)(ANTARA FOTO/HO-Setpres)

PRESIDEN Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia tidak ragu untuk menarik diri dari keanggotaan Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian. Langkah ini akan diambil jika keberadaan lembaga tersebut dinilai tidak lagi memberikan manfaat nyata bagi kepentingan nasional.

Pernyataan tegas tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat sesi tanya jawab dengan jurnalis di kediamannya, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Kamis (19/3).

“Selama kita di dalam BoP bisa bantu perjuangan rakyat Palestina, kita akan berusaha. Begitu kita ambil kesimpulan tidak ada harapan dan kontraproduktif, kita menilai kita habis waktu, habis energi, dan tidak menguntungkan kepentingan nasional bangsa Indonesia, kita keluar,” kataPrabowo.

Prabowo menjelaskan, keterlibatan Indonesia dalam pembentukan BoP bermula saat dirinya menyampaikan pidato dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 23 September. Dalam pidato tersebut, ia menegaskan dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina serta mendorong solusi dua negara (two-state solution).

Beberapa jam setelah pidato tersebut, Prabowo bersama tujuh pemimpin negara mayoritas Muslim—yakni Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Yordania, Turki, Pakistan, Qatar, dan Mesir—diundang oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam sebuah pertemuan.

Dalam pertemuan itu, Trump disebut meminta dukungan terhadap 21-point plan, sebuah proposal untuk menciptakan perdamaian berkelanjutan di Gaza. Rincian proposal tersebut dipaparkan oleh utusan khusus Amerika Serikat, Steve Witkoff.

Menurut Prabowo, poin 19 dan 20 dalam proposal tersebut dinilai membuka celah bagi kemerdekaan Palestina, meskipun cakupannya masih terbatas.

“Jadi kita lihat ini ada peluang walaupun sedikit. Akhirnya, kita berdelapan diskusi, kita dukung ini atau tidak. Dalam lobi-lobi, kita sepakat untuk mendukung,” jelasnya. 

(P-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik