Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

Mantan Menlu Hassan Wirajuda Sebut Prabowo Bakal Evaluasi Keanggotaan Indonesia di BoP

Media Indonesia
04/3/2026 20:12
Mantan Menlu Hassan Wirajuda Sebut Prabowo Bakal Evaluasi Keanggotaan Indonesia di BoP
: Mantan Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda(Rommy Pudjianto/MI)

MANTAN Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda mengatakan Presiden Prabowo Subianto akan memperhitungkan posisi Indonesia dalam keanggotaan Board of Peace atau BOP setelah Amerika Serikat dan Israel menyerang  Iran. Hal itu disampaikan usai pertemuan dengan Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin.

"Langkah selanjutnya dalam artian keputusan kan belum. Pasti beliau akan mengevaluasi dan mengambil keputusan yang tepat pada waktunya," kata Hassan Wirajuda yang diundang oleh presiden bersama mantan menteri luar negeri di Istana Negara, Selasa (3/3) malam.

Pria yang menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Periode 2001–2009 itu mengungkapkan pertemuan dengan Presiden Prabowo berlangsung selama 3,5 jam itu. Inti diskusinya ialah masa depan keanggotaan Board of Peace atau BOP. Presiden, kata Hasan, membahas tujuan BOP yang berpotensi menurun setelah serangan AS dan Israel terhadap Iran.

“(BoP) kami bahas, tetapi juga dalam konteks perkembangan mutakhir, apakah dengan perang yang berkecamuk di Iran ini akan melemahkan, kemungkinan melemahkan posisi dan mandat BoP. Kita akan berhitung lagi dari sisi itu,” ujar Hassan Wirajuda.

Presiden Prabowo, terang Hassan Wirajuda, juga menjelaskan soal meningkatnya konflik geopolitik di negara-negara Teluk, Timur Tengah. Ekskalasi tersebut berdampak pada Indonesia.

"Didiskusikan tentang implikasinya ini terhadap keseluruhan masalah keamanan dan perdamaian dunia, tetapi juga potensi efek dari perang ini terhadap ekonomi dunia, khususnya yang menyangkut supply oil, minyak dan gas," ujar Hassan.

Presiden juga mengajak seluruh tokoh berdiskusi mengenai posisi Indonesia di tengah lemahnya posisi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan hukum serta aturan internasional (rule-based order) yang sulit ditegakkan manakala yang melanggar ialah negara-negara kuat.

Presiden Prabowo pada kesempatan itu turut mengundang mantan presiden dan wakil presiden ke Istana Negara. Adapun yang hadir yakni Presiden Ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden Ke-7 Joko Widodo, Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 Jusuf Kalla, Wakil Presiden Ke-11 Boediono, dan Wakil Presiden Ke-13 KH Ma'ruf Amin juga turut hadir memenuhi undangan Presiden Prabowo. Selain itu, terdapat anggota dewan, ketua umum partai politik dan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih. (Ant/H-4) 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya