Headline

Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.

Paus Leo Tegaskan Vatikan Absen dari Board of Peace demi Jaga Netralitas

Putri Rosmalia Octaviyani
18/2/2026 20:52
Paus Leo Tegaskan Vatikan Absen dari Board of Peace demi Jaga Netralitas
Pemimpin Takhta Suci Vatikan, Paus Leo XIV.(Dok. AFP/Isakovic)

PAUS Leo XIV secara resmi mengonfirmasi bahwa Vatikan tidak akan mengambil bagian dalam Board of Peace (BoP), sebuah inisiatif internasional yang digagas oleh Donald Trump untuk memediasi konflik global. Keputusan ini diambil sebagai langkah strategis untuk mempertahankan netralitas absolut Takhta Suci dalam kancah diplomasi dunia tahun 2026.

Pernyataan resmi dari Takhta Suci menyebutkan bahwa meskipun Vatikan menghargai setiap upaya perdamaian, keikutsertaan dalam badan tersebut dikhawatirkan akan membatasi kemandirian Gereja dalam bertindak sebagai mediator moral. Vatikan menegaskan komitmennya untuk tetap bekerja melalui saluran diplomatik multilateral yang inklusif.

Menjaga Independensi Diplomatik

Keputusan Paus Leo XIV ini muncul di tengah tekanan global agar otoritas agama ikut serta secara formal dalam penyelesaian konflik di Ukraina dan Timur Tengah. Namun, Vatikan menilai bahwa Board of Peace memiliki keterikatan politik yang terlalu kuat dengan kebijakan luar negeri satu negara, yang berisiko merusak kredibilitas Takhta Suci di mata pihak-pihak yang berseberangan.

Juru bicara Vatikan menyatakan bahwa menjaga jarak dari struktur formal bentukan negara adidaya adalah kunci agar suara kepausan tetap didengar oleh semua pihak yang bertikai. Dengan posisi ini, Vatikan tetap memiliki ruang untuk melakukan negosiasi rahasia dan misi kemanusiaan tanpa terikat protokol organisasi eksternal.

Reaksi Terhadap Inisiatif Donald Trump

Board of Peace yang diluncurkan oleh Donald Trump bertujuan untuk menciptakan solusi cepat terhadap krisis global melalui pendekatan yang berbeda dari PBB. Meski beberapa negara telah menyatakan minat untuk bergabung, absennya Vatikan dianggap sebagai kehilangan besar bagi otoritas moral lembaga tersebut.

Hingga saat ini, Vatikan tetap membuka pintu bagi dialog dengan semua pemimpin dunia, termasuk Donald Trump, namun tetap pada prinsip bahwa misi perdamaian Takhta Suci harus bebas dari pengaruh politik praktis. Langkah ini dipandang sebagai upaya Paus Leo XIV untuk memastikan bahwa diplomasi Gereja tetap berfokus pada keadilan jangka panjang dan kemanusiaan.

Poin Utama Pernyataan Vatikan

Alasan Utama Menjaga netralitas dan independensi moral.
Metode Diplomasi Tetap menggunakan jalur multilateral dan tradisional.
Sikap Terhadap Trump Menghargai inisiatif namun menolak keanggotaan formal.

Keputusan ini mempertegas bahwa di bawah kepemimpinan Paus Leo XIV, Vatikan akan terus memainkan peran sebagai "kekuatan lunak" yang independen, menjauhi aliansi politik formal demi menjaga integritas misi perdamaian globalnya. (NBC/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya