Headline

Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.

Habib Rizieq tak Hadir, FPI Kirim Surat ke Presiden Minta Indonesia Keluar dari Board of Peace

Media Indonesia
06/3/2026 07:34
Habib Rizieq tak Hadir, FPI Kirim Surat ke Presiden Minta Indonesia Keluar dari Board of Peace
Habib M Riziq Sihab (kiri)(MI/Abdus Syukur)

ORGANISASI kemasyarakatan Front Pembela Islam (FPI) menyampaikan surat kepada Presiden Prabowo Subianto yang berisi permintaan agar Indonesia menarik diri dari Board of Peace (BoP).

Surat tersebut dititipkan oleh Sekretaris Majelis Syura DPP FPI, Habib Hanif Alatas, setelah menghadiri acara buka puasa bersama Presiden dan sejumlah tokoh agama di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis (5/3) malam.

"Memang tadi kami belum dapat kesempatan bicara, tapi kami menitipkan surat. Surat kami sampaikan, tadi juga kami sampaikan kepada Presiden, bahwasanya kami tetap meminta supaya Republik Indonesia menarik diri dari BoP," kata Sekretaris Majelis Syura DPP FPI Habib Hanif Alatas di Jakarta, Kamis (5/3) malam.

Pertemuan tersebut merupakan agenda silaturahmi Presiden dengan para ulama, pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam, serta pengasuh pondok pesantren yang diawali dengan acara berbuka puasa bersama di lingkungan Istana Kepresidenan.

Habib Hanif menjelaskan bahwa FPI mendorong Indonesia keluar dari BoP karena tidak mempercayai peran Amerika Serikat dan Israel dalam berbagai konflik internasional yang dinilai memiliki rekam jejak kurang baik.

"Kita percaya iktikad baik Presiden Republik Indonesia, tapi kita enggak percaya Amerika. Kita enggak percaya sama Israel. Nabi-nabi saja, para Rasul saja dikhianati oleh Israel, apalagi cuma kita manusia biasa," ucapnya.

Menurutnya, keikutsertaan Indonesia dalam BoP berpotensi memunculkan masalah baru. Salah satu kekhawatiran yang disampaikan adalah kemungkinan pasukan Indonesia harus berhadapan dengan kelompok pejuang Palestina di wilayah Gaza Strip.

Habib Hanif menegaskan bahwa pihaknya mendukung pengiriman pasukan Indonesia apabila tujuannya membantu perjuangan kemerdekaan Palestina. Namun, FPI menolak jika pasukan tersebut berada di bawah komando Amerika Serikat dan berpotensi melucuti senjata para pejuang di Gaza.

"Kalau dikirim ke Gaza buat memerdekakan Palestina kita dukung, bahkan kita siap support relawan. Tapi, kalau dikirim ke Gaza di bawah komando Amerika, lalu melucuti senjata para pejuang di Gaza akhirnya konfrontasi, ini yang kami enggak mau," ucapnya.

Dalam pertemuan tersebut, Habib Hanif juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo menjelaskan tujuan keterlibatan Indonesia dalam BoP, yakni untuk memberikan kontribusi lebih besar bagi perjuangan kemerdekaan Palestina.

Presiden juga disebut membuka kemungkinan bagi Indonesia untuk menarik diri dari forum tersebut apabila dinilai tidak memberikan manfaat bagi Palestina ataupun tidak sejalan dengan kepentingan nasional Indonesia.

"Kalau melihat tidak ada kemaslahatan lagi untuk Palestina, enggak ada peluang buat memperjuangkan kemaslahatan Palestina, dan tidak sesuai dengan kepentingan nasional Indonesia, Presiden akan menarik diri. Pernyataannya seperti itu. Tapi, kita tetap enggak perlu nunggu itu, dari sekarang saja, orang sudah terbukti kok Amerika dari dulu enggak bisa dipercaya," katanya.

Selain membahas sikap terkait BoP, FPI juga menyampaikan permintaan kepada Presiden agar secara terbuka menyampaikan ucapan belasungkawa atas wafatnya pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Habib Hanif mengatakan permintaan tersebut merupakan pesan dari Rizieq Shihab yang disampaikan melalui dirinya, karena Rizieq tidak dapat hadir dalam acara buka puasa bersama Presiden.

"Tadi kami minta, amanat dari Habib Rizieq ya, karena Iran ini kan negara sahabat juga. Kita minta Presiden jangan hanya mengutus Menteri Luar Negeri untuk menyampaikan bela sungkawa, tapi kita minta supaya Presiden sampaikan bela sungkawa secara terbuka, karena bagaimanapun negara sahabat. Ya, jadi dan kita kira Iran butuh didukung dalam hal membela kedaulatannya," ujarnya.

Acara silaturahmi tersebut digelar di halaman tengah Istana Kepresidenan RI di Jakarta dan dihadiri berbagai tokoh agama serta pimpinan organisasi Islam nasional.

Beberapa tokoh yang hadir di antaranya Rais Aam Nahdlatul Ulama K.H. Miftachul Akhyar, Ketua Umum Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir, serta Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia K.H. Anwar Iskandar.

Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih juga turut hadir, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, serta Menteri Agama Nasaruddin Umar.

Pertemuan yang dimulai sekitar pukul 19.00 WIB tersebut berlangsung hingga sekitar pukul 23.00 WIB. (Ant/E-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya