Headline

Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.

Prabowo Tegaskan Siap Keluar dari BoP Gaza Jika Kemerdekaan Palestina tak Tercapai

Media Indonesia
06/3/2026 07:13
Prabowo Tegaskan Siap Keluar dari BoP Gaza Jika Kemerdekaan Palestina tak Tercapai
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) K.H. Cholil Nafis.(Antara)

PRESIDEN Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmen Indonesia terkait keanggotaan dalam Dewan Perdamaian Gaza atau Board of Peace (BoP). Ia menyatakan Indonesia siap mundur dari lembaga yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump tersebut apabila tidak memberikan kontribusi nyata bagi perjuangan kemerdekaan Palestina dari zionis Israel.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat bertemu dengan lebih dari 160 kiai dan ulama dalam acara silaturahmi serta dialog yang berlangsung di halaman tengah Istana Kepresidenan RI, Jakarta, pada Kamis (5/3) malam.

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), K.H. Cholil Nafis, yang hadir dalam pertemuan tersebut menjelaskan bahwa Presiden Prabowo menegaskan tujuan utama Indonesia bergabung dalam BoP adalah untuk mendukung kemerdekaan Palestina.

Menurutnya, apabila tujuan tersebut tidak tercapai, Indonesia tidak akan ragu untuk meninggalkan forum tersebut.

"Soal BoP, beliau (Presiden) bertekad (tujuannya) untuk kemerdekaan Palestina. Jika tidak untuk kemerdekaan Palestina, Beliau siap mundur. Itu yang terbaru dari beliau. Beliau berkomitmen semua yang dilakukan untuk Palestina, untuk kemerdekaan Palestina," kata Cholil Nafis menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui setelah acara.

"Janjinya (Presiden), 'kalau memang saya tidak bermanfaat di BoP, saya akan mundur'. Beliau (Presiden) berjanji yang dilakukannya (di BoP) untuk kemerdekaan Palestina, untuk kepentingan Palestina. Kalau tidak untuk kepentingan Palestina, beliau mundur," sambung Kiai Cholil.

Dalam pertemuan tersebut, Cholil juga menegaskan bahwa tidak ada pembahasan yang mengaitkan masa depan BoP dengan serangan sepihak terhadap Iran yang dilakukan oleh Amerika Serikat sebagai penggagas BoP bersama zionis Israel yang juga menjadi anggota lembaga tersebut.

"BoP spesifik untuk Palestina," kata Kiai Cholil.

Pada kesempatan terpisah di lokasi yang sama, Cholil Nafis juga mengungkapkan pandangannya bahwa BoP dinilai kurang efektif sebagai sarana perjuangan untuk mendukung kemerdekaan Palestina. Ia menilai Indonesia sebaiknya lebih fokus memperkuat peran organisasi internasional yang sudah ada, seperti Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

"Kami melihatnya tidak efektif BoP itu karena ternyata penggagasnya juga tidak memberikan semacam gambaran baik, track record maupun sekarang yang memihak kepada perdamaian," kata Kiai Cholil menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui sebelum acara.

Sebelumnya, opsi Indonesia untuk keluar dari BoP juga pernah disampaikan Presiden Prabowo saat bertemu para kiai dan ulama di Istana pada 3 Februari 2026. (Ant/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya