Headline

Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.

Prabowo Buka Peluang Dialog dengan Iran

M Ilham Ramadhan Avisena
06/3/2026 06:46
Prabowo Buka Peluang Dialog dengan Iran
Presiden Prabowo Subianto.(Antara)

PRESIDEN Prabowo Subianto membuka peluang dialog dengan berbagai pihak yang terlibat konflik di Timur Tengah, termasuk Iran, sebagai bagian dari upaya mendorong perdamaian kawasan. Sikap tersebut disampaikan saat Kepala Negara menggelar silaturahmi dengan para kiai dan tokoh organisasi kemasyarakatan Islam di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis malam (5/3).

Pertemuan tersebut juga menjadi ruang diskusi mengenai perkembangan konflik di kawasan Timur Tengah yang dinilai berpotensi memicu ketegangan lebih luas.

Menteri Agraria dan Tata Ruang Nusron Wahid mengatakan Presiden Prabowo mempertimbangkan langkah diplomasi langsung, termasuk membuka komunikasi dengan Iran sebagai bagian dari upaya mediasi.

"Prinsipnya Bapak Presiden, menginginkan adanya pertemuan dengan Iran untuk menjadi mediasi dan Iran membuka diri dan kemudian langkah-langkah yang diambil Pak Presiden itu mendapat support dari beberapa negara Timur Tengah dan negara Islam lain termasuk dari Pakistan, termasuk juga dari UAE," ujar Nusron kepada awak media.

Menurutnya, Prabowo bersama sejumlah pemimpin negara lain juga memiliki kepentingan yang sama untuk mencegah konflik di kawasan semakin meluas.

"Intinya, Pak Presiden, bersama delapan atau tujuh pemimpin negara yang tergabung dalam kelompok delapan itu, menginginkan adanya perdamaian. Jangan sampai perang berlarut terutama di Iran maupun di kawasan Teluk dan sebagainya," lanjutnya.

Ketua Umum Nahdlatul Ulama Yahya Cholil Staquf menilai langkah tersebut menunjukkan keseriusan Prabowo dalam mendorong penyelesaian konflik di Timur Tengah melalui jalur diplomasi.

"Presiden menegaskan komitmennya, beliau akan melakukan apa saja untuk ikut berkontribusi membantu ke arah perdamaian, penyelesaian masalah dan lebih-lebih karena penyelesaian masalah, terutama konflik di Timur Tengah hari ini akan terkait secara cukup langsung dengan keadaan kepentingan-kepentingan domestik kita sendiri," ujar Yahya.

Ia juga menilai posisi Indonesia relatif diterima oleh berbagai pihak yang bertikai, sehingga berpotensi membuka ruang komunikasi yang lebih luas dalam proses mediasi.

"Alhamdulillah Indonesia dalam hal ini Presiden Prabowo Subianto adalah aktor yang diterima oleh semua pihak sehingga punya peluang untuk bisa menjadi semacam mediator komunikasi di antara pihak-pihak yang terlibat," pungkasnya. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya