Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMIMPIN Korea Utara, Kim Jong Un, menyatakan kesiapannya untuk memasok rudal ke Iran apabila Teheran mengajukan permintaan resmi. Pernyataan ini dikeluarkan Pyongyang di tengah memanasnya situasi di Timur Tengah.
Dikutip dari Voxnews, dalam pernyataan yang dibuat oleh Pyongyang, Kim Jong Un menyebut bahwa "satu rudal saja sudah cukup untuk melenyapkan Israel." Selain itu, otoritas Korea Utara mengecam keras serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, yang mereka labeli sebagai tindakan "ilegal dan melanggar kedaulatan Iran."
Di sisi lain, Kim Jong Un juga unjuk kekuatan militer dengan mengawasi langsung uji coba penembakan "rudal jelajah strategis" dari kapal perusak baru seberat 5.000 ton, Choe Hyon. Uji coba yang dilakukan pada Rabu (4/3) waktu setempat itu merupakan bagian dari persiapan sebelum kapal tersebut resmi bertugas.
Kim menyebut kapal perusak tersebut sebagai "simbol baru pertahanan laut" dan menegaskan komitmennya untuk memperkuat armada tempur Korea Utara.
“Pasukan Angkatan Laut kita untuk menyerang dari bawah dan atas air akan tumbuh pesat. Persenjataan Angkatan Laut dengan senjata nuklir menunjukkan kemajuan yang memuaskan,” tegas Kim saat mengunjungi Galangan Kapal Nampo.
Keberhasilan uji coba ini diklaim Kim sebagai pencapaian bersejarah yang belum pernah diraih negaranya selama 50 tahun terakhir. “Semua keberhasilan ini merupakan perubahan radikal dalam mempertahankan kedaulatan maritim kita, sesuatu yang belum pernah kita capai selama setengah abad,” tambahnya.
Kantor berita Korea Selatan, Yonhap, menganalisis bahwa penggunaan istilah "strategis" oleh Pyongyang merupakan kode keras bahwa senjata-senjata baru tersebut dirancang untuk mengusung hulu ledak nuklir. Saat ini, Korea Utara dikabarkan tengah mempercepat pembangunan seri kapal perusak "kelas Choe Hyon" lainnya untuk memperkuat dominasi mereka di perairan internasional. (Voxnews/Al Jazeera/P-4)
Di tengah gempuran rudal AS dan Israel yang menewaskan 1.000 orang lebih, warga Iran kini berjuang hidup di zona perang. Otoritas Teheran memutus internet global hingga di bawah 1%.
Ia mencontohkan sejumlah pertanyaan mendasar yang belum terjawab, seperti mekanisme pelucutan senjata hingga siapa yang akan menjalankan operasi tersebut di lapangan.
Stasiun televisi Press TV Iran melaporkan pada Kamis (5/3) pagi bahwa militer menargetkan pasukan separatis anti-Iran itu, tanpa menyebutkan lokasi serangan tersebut.
PM Spanyol Pedro Sanchez tegaskan tidak akan terlibat serangan ke Iran dan melarang penggunaan pangkalan militer oleh AS meski diancam embargo perdagangan oleh Trump.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth selidiki serangan udara di Sekolah Shajareh Tayyebeh, Iran yang tewaskan 168 siswi. Iran tuduh AS-Israel sebagai pelaku.
Benarkah Kim Ju Ae disiapkan menjadi penerus Kim Jong Un? Simak analisis terbaru dari Kongres Partai Korea Utara dan laporan intelijen terkait sosok putri misterius ini.
PEMIMPIN tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un, membuka peluang perbaikan hubungan dengan Amerika Serikat.
PUTRI Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un dilaporkan akan memimpin lembaga yang dikenal sebagai Administrasi Rudal, badan yang mengawasi kekuatan nuklir Pyongyang. Putri Kim Ju Ae
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyatakan siap menjalin hubungan baik dengan Amerika Serikat jika status nuklir negaranya diakui, namun ia menutup pintu bagi Korea Selatan.
Kim Yo-Jong, adik Kim Jong-Un, resmi dipromosikan menjadi Direktur Departemen Partai Buruh Korea Utara. Kenaikan jabatan ini memperkuat pengaruhnya dalam politik Pyongyang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved