Headline

Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.

Kim Jong-un Buka Peluang Dialog dengan AS, Tegaskan Permusuhan ke Korsel

Ferdian Ananda Majni
26/2/2026 14:26
Kim Jong-un Buka Peluang Dialog dengan AS, Tegaskan Permusuhan ke Korsel
Pemimpin Besar Korea Utara Kim Jong-un di Balai Besar Rakyat di Beijing, China, Kamis (4/9/2025) malam.(Antara/Xinhua/Huang Jingwen)

PEMIMPIN tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un, membuka peluang perbaikan hubungan dengan Amerika Serikat, namun secara bersamaan menegaskan sikap konfrontatif terhadap Korea Selatan. Pernyataan itu disampaikan di tengah dorongan percepatan program nuklir dan pengembangan sistem persenjataan baru.

Dalam pidatonya di kongres Partai Buruh Korea, Kim memberi sinyal bahwa Pyongyang bersedia berdialog dengan Washington di masa mendatang, dengan sejumlah prasyarat.

"Jika (Washington)menghormati status negara kita saat ini sebagaimana diatur dalam Konstitusi dan menarik kebijakan permusuhannya, tidak ada alasan kita tak bisa berteman dengan baik dengan Amerika Serikat," kata Kim dikutp Al Jazeera, Kamis (26/2).

Sikap tersebut dinilai sejumlah pengamat sebagai indikasi bahwa Korea Utara ingin membuka jalur komunikasi langsung dengan Amerika Serikat tanpa melibatkan Seoul. 

Pakar studi Korea Utara, Yang Moo Jin, mengatakan Korut menunjukkan niat menjalin hubungan dengan AS secara independen, tanpa melalui Korea Selatan.

Berbeda dengan nada terhadap Washington, Kim justru melontarkan pernyataan keras mengenai Korea Selatan.

"Korea Utara sama sekali tidak punya urusan dengan Korea Selatan, entitas yang paling bermusuhan dengannya, dan akan secara permanen mengecualikan Korea Selatan dari kategori warga negara," ujarnya.

"Selama Korea Selatan tidak bisa lepas dari kondisi geopolitik yang mengharuskan mereka berbatasan dengan kita, satu-satunya cara untuk hidup aman adalah dengan melepaskan segala sesuatu yang berhubungan dengan kita dan membiarkan kita sendiri," tambahnya.

Dalam forum yang sama, Kim juga mendorong percepatan pengembangan sistem persenjataan baru guna memperkuat militer Korea Utara. Laporan Korea Central News Agency (KCNA) menyebutkan bahwa ia menetapkan persyaratan bagi rudal balistik antarbenua yang dapat diluncurkan dari kapal selam.

Selain itu, Kim menyerukan perluasan persenjataan nuklir taktis, termasuk artileri dan rudal jarak pendek yang mampu menjangkau wilayah Korea Selatan. Ia menegaskan bahwa percepatan program nuklir dan rudal telah memperkuat posisi negaranya dalam beberapa tahun terakhir.

"Status kita sebagai negara bersenjata nuklir memainkan peran penting dalam mencegah potensi ancaman musuh dan menjaga stabilitas regional," kata Kim.

Ia juga menyebut senjata nuklir sebagai jaminan dan alat pengamanan bagi keamanan serta kepentingan negaranya. (Fer/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya