Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Krisis Energi Kuba: Tiongkok Kirim Panel Surya di Tengah Blokade AS

Media Indonesia
18/3/2026 15:57
Krisis Energi Kuba: Tiongkok Kirim Panel Surya di Tengah Blokade AS
Kuba yang gelap gulita karena pemadaman listrik.(Al Jazeera)

KUBA tengah berada dalam pusaran krisis energi terdahsyat dalam beberapa dekade terakhir. Di tengah tekanan blokade minyak yang kian mencekik dari Amerika Serikat, Tiongkok muncul sebagai aktor kunci yang mempercepat transisi energi terbarukan di pulau Karibia tersebut.

Langkah Beijing ini bukan sekadar bantuan kemanusiaan, melainkan manuver geopolitik yang tajam di saat pemerintahan Donald Trump menarik diri dari komitmen iklim global dan kembali bertaruh pada bahan bakar fosil.

Statistik Kunci Revolusi Surya Kuba (2023-2025)

  • Nilai Ekspor Solar Tiongkok: Melonjak dari US$5 juta (2023) menjadi US$117 juta (2025).
  • Target Proyek: Pembangunan 92 taman surya hingga 2028.
  • Kapasitas Terpasang: Mencapai rekor 900 megawatt energi fotovoltaik dalam satu hari.
  • Kontribusi Energi: Tenaga surya kini menyumbang hampir 10% dari total listrik Kuba.

Ancaman Donald Trump

Ketegangan meningkat setelah Presiden Donald Trump secara terbuka menyatakan niatnya untuk menekan pemerintah Kuba agar tunduk dalam negosiasi. Strategi yang digunakan adalah memutus pasokan minyak dan melontarkan retorika militer yang agresif.

"Saya merasa terhormat jika bisa mengambil alih Kuba," ujar Trump pada Senin (16/3). Saat ditanya mengenai metode diplomasi atau militer, ia menambahkan, "Mengambil Kuba dalam bentuk apa pun. Saya pikir saya bisa melakukan apa pun yang saya mau. Mereka adalah bangsa yang sangat lemah saat ini."

Pernyataan itu dianggap serius oleh pengamat internasional, mengingat rekam jejak militer AS baru-baru ini yang berhasil menangkap Nicolás Maduro di Venezuela dan serangan terhadap pemimpin Iran.

Dominasi Teknologi Tiongkok

Di saat jaringan listrik nasional Kuba mengalami kegagalan total yang menyebabkan pemadaman listrik massal, Tiongkok terus mengirimkan peralatan, keahlian, dan pembiayaan. Juru bicara Kedutaan Besar Tiongkok di Washington, Liu Pengyu, menegaskan bahwa kerja sama ini bertujuan melindungi hak hidup rakyat Kuba dari intervensi eksternal.

Analis dari Ember, Dave Jones, menyebut fenomena ini sebagai salah satu revolusi surya tercepat di dunia. "Kuba mungkin sedang berada di tengah-tengah revolusi surya paling pesat, melampaui banyak negara lain, termasuk Amerika Serikat, dalam hal pangsa listrik tenaga surya," ungkapnya.

Mengapa Bantuan Tiongkok Berbeda di Kuba?

Berbeda dengan negara lain seperti Pakistan saat pemasangan panel surya dilakukan secara mandiri oleh warga, di Kuba, perusahaan-perusahaan Tiongkok turun langsung melakukan instalasi skala besar secara cepat. Mereka tidak hanya menjual barang, tetapi membangun infrastruktur strategis yang mampu mengubah lanskap energi nasional dalam hitungan minggu.

Dimensi Keamanan dan Intelijen

Namun, dukungan energi ini tidak lepas dari kecurigaan keamanan. AS menuduh Tiongkok membangun stasiun pengintai di Kuba yang mampu mengumpulkan intelijen elektronik di wilayah Tenggara Amerika Serikat. Keberadaan situs-situs yang terkait dengan Beijing ini memperkeruh hubungan trilateral antara Washington, Havana, dan Beijing.

Meskipun kapasitas tenaga surya meningkat drastis, Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel mengakui bahwa negaranya masih belum bisa lepas sepenuhnya dari ketergantungan minyak. "Bahkan dengan semua yang kita bangun, kita tetap butuh minyak," tuturnya dalam pidato nasional.

FAQ: Krisis Energi Kuba

Apa penyebab utama mati lampu di Kuba?
Kegagalan total sistem kelistrikan nasional akibat kekurangan bahan bakar minyak yang dipicu oleh blokade ekonomi Amerika Serikat.

Seberapa besar peran Tiongkok dalam energi Kuba?
Tiongkok menyediakan teknologi panel surya dan pembiayaan, meningkatkan kontribusi energi surya dari hampir nol menjadi 10% dalam waktu satu tahun.

Apakah tenaga surya cukup untuk kebutuhan Kuba?
Saat ini belum cukup. Meskipun tumbuh pesat, Kuba masih membutuhkan sistem penyimpanan baterai skala besar untuk mengatasi defisit listrik pada malam hari. (Washington Post/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik