Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
KUBA tengah berada dalam pusaran krisis energi terdahsyat dalam beberapa dekade terakhir. Di tengah tekanan blokade minyak yang kian mencekik dari Amerika Serikat, Tiongkok muncul sebagai aktor kunci yang mempercepat transisi energi terbarukan di pulau Karibia tersebut.
Langkah Beijing ini bukan sekadar bantuan kemanusiaan, melainkan manuver geopolitik yang tajam di saat pemerintahan Donald Trump menarik diri dari komitmen iklim global dan kembali bertaruh pada bahan bakar fosil.
Ketegangan meningkat setelah Presiden Donald Trump secara terbuka menyatakan niatnya untuk menekan pemerintah Kuba agar tunduk dalam negosiasi. Strategi yang digunakan adalah memutus pasokan minyak dan melontarkan retorika militer yang agresif.
"Saya merasa terhormat jika bisa mengambil alih Kuba," ujar Trump pada Senin (16/3). Saat ditanya mengenai metode diplomasi atau militer, ia menambahkan, "Mengambil Kuba dalam bentuk apa pun. Saya pikir saya bisa melakukan apa pun yang saya mau. Mereka adalah bangsa yang sangat lemah saat ini."
Pernyataan itu dianggap serius oleh pengamat internasional, mengingat rekam jejak militer AS baru-baru ini yang berhasil menangkap Nicolás Maduro di Venezuela dan serangan terhadap pemimpin Iran.
Di saat jaringan listrik nasional Kuba mengalami kegagalan total yang menyebabkan pemadaman listrik massal, Tiongkok terus mengirimkan peralatan, keahlian, dan pembiayaan. Juru bicara Kedutaan Besar Tiongkok di Washington, Liu Pengyu, menegaskan bahwa kerja sama ini bertujuan melindungi hak hidup rakyat Kuba dari intervensi eksternal.
Analis dari Ember, Dave Jones, menyebut fenomena ini sebagai salah satu revolusi surya tercepat di dunia. "Kuba mungkin sedang berada di tengah-tengah revolusi surya paling pesat, melampaui banyak negara lain, termasuk Amerika Serikat, dalam hal pangsa listrik tenaga surya," ungkapnya.
Berbeda dengan negara lain seperti Pakistan saat pemasangan panel surya dilakukan secara mandiri oleh warga, di Kuba, perusahaan-perusahaan Tiongkok turun langsung melakukan instalasi skala besar secara cepat. Mereka tidak hanya menjual barang, tetapi membangun infrastruktur strategis yang mampu mengubah lanskap energi nasional dalam hitungan minggu.
Namun, dukungan energi ini tidak lepas dari kecurigaan keamanan. AS menuduh Tiongkok membangun stasiun pengintai di Kuba yang mampu mengumpulkan intelijen elektronik di wilayah Tenggara Amerika Serikat. Keberadaan situs-situs yang terkait dengan Beijing ini memperkeruh hubungan trilateral antara Washington, Havana, dan Beijing.
Meskipun kapasitas tenaga surya meningkat drastis, Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel mengakui bahwa negaranya masih belum bisa lepas sepenuhnya dari ketergantungan minyak. "Bahkan dengan semua yang kita bangun, kita tetap butuh minyak," tuturnya dalam pidato nasional.
Apa penyebab utama mati lampu di Kuba?
Kegagalan total sistem kelistrikan nasional akibat kekurangan bahan bakar minyak yang dipicu oleh blokade ekonomi Amerika Serikat.
Seberapa besar peran Tiongkok dalam energi Kuba?
Tiongkok menyediakan teknologi panel surya dan pembiayaan, meningkatkan kontribusi energi surya dari hampir nol menjadi 10% dalam waktu satu tahun.
Apakah tenaga surya cukup untuk kebutuhan Kuba?
Saat ini belum cukup. Meskipun tumbuh pesat, Kuba masih membutuhkan sistem penyimpanan baterai skala besar untuk mengatasi defisit listrik pada malam hari. (Washington Post/I-2)
Pemerintahan Donald Trump dilaporkan ingin singkirkan Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel. AS tutup pintu diplomasi selama Diaz-Canel menjabat. Cek detailnya!
Presiden AS Donald Trump memberikan ancaman paling eksplisit terhadap Kuba saat pulau tersebut lumpuh akibat pemadaman listrik total dan blokade minyak.
Jaringan listrik Kuba kolaps total setelah pasokan minyak terputus akibat blokade AS. Di tengah krisis, Donald Trump lempar isu intervensi militer.
Demonstrasi langka pecah di Kuba. Massa merusak kantor Partai Komunis di tengah krisis makanan dan pemadaman listrik hingga 15 jam akibat blokade minyak.
Ekuador usir Dubes Kuba setelah Trump wacanakan "friendly takeover". Menlu Kuba sebut langkah ini akibat tekanan agresif AS untuk isolasi Havana di kawasan.
Angkatan Laut AS memensiunkan kapal penyapu ranjau di tengah ancaman Iran di Selat Hormuz. Simak perbandingan kekuatan maritim AS vs Tiongkok di sini.
Iran intensifkan GPS spoofing menggunakan teknologi Beidou Tiongkok. Simak dampaknya bagi penerbangan militer AS dan Israel.
Tiongkok merespons permintaan Donald Trump terkait pengamanan Selat Hormuz. Beijing desak penghentian operasi militer dan fokus pada stabilitas ekonomi global.
Pada 9 Maret 2026, Hotel Ciputra Jakarta secara resmi menerima sertifikasi Chinese Friendly Hotel dari Agen Perjalanan asal Tiongkok, Ctrip.
Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Wang Lutong menyampaikan bahwa Tiongkok akan terus mendukung upaya perdamaian global serta menghormati kebebasan beragama di seluruh dunia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved