Headline

Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.

AS Incar Lengserkan Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel, Trump Beri Syarat Mutlak

Media Indonesia
17/3/2026 14:18
AS Incar Lengserkan Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel, Trump Beri Syarat Mutlak
Miguel Diaz-Canel.(Al Jazeera)

KETEGANGAN diplomatik antara Amerika Serikat (AS) dan Kuba memasuki babak baru yang krusial. Pemerintahan Presiden Donald Trump dilaporkan tengah mengincar pelengseran Presiden Kuba, Miguel Diaz-Canel, sebagai syarat mutlak bagi Havana jika ingin menjalin kesepakatan atau normalisasi hubungan dengan Washington.

Laporan The New York Times yang mengutip sejumlah sumber internal menyebutkan bahwa Washington secara tegas menyatakan tidak akan ada kesepakatan apa pun selama Diaz-Canel masih memegang tampuk kekuasaan. Meski demikian, AS dikabarkan tidak akan melakukan intervensi militer langsung, melainkan menyerahkan mekanisme perubahan kepemimpinan kepada rakyat Kuba melalui tekanan ekonomi.

Syarat Mutlak Perubahan Struktural Ekonomi

Sejumlah pejabat tinggi dalam pemerintahan Donald Trump meyakini bahwa keberadaan Diaz-Canel menjadi penghambat utama bagi perubahan struktural ekonomi di negara kepulauan tersebut. Washington menilai reformasi ekonomi yang lebih terbuka kecil kemungkinan akan didukung oleh Diaz-Canel yang dikenal sebagai loyalis ideologi Partai Komunis Kuba.

Berbeda dengan pendekatan sebelumnya, Washington saat ini dilaporkan tidak lagi memfokuskan tindakan terhadap keluarga Castro, melainkan secara spesifik menargetkan administrasi Diaz-Canel sebagai simbol status quo yang harus diakhiri.

Tekanan Ekonomi: Sanksi Minyak dan Tarif Impor

Sebagai langkah konkret untuk menekan Havana, Presiden Trump menandatangani perintah eksekutif pada akhir Januari 2026. Perintah ini memberikan wewenang penuh kepada Washington untuk mengenakan tarif impor berat terhadap barang-barang dari negara mana pun yang masih memasok minyak ke Kuba.

Langkah agresif ini disertai dengan penetapan status darurat nasional oleh AS. Alasannya, ada ancaman terhadap keamanan nasional yang diduga bersumber dari aktivitas pemerintah Havana di kawasan Karibia.

Respons Havana: Pemerintah Kuba bereaksi keras atas langkah AS ini. Havana menuduh Washington sengaja melakukan sabotase ekonomi secara sistematis untuk memperburuk kondisi hidup masyarakat Kuba demi memicu pergolakan sipil.

Profil Miguel Diaz-Canel

Miguel Diaz-Canel merupakan politikus senior Partai Komunis Kuba yang mulai menjabat sebagai Presiden sejak April 2018, menggantikan posisi Raul Castro. Sebelum mencapai kursi kepresidenan, ia menjabat sebagai Wakil Presiden Pertama Dewan Negara dan Dewan Menteri pada periode 2013-2018.

Di bawah kepemimpinannya, Kuba terus berupaya mempertahankan kedaulatan sosialisnya di tengah kepungan sanksi ekonomi AS yang semakin intensif sejak kembalinya Donald Trump ke Gedung Putih.

Para analis geopolitik memprediksi bahwa kebijakan tanpa kompromi dari Washington ini akan semakin mengisolasi Kuba secara finansial, sekaligus menguji ketahanan rezim komunis di Havana dalam menghadapi tekanan inflasi dan kelangkaan energi yang kian parah. (Sputnik/RIA Novosti/Ant/I-2)

FAQ: Konflik Diplomatik AS-Kuba 2026

  • Mengapa AS ingin Miguel Diaz-Canel mundur? AS menganggap Diaz-Canel sebagai penghambat reformasi ekonomi dan demokrasi di Kuba.
  • Apa sanksi terbaru yang dijatuhkan Trump? AS mengenakan tarif impor bagi negara pemasok minyak ke Kuba dan menetapkan status darurat keamanan nasional.
  • Bagaimana posisi keluarga Castro saat ini? Laporan menyebutkan AS tidak lagi menargetkan keluarga Castro secara langsung, melainkan fokus pada struktur pemerintahan aktif saat ini.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya