Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
LEMBAGA Persahabatan Ormas Islam (LPOI) bersama Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Wang Lutong menyerukan kewaspadaan terhadap potensi krisis global akibat perang dan ancaman bencana ekologis.
Seruan tersebut disampaikan saat 'Tadarus Ekologi, Buka Puasa Bersama dan Berbagi' di Jakarta, Jumat (13/3/2026). Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh lintas agama, pimpinan organisasi masyarakat Islam, komunitas profesional, serta Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.
Menurut Ketua Umum LPOI Prof Dr KH Said Aqil Siroj konflik berkepanjangan di Timur Tengah berpotensi memicu krisis pangan, energi, dan finansial secara global. Ketergantungan negara-negara dunia terhadap minyak dan gas, pupuk pertanian, serta sistem transaksi digital dan keuangan global membuat stabilitas dunia sangat bergantung pada situasi damai.
Di sisi lain, ia juga menyoroti ancaman bencana ekologis akibat perubahan iklim, kerusakan lingkungan, dampak industrialisasi, serta kerentanan kondisi tanah yang semakin menekan berbagai aspek kehidupan manusia. “Perlu dilakukan adaptasi dan mitigasi atas berbagai kemungkinan yang terjadi akibat perang dan ancaman bencana ekologis. Kedaulatan pangan, energi, keuangan, serta kenyamanan ibadah haji dan umrah yang berpotensi terganggu harus segera dicarikan solusi,” ujar Said Aqil.
Ia menambahkan, opsi-opsi strategis untuk mengurangi ketergantungan impor di berbagai sektor perlu dipercepat. Selain itu, peningkatan kecerdasan masyarakat menjadi penting agar tidak tertinggal dalam kompetisi global, termasuk menghadapi perang digital, serangan siber, serta perkembangan teknologi persenjataan modern.
Said Aqil juga mengingatkan kemungkinan penyalahgunaan teknologi pengendali cuaca seperti HAARP (High-frequency Active Auroral Research Program) yang berpotensi dimanfaatkan untuk rekayasa iklim.
Di sisi lain, Indonesia juga harus mengantisipasi kerentanan bencana alam mengingat posisinya yang berada di kawasan Ring of Fire. Mantan Ketua Umum PBNU tersebut menekankan bahwa kedaulatan suatu negara saat ini tidak hanya ditentukan oleh kedaulatan teritorial, tetapi juga oleh berbagai dimensi lain. Seperti, kedaulatan digital, kedaulatan data dan informasi, kedaulatan ekologis, pangan, energi, serta penguasaan teknologi futuristik.
“Positioning suatu bangsa juga dapat berubah melalui valuasi berbasis kedaulatan data dan informasi yang menunjukkan seberapa besar aset dan kekuatan suatu negara,” tambahnya.
Ia menilai, Indonesia perlu melakukan evaluasi ulang terhadap aset-aset strategis nasional agar dapat menegosiasikan posisinya di tingkat global sebagai negara maju yang berdaulat.
Dalam kesempatan itu, Said Aqil juga mendorong negara-negara BRICS Plus yang dipimpin Tiongkok agar mampu menghadirkan solusi terhadap berbagai dinamika dan problem global. “Perang atas nama apa pun harus dihentikan dan krisis ekologi harus diakhiri agar peradaban dunia tidak bergerak menuju kehancuran,” tegasnya.
Sementara itu, Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Wang Lutong menyampaikan bahwa Tiongkok akan terus mendukung upaya perdamaian global serta menghormati kebebasan beragama di seluruh dunia. Ia juga menyatakan keterbukaan Tiongkok untuk bekerja sama dalam proses pembelajaran terkait penyelamatan ekologi dan pengembangan teknologi.
“Tadarus Ekologi, Buka Puasa Bersama dan Berbagi merupakan bentuk komitmen nyata Tiongkok untuk hadir bersama masyarakat Muslim Indonesia serta menunjukkan kepedulian terhadap kemanusiaan,” ujarnya.
AUDIT SDA
Selain itu, Said Aqil yang juga menjabat Ketua Umum Majelis Islam A’la Indonesia (MIAI) mengusulkan kepada pemerintah untuk melakukan audit neraca sumber daya alam dan neraca sumber daya manusia guna memetakan potensi nasional secara lebih akurat.
Para pemimpin bangsa harus mampu melihat dengan jelas berbagai potensi yang bisa di valuasi sebagai 'Modal Negara' dan menjawab secara Presisi Ancaman tantangan, Gangguan dan Hambatan Apa saja yang kita Hadapi dan harus segera di solusikan. Pada Saat yang sama mengusulkan kepada Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, agar mengembangkan Skema Gotong Royong Kemanusiaan dan Lingkungan Hidup dalam 'Skema Trust Fund' berbasis inisiatif 'People to People'.
Menutup pernyataannya, Said Aqil menekankan pentingnya memperkuat hubungan persaudaraan antara masyarakat Muslim Indonesia dan Tiongkok dalam berbagai bidang strategis. “Ketika Muslim Indonesia dan Muslim Tiongkok terhubung erat dalam persaudaraan kemanusiaan, persaudaraan keislaman, dan persaudaraan global, yang didukung oleh ekosistem pangan, energi, teknologi, keuangan, dan ekologi, maka hubungan tersebut dapat menjadi penjaga peradaban kedua bangsa serta berkontribusi pada stabilitas global,” pungkasnya. (H-1)
Perang akan memicu krisis pangan, disrupsi energi, gelombang pengungsi, kemiskinan ekstrem, pelanggaran hak asasi manusia, serta instabilitas ekonomi global.
Menurut KH Said Aqil, kini saatnya kita percepat konsolidasi ekologi, dengan melakukan pemulihan ekosistem, mewujudkan keadilan ekologis.
Ia menilai munculnya narasi-narasi negatif terhadap pesantren tidak hanya menyakiti hati umat Islam, tetapi juga berpotensi mengganggu harmoni sosial.
Spirit Islam dan spirit Konfusianisme yang telah menyebar luas di seluruh penjuru dunia dapat dioptimalkan menjadi instrumen penghubung yang dapat meredam konflik dan perselisihan.
Nilai tambah investasi, industri dan ekosistem halal bukan hanya secara finansial, namun juga dapat menjadi ujung tombak soft diplomacy dan branding untuk Indonesia di mata global.
Jalur kereta api Beijing-Pyongyang resmi dibuka kembali mulai Kamis ini. Ini aturan baru tiket dan siapa saja yang diperbolehkan melintas.
Perusahaan-perusahaan pertahanan terbesar di Amerika Serikat telah sepakat untuk melipatgandakan produksi empat kali lipat.
Menlu Tiongkok Wang Yi kecam perang di Timur Tengah dan desak AS kelola hubungan bilateral. Beijing tegaskan aliansi dengan Rusia tetap kokoh di tengah krisis global.
Kegiatan ini dilaksanakan guna menunjukkan kepedulian dan tanggung jawab sosial mahasiswa Indonesia bukan hanya di Tiongkok melainkan pula di tanah air.
Laporan CNN menyebut Tiongkok mulai alihkan dukungan finansial dan komponen rudal ke Iran. Simak analisis dampak geopolitik dan keterlibatan Rusia
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved