Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Lembaga Persahabatan Ormas Islam Ingatkan untuk Waspadai Krisis Ekologi Dunia dan Turbulensi Global

mediaindonesia.com
31/12/2025 21:30
Lembaga Persahabatan Ormas Islam Ingatkan untuk Waspadai Krisis Ekologi Dunia dan Turbulensi Global
Ketua Umum Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, MA.(ISTIMEWA)

LEMBAGA Persabahatan Ormas Islam (LPOI) sebagai Asosiasi Ormas Islam Indonesia, terpanggil untuk menyerukan kepada seluruh stakeholders bangsa untuk lebih mewaspadai kondisi ancaman, tantangan dan gangguan serta hambatan Global yang berpotensi merugikan Indonesia, serta mendesak untuk segera mengambil langkah langkah nyata untuk melakukan antisipasi dan mitigasi secara lebih presisi.

Ketua Umum Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, MA, menyampaikan bahwa seluruh pemangku kepentingan di Indonesia, khususnya penyelenggara negara, harus lebih waspada dan lebih sigap lagi dalam mengantisipasi dan melakukan mitigasi terhadap ancaman dan tantangan krisis ekologi dunia dan turbulensi global yang berpeluang menekan Indonesia pada situasi dan Kondisi yang tidak menguntungkan ini. “Seluruh warga bangsa hendaknya lebih solid dalam memperkuat solidaritas sosial dan meneguhkan kembali komitmen kebangsaan, agar tidak mudah dipecah belah oleh siapapun disaat krisis melanda,” kata Said Aqil dalam sebuah pernyataan pers LPOI pada Rabu (31/12).

KH Said Aqil, yang juga mantan Ketua Umum PBNU itu menjelaskan, kini saatnya kita percepat konsolidasi ekologi, dengan melakukan pemulihan ekosistem, mewujudkan keadilan ekologis. "Dan mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan dan arif seta bijaksana, dengan mengintegrasikan aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan secara holistic, sebelum semuanya terlambat," tambahnya lagi.

Kyai Said Aqil Siroj, yang juga Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menegaskan berbagai upaya dan percepatan ikhtiar lahir yang harus disegerakan, dan yang terpenting dan tidak boleh dilupakan. “Indonesia Harus Melakukan Konsolidasi Spiritual, dengan menggerakan Kekuatan Doa dan Iktiar batiniyah, Rekayasa Kosmik Spiritual, Memperbanyak Sedekah Kepada Sesama, Sedekah Kepada Alam dan Bumi, serta memperkuat kembali nilai-nilai spiritual dan keimanan, agar Allah SWT, Agar Tuhan Yang Maha Esa melindungi bangsa dan Negara Indonesia, dari segala hal-hal yang tidak diinginkan,” lanjutnya.

Dalam pernyataan Pers yang dihadiri, Prof. DR. KH. Said Aqil Siroj, MA, Prof, Dr. KH. Yusnar Yusuf Rangkuti, Dr. KH. Anwar Sanusi, Dr. KH. Baharudin Husein, Dr. THG Muslihan Habib, KH. Ahmad Sadeli LC, Ustadz Ir. H. Muhammad Faisal, KH. Abdullah Jahidi, Dr. H. Bina Suhendera, Imam Pituduh, SH, MH, H, Muhammad Yunus SE, H. Deni Sanusi BA, Ir. H. Yance Andrianto, Dr. H. Sofwan Imam Yahya, H. Indra Hidayat, SE, H. Rohmat Faisol, SH, MH dan para Pimpinan lainnya sebagai representasi Ormas Ormas Anggota LPOI.

Dalam pernyataan pers tersebut LPOI Menegaskan Sikap dan keprihatinannya. Ada 15 poin yang disampaikan KH Said.

Poin pertama, KH Said menyebutkan bahwa bencana yang telah melanda di Tanah Air akhir-akhir ini adalah teguran keras dari Allah SWT atas kelalaian dan kurangnya kepedulian kita atas Mandat Ekologis yang telah dititahkan. "Saat nya kita harus berani mengakui bahwa bencana ini adalah 'Bencana Bagi Bangsa Indonesia' dan Semua Warga Bangsa Indonesia harus lebih sigap dan Bersama sama bahu membahu dengan pemerintah untuk melakukan percepatan penanganan bencana (disaster management) dan percepatan pemulihan (disaster recovery)," kata KH Said.

Oleh karena itu, di poin kedua, KH Said mendesak segera dipercepat Konsolidasi Nasional (National Consolidation) dalam Bingkai Konsolidasi Ekologi, Konsolidasi Sosial dan Konsolidasi Ekonomi serta Konsolidasi Spiritual, agar bangsa Indonesia senantiasa siap dan siaga dalam menghadapi kemungkinan terjadinya Krisis Ekologi, Krisis Sosial, Krisis Ekonomi dan Krisis Politik Global yang akan berdampak bagi Indonesia.

Di poin terakhir, KH Said mengajak agar semua bersama-sama membangun optimisme tahun 2026, sebagai tahun kebangkitan dan kemakmuran Indonesia. "Dengan senantiasa mengharap Berkah maunah rohmat dan ridho Allah SWT, Insyaallah Indonesia Jaya Selamanya," tutupnya. (H-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Denny parsaulian
Berita Lainnya