Headline

Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.

Indonesia Incar Investasi dan Basis Produksi Pangan di Forum Bisnis Wuhan 2026

Mohamad Farhan Zhuhri
31/3/2026 10:38
Indonesia Incar Investasi dan Basis Produksi Pangan di Forum Bisnis Wuhan 2026
Indonesia–China Food & Ecosystem Forum 2026, yang berlangsung bersamaan dengan The 14th China Food Trade Fair 2026 di Wuhan, Tiongkok.(MI/HO)

PEMERINTAH Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperkuat ekosistem pangan nasional melalui kerja sama ekonomi strategis dengan Tiongkok. Langkah ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Indonesia–China Food & Ecosystem Forum 2026, yang berlangsung bersamaan dengan The 14th China Food Trade Fair 2026 di Wuhan, Tiongkok.

Forum ini dirancang bukan sekadar untuk mendorong angka ekspor, melainkan sebagai upaya menarik investasi industri masuk ke tanah air. Target utamanya adalah mentransformasi posisi Indonesia dari sekadar pasar menjadi basis produksi global.

Transformasi Menuju Basis Produksi

Ketua Umum ATTEC, Budihardjo Iduansjah, menjelaskan bahwa forum ini merupakan instrumen penting bagi penguatan fasilitas produksi dalam negeri.

“Kami tidak hanya mendorong ekspor, tetapi juga membuka peluang investasi industri ke Indonesia. Kita ingin pembangunan fasilitas produksi di dalam negeri agar mampu memenuhi kebutuhan domestik dan ekspor,” ujar Budihardjo dalam keterangannya, Selasa (31/3).

Sejalan dengan visi tersebut, kesepakatan konkret telah dicapai melalui:

  • Penandatanganan MoU dengan Liang Zhi Long Group untuk penyelenggaraan Asian Food & Ecosystem Expo (AFEX).
  • Penandatanganan Letter of Intent (LoI) bersama Chongqing Department Store Co., Ltd dan Liang Zhi Long guna memperluas jalur distribusi produk Indonesia di pasar Tiongkok.

Optimalisasi Pasar dan Rantai Pasok

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, optimistis bahwa skala pasar Tiongkok yang masif dapat dimanfaatkan untuk memperluas akses produk lokal ke level global.

“Kami optimistis kerja sama ini tidak hanya memperkuat perdagangan bilateral, tetapi juga membuka akses lebih luas bagi produk Indonesia di pasar global,” tuturnya.

Di sisi lain, Menteri UMKM Maman Abdurrahman menekankan bahwa kolaborasi ini harus mencakup tiga prioritas utama:

  1. Penguatan rantai pasok pangan terintegrasi.
  2. Kolaborasi teknologi dan inovasi.
  3. Perluasan akses pasar dan investasi.

Menteri Maman menegaskan pentingnya hubungan yang berkelanjutan dan setara bagi kedua belah pihak. 

"Kerja sama harus diwujudkan dalam kemitraan konkret dan berjangka panjang. Kehadiran Paviliun Indonesia mencerminkan komitmen untuk memperkenalkan produk pangan berkualitas ke pasar global. Untuk itu, kerja sama harus dibangun atas dasar kepercayaan, kemitraan yang setara, serta prinsip saling menguntungkan," jelasnya.

Melalui sinergi di Wuhan ini, pemerintah memproyeksikan Indonesia akan semakin kompetitif sebagai destinasi investasi sekaligus mitra strategis dalam rantai pasok pangan dunia. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya