Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

China Conference Southeast Asia 2026 Digelar di Jakarta untuk Wadah Dialog Investasi

Andhika Prasetyo
31/1/2026 21:23
China Conference Southeast Asia 2026 Digelar di Jakarta untuk Wadah Dialog Investasi
konferensi pers persiapan China Conference: Southeast Asia (CCA) 2026.(SCMP)

South China Morning Post (SCMP) akan menyelenggarakan forum bisnis internasional China Conference: Southeast Asia (CCA) 2026 di Jakarta pada 10-11 Februari 2026. Forum prestisius ini digelar bekerja sama dengan Danantara Indonesia sebagai country host partner dan Kadin Indonesia sebagai strategic partner. Bertempat di Hotel St Regis Jakarta, agenda ini menjadi bagian dari upaya memperkuat dialog ekonomi dan investasi kawasan, sekaligus memperingati 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Tiongkok.

Penyelenggaraan CCA 2026 dinilai memiliki nilai strategis tinggi karena bertepatan dengan rangkaian agenda APEC. Forum itu juga akan menghadirkan para CEO dan pengambil keputusan dari 21 ekonomi APEC, termasuk Tiongkok dan Hong Kong.

Wakil Ketua Kadin Indonesia, Shinta Widjaja Kamdani, menilai momentum ini membuka peluang besar bagi Indonesia.

“China Conference Southeast Asia 2026 sangat strategis karena berlangsung bersamaan dengan agenda APEC, di mana Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan APEC Business Advisory Council (ABAC) pada Februari 2026,” ujar Shinta di Jakarta.

Selama dua hari, forum akan mengulas tiga pilar utama, yakni diplomasi dan geopolitik, perdagangan serta arus modal, dan peran teknologi yang mencakup sektor fintech, rantai pasok, serta keberlanjutan. Sejumlah perusahaan teknologi besar asal Tiongkok dipastikan hadir, antara lain Alibaba Cloud, Huawei, Ant International, dan Fosun Health Group. Director Global Events SCMP, Razlan Manjiaji, menjelaskan bahwa forum ini akan diikuti oleh lebih dari 30 perusahaan Chuhai, yakni perusahaan Tiongkok yang berekspansi ke pasar internasional.

Executive Managing Editor SCMP, Zuraidah Ibrahim, menegaskan bahwa CCA 2026 dirancang sebagai platform penghubung yang mempertemukan pelaku bisnis lintas negara.

“Kami menjadi wadah bagi para pemimpin untuk bertukar ide, informasi, dan wawasan sehingga dapat mengambil keputusan investasi yang tepat,” jelas Zuraidah.

Ia juga menekankan fokus SCMP pada isu ekonomi global. “Kami sangat fokus pada ekonomi karena kami percaya di situlah manfaat terbesar bagi kemajuan umat manusia dapat diwujudkan,” imbuhnya.

Antusiasme terhadap Indonesia sebagai tuan rumah juga tercermin dari komposisi peserta. Menurut Zuraidah, forum ini akan dihadiri lebih dari 500 peserta, dengan hampir separuh berasal dari luar negeri. Proporsi sekitar 54 persen peserta domestik dan sisanya internasional dinilai mencerminkan tingginya minat global terhadap Indonesia sebagai destinasi investasi dan mitra strategis kawasan.

Kolaborasi SCMP dengan Kadin Indonesia dan Danantara Indonesia merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman yang ditandatangani pada Oktober 2025. Dengan dukungan tersebut, CCA 2026 tidak hanya ditargetkan menjadi forum diskusi, tetapi juga diharapkan mampu melahirkan kemitraan dan peluang investasi konkret, sekaligus mengukuhkan posisi Jakarta sebagai pusat dialog ekonomi strategis di Asia Tenggara. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya