Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Saat Minat Investor Tiongkok Melemah di Residensial Australia

Wisnu Arto Subari
10/12/2025 12:06
Saat Minat Investor Tiongkok Melemah di Residensial Australia
(MI/HO)

LANSKAP pengembangan residensial Australia tengah mengalami tekanan akibat melemahnya minat investor asing. Ini khususnya dari Tiongkok yang selama bertahun-tahun menjadi sumber permintaan terbesar. One Global Capital justru bergerak melawan arus. 

Perusahaan yang didirikan Iwan Sunito itu justru memperluas skala usaha, mempercepat akuisisi, dan membuktikan kinerja yang jauh melampaui rerata industri. Perusahaan pun mencatat tonggak penting melalui perolehan lisensi AFSL Wholesale penuh yang memungkinkan pengelolaan modal dari investor beraset tinggi dan institusi dengan tata kelola serta struktur investasi yang jauh lebih canggih. 

Dengan lisensi itu, perusahaan berevolusi dari pengembang properti menjadi platform manajemen dana dan investasi real estat internasional. Ini memperluas jangkauan investor termasuk dari Indonesia sebagau salah satu pasar dengan pertumbuhan kelas menegah-atas tercepat di Asia.

Dalam dua tahun terakhir, Iwan Sunito memperluas portofolio di koridor pertumbuhan paling dinamis di Sydney, seperti Green Square, Chatswood, Macquarie Park, dan Eastlakes. Salah satu proyek unggulan, Eastlakes One Global Gallery, ditopang kuatnya pendapatan sewa dan ekosistem ritel yang terkurasi serta berfokus pada komunitas.

Bahkan, salah satu penyewa Utama, Woolworths, mencetak lonjakan omzet bulanan dari AU$140.000 menjadi lebih dari AU$520.000. Catatan ini menjadikannya salah satu gerai dengan omzet per meter persegi paling tinggi di Australia.

Riset yang dilakukan Savills di November memperkuat narasi tersebut. Menurut konsultan properti ini, nilai aset Eastlakes One Global Gallery meningkat dari AU$19,5 juta saat diakuisisi pada September 2024 menjadi lebih dari AU$33 juta pada Oktober dengan lonjakan mencapai 69,2%.

"Dari sisi ekuitas, pertumbuhannya menembus 130% hanya dalam satu tahun pertama, sesuai proyeksi kami, hanya saja lebih cepat. Ini membuktikan bahwa disiplin strategi, kriteria seleksi aset, dan kekuatan berinvestasi pada kawasan yang memiliki nilai masa depan menjadi hal yang wajib diperhitungkan," papar Iwan dalam keterangan resmi, Rabu (10/12).

Iwan juga memastikan bahwa One Global Capital sedang mempersiapkan pembagian dividen tahap pertama di akhir 2025 yang akan dilanjutkan pada kuartal I 2026. Momentum positif juga terjadi di Macquarie Park--lokasi pembangunan hotel keempat One Global Capital--yang akan dibangun menggunakan menggunakan Robotic Volumetric Modular Construction demi mempercepat waktu konstruksi. (Was)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya