Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Tren Investasi 2026 Fokus pada Portofolio Tahan Gejolak

Insi Nantika Jelita
27/2/2026 22:24
Tren Investasi 2026 Fokus pada Portofolio Tahan Gejolak
ilustrasi(Antara)

Tren investasi pada 2026 diproyeksikan semakin mengarah pada penguatan portofolio yang mampu bertahan di tengah gejolak pasar, seiring berubahnya pola pikir investor yang tidak lagi mengejar keuntungan instan. Chief Marketing Officer (CMO) Nanovest Jovita Widjaja menilai investor, khususnya generasi muda, kini lebih menitikberatkan pada strategi jangka panjang dengan komposisi aset yang sehat dan adaptif terhadap ketidakpastian global. 

Hal ini disampaikan Jovita dalam Golden Hours di Jakarta, Kamis (26/2), yang dihadiri pakar finansial berpengalaman di bidang investasi serta berbagai komunitas melek finansial. 

“Kami melihat perubahan pola pikir investor, terutama generasi muda. Fokusnya bukan lagi mencari investasi cepat naik, tetapi membangun portofolio sehat dan bertahan dalam berbagai kondisi pasar yang penuh ketidakpastian," ujar Jovita dalam keterangan resmi.

Sepanjang 2025, platform Nanovest mencatat pertumbuhan signifikan, baik dari sisi pengguna maupun aktivitas transaksi. Trading volume meningkat sekitar 70% secara tahunan (yoy) dengan total lebih dari 1,1 juta pengguna yang telah terverifikasi (KYC).  Pertumbuhan ini didukung peluncuran berbagai produk inovatif berbasis Web3 seperti IDDB, Crypto Staking, Gadai Digital, dan Web3 Trading. Meski demikian, di saat yang sama perilaku investor mulai berubah.

Di tengah ketidakpastian geopolitik dan dinamika ekonomi global, aliran dana institusi yang berpotensi meningkat dinilai dapat menjadi katalis bagi penguatan saham-saham berkinerja solid. Tingginya volatilitas perdagangan juga mendorong investor lokal memperluas wawasan dengan melirik saham Amerika Serikat sebagai alternatif investasi.

Menjawab kebutuhan tersebut, Nanovest sebagai platform investasi aset digital dengan pilihan saham Amerika Serikat lengkap menyediakan akses ke koleksi saham AS yang komprehensif, sehingga pengguna dapat membangun portofolio saham AS dengan nyaman dalam satu aplikasi. Melalui program Golden Hours, Nanovest membantu investor menyusun langkah yang lebih terukur dan berkelanjutan. 

"Diharapkan investor dapat menyusun strategi yang tepat dari pakar-pakar yang ada," kata Jovita.

Dalam kesempatan yang sama, Chief Marketing Officer Jarvis Asset Management Tjoe Ay menilai pergerakan aliran dana (money flow) masih akan menjadi faktor utama yang memengaruhi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 2026. 

Ia memperkirakan aliran dana dari investor institusi seperti dana pensiun, perusahaan asuransi, dan BPJS akan meningkat. Jika arus dana institusi tersebut bertambah, maka saham-saham dengan fundamental kuat berpotensi menerima aliran dana yang lebih besar. 

"Karena itu, pada 2026 saham fundamental dinilai layak untuk dilirik," katanya.

Sementara itu, Investment Expert Jason Nathanael menilai kombinasi antara aset pertumbuhan dan aset stabil menjadi strategi paling relevan, khususnya bagi Gen Z dan milenial yang mulai merencanakan keuangan jangka panjang. 

Menurutnya, portofolio ideal ke depan bukan lagi soal memilih satu aset terbaik, melainkan mengombinasikan beberapa peran aset. Aset pertumbuhan berfungsi menangkap peluang ekonomi baru, sementara aset defensif menjaga daya beli. 

"Investor muda justru punya keunggulan waktu, sehingga strategi seimbang sejak awal akan jauh lebih berdampak dalam jangka panjang," tuturnya. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya