Headline

Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.

IHSG Hari Ini 25 Februari 2026: Menguat jelang Pidato Trump dan Kebijakan Tarif AS

Andhika Prasetyo
25/2/2026 10:39
IHSG Hari Ini 25 Februari 2026: Menguat jelang Pidato Trump dan Kebijakan Tarif AS
ilustrasi(Antara)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada pembukaan perdagangan Rabu, 25 Februari 2026, mengalami penguatan. Kondisi tersebut dipicu sikap wait and see pelaku pasar terhadap dinamika ekonomi dan geopolitik global.

IHSG hari ini dibuka naik 37,32 poin atau sekitar 0,45% ke level 8.318,15. Kenaikan juga terjadi pada indeks LQ45 yang berisi saham unggulan, yang menguat 3,41 poin atau 0,41% ke posisi 841,04. Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas menilai arah pergerakan pasar saat ini sangat dipengaruhi faktor eksternal, terutama perkembangan kebijakan ekonomi Amerika Serikat.

“Reaksi pelaku pasar akan sangat bergantung pada isi pidato Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, keputusan tarif AS, serta dinamika ekonomi China dan geopolitik di kawasan Timur Tengah,” tulis mereka dalam kajian.

Ke depan, IHSG diperkirakan akan bergerak volatil karena sensitivitas tinggi terhadap sentimen global tersebut.

Dari sisi domestik, saham berbasis ekspor dan komoditas dinilai lebih rentan terhadap tekanan apabila terjadi peningkatan risiko global. Sebaliknya, sektor defensif serta saham yang berorientasi pada pasar domestik berpotensi menjadi pilihan investor jika sentimen risk-off meningkat.

Tekanan eksternal juga datang dari kebijakan perdagangan AS. Pemerintah AS diketahui telah menerapkan tarif tambahan sebesar 10 persen terhadap barang impor melalui Section 122, dengan peluang kenaikan hingga 15 persen masih terbuka.

Ketidakpastian arah kebijakan ini dinilai meningkatkan premi risiko global. Kondisi tersebut berpotensi mendorong sikap risk-off di pasar, yang umumnya berdampak pada pelemahan mata uang negara berkembang seperti rupiah, tekanan terhadap saham berbasis ekspor dan komoditas, serta kemungkinan kenaikan imbal hasil obligasi akibat permintaan kompensasi risiko yang lebih tinggi dari investor. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya