Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
Upaya Indonesia memperluas arus investasi asing terus dipercepat, salah satunya melalui Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang (PT KITB). Kawasan industri yang berada di bawah Holding BUMN Danareksa itu menggelar rangkaian business matching dan site visit dengan sejumlah perusahaan serta lembaga industri terkemuka di Shanghai dan Ningbo, Tiongkok. Agenda strategis yang difasilitasi Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) Beijing ini bertujuan langsung untuk membuka peluang kemitraan baru sekaligus menarik investor global masuk ke Indonesia, khususnya ke KEK Industropolis Batang.
Pertemuan-pertemuan yang digelar di Shanghai memfokuskan pembahasan pada peluang kolaborasi investasi dan transfer teknologi, terutama pada dua sektor prioritas. Pertama, industri kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV), yang mencakup penguatan rantai pasok, baterai, komponen otomotif presisi, platform kendaraan kecil-menengah, hingga teknologi manufaktur seperti ultrasonic welding dan injection molding. Kedua, industri alat kesehatan (medical devices) melalui dialog strategis dengan pengembang perangkat medis dan calon investor teknologi kesehatan.
Delegasi KITB dipimpin oleh Direktur Pemasaran dan Pengembangan Bisnis PT KITB, Indri Septa Respati, sementara dari Tiongkok hadir perusahaan-perusahaan strategis yang mewakili sektor otomotif, energi baru, manufaktur presisi, teknologi mesin industri, serta lembaga promosi investasi regional. Indri menekankan bahwa forum ini merupakan langkah penting untuk menempatkan Indonesia sebagai pemain utama dalam industri masa depan.
“Kami ingin memastikan Indonesia bukan hanya pasar, tetapi juga pusat produksi global yang kompetitif. KEK Industropolis Batang siap menjadi lokomotifnya,” ujarnya.
Dalam presentasinya, Industropolis Batang menegaskan daya tarik kawasan tersebut melalui berbagai keunggulan, antara lain fasilitas insentif fiskal dan nonfiskal SEZ, infrastruktur siap pakai serta konektivitas logistik nasional, akses ke pelabuhan internasional, dan ekosistem industrial city yang lengkap, mulai dari hunian, fasilitas komersial, hingga sarana pendukung lainnya.
Direktur IIPC Beijing, Rizaldi Indra Janu, menambahkan bahwa pemerintah Indonesia memberikan dukungan penuh untuk membuka jalur investasi dari Tiongkok.
“IIPC Beijing berkomitmen menjadi jembatan antara industri Tiongkok dan peluang investasi di Indonesia. Shanghai adalah pintu strategis untuk mempertemukan investor dengan kawasan potensial seperti Industropolis Batang,” tegasnya. (E-3)
OneSmartServices telah menyelesaikan kurang lebih 630 proyek dengan ratusan klien yang tersebar di berbagai sektor, termasuk Grand Hyatt, Sinar Mas Land, APP Sinarmas, MAP
KEK ETKI Banten meresmikan Kawasan Pabean untuk mempercepat arus barang, meningkatkan efisiensi kepabeanan, dan menarik investasi lintas sektor di BSD City.
Warga siap mendukung proyek KEK selama memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan ekonomi dan masa depan generasi Bali.
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang meraih penghargaan bergengsi Indonesia Corporate Sustainability (ICS) Award 2025
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang berhasil meraih penghargaan.atas kontribsui dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Sebuah instalasi seni interaktif dibangun untuk menerjemahkan filosofi investasi Sucor AM ke dalam pendekatan yang strategis dan mudah dipahami.
Kawasan timur Jakarta terus menguat sebagai salah satu episentrum pertumbuhan ekonomi regional. Kabupaten Bekasi mencatat realisasi investasi mencapai Rp61,8 triliun.
Moody’s menahan rating Indonesia di Baa2. Pemerintah klaim ekonomi dan fiskal tetap kuat, defisit terjaga, Danantara dan MBG jadi tumpuan investasi.
Banyaknya peraturan yang tumpang tindih, proses perizinan yang berlapis, serta perubahan kebijakan yang terlalu sering telah menjadi penghambat nyata bagi investasi di Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta Danantara Indonesia untuk menjelaskan kepastian arah kebijakan fiskal Indonesia kepada Moody's.
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) resmi memulai groundbreaking proyek hilirisasi fase I.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved