Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA emas dunia diperkirakan bergerak menguat secara moderat pada perdagangan Kamis (26/2), didorong oleh sentimen permintaan aset lindung nilai (safe haven) di tengah ketidakpastian global.
Sejumlah analis pasar memperkirakan emas masih berada dalam tren kenaikan jangka pendek setelah mencatat reli dalam beberapa sesi terakhir. Faktor geopolitik serta dinamika kebijakan moneter global menjadi pendorong utama pergerakan logam mulia tersebut.
Secara fundamental, minat investor terhadap emas tetap tinggi sebagai instrumen lindung nilai terhadap risiko inflasi dan volatilitas pasar keuangan. Proyeksi jangka panjang dari sejumlah lembaga keuangan global yang optimistis terhadap harga emas turut menopang sentimen positif.
Namun demikian, pelaku pasar tetap mencermati potensi tekanan dari penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan pergerakan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Jika dolar AS menguat signifikan, harga emas berpotensi tertahan karena keduanya memiliki korelasi terbalik.
Secara teknikal, emas diperkirakan bergerak dalam rentang terbatas dengan kecenderungan menguat.
Level dukungan (support) terdekat diperkirakan berada di kisaran 5.180–5.200 dolar AS per troy ounce. Sementara itu, level hambatan (resistance) berada di area 5.250–5.280 dolar AS per troy ounce.
Apabila harga mampu menembus level 5.300 dolar AS per troy ounce, peluang penguatan lanjutan terbuka dalam jangka pendek. Sebaliknya, jika terjadi aksi ambil untung, harga berpotensi terkoreksi sehat sebelum melanjutkan tren.
Analis mengingatkan bahwa volatilitas masih cukup tinggi, terutama menjelang rilis data ekonomi utama dan perkembangan kebijakan bank sentral global. Investor disarankan mencermati sentimen pasar serta menjaga manajemen risiko.
Dengan mempertimbangkan faktor fundamental dan teknikal, harga emas pada Kamis (26/2) diproyeksikan bergerak dalam skenario bullish moderat dengan potensi kenaikan terbatas. (Cah/P-3)
Nilai tukar Mata Uang Rupiah hari ini (12/3/2026) melemah 0,34% ke level Rp16.906 per Dolar AS. Simak analisis pergerakan kurs terbaru di sini.
Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan Selasa di Jakarta bergerak menguat 63 poin atau 0,37% menjadi Rp16.886 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah pada perdagangan Rabu, 4 Maret 2026, dibuka melemah 58 poin atau 0,34% menjadi Rp16.930 per dolar AS dari penutupan sebelumnya yang tercatat Rp16.872 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan Rabu tercatat melemah 19 poin atau sekitar 0,11% ke level Rp16.848 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini, Rabu 25 Februari 2026, dibuka melemah ke level Rp16.848. Ketidakpastian global menjadi pemicu utama.
Trump panik harga minyak melonjak akibat perang Iran-Israel. Washington berencana cabut sanksi negara penghasil minyak demi stabilkan pasar dan pasokan global.
G7 gelar rapat darurat saat harga minyak tembus US$120 per barel. Krisis Selat Hormuz ancam inflasi global dan picu rencana pelepasan cadangan minyak darurat IEA.
Ketua Parlemen Iran Qalibaf sindir salah kalkulasi Donald Trump terkait harga minyak dunia. Ia peringatkan produksi energi global terancam akibat agresi AS-Israel.
Bursa saham Australia dan AS anjlok tajam pagi ini setelah harga minyak dunia meroket melampaui US$100 per barel
Konflik Timur Tengah picu panic buying dan ancaman kelangkaan BBM di Thailand. Pemerintah pantau ketat pasokan seiring lonjakan harga di tingkat lokal.
Konflik yang semakin memanas antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat tidak hanya menjadi isu politik, tetapi telah memasuki ranah ekonomi global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved