Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

Kurs Rupiah Hari Ini 4 Maret 2026: Melemah Dekati Rp17.000

Andhika Prasetyo
04/3/2026 09:34
Kurs Rupiah Hari Ini 4 Maret 2026: Melemah Dekati Rp17.000
ilustrasi(Antara)

Nilai tukar rupiah pada perdagangan Rabu, 4 Maret 2026, dibuka melemah 58 poin atau 0,34% menjadi Rp16.930 per dolar AS dari penutupan sebelumnya yang tercatat Rp16.872 per dolar AS. Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan rupiah dipengaruhi oleh meningkatnya eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, Iran, serta Lebanon.

“Perang udara AS dan Israel terhadap Iran meluas dengan Israel menyerang Lebanon dan Iran membalas dengan serangan terhadap infrastruktur energi di negara-negara Teluk dan terhadap kapal tanker di Selat Hormuz,” ujar Ibrahim dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Konflik tersebut memicu kekhawatiran terhadap keamanan jalur distribusi energi global, khususnya di Selat Hormuz. Menurut Ibrahim, sejumlah kapal tanker dan kapal kontainer mulai menghindari jalur tersebut setelah perusahaan asuransi menghentikan perlindungan terhadap kapal yang melintas di wilayah tersebut. Akibatnya, tarif pengiriman minyak dan gas global dilaporkan mengalami lonjakan.

Kekhawatiran semakin meningkat setelah pejabat senior Korps Garda Revolusi Islam menyatakan Selat Hormuz ditutup dan memperingatkan bahwa Iran akan menembak kapal yang mencoba melintas.

“Sekitar 20% minyak dan gas dunia melewati Selat Hormuz,” kata Ibrahim.

Meski tekanan eksternal meningkat, data ekonomi domestik menunjukkan perkembangan yang relatif positif.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2026 mencatat surplus sebesar 0,95 miliar dolar AS. Surplus tersebut memperpanjang tren positif neraca perdagangan Indonesia yang telah berlangsung selama 69 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

“Neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus selama 69 bulan berturut-turut, terutama sejak Mei 2020. Surplus pada Januari 2026 ditopang oleh surplus pada komoditas nonmigas sebesar 3,22 miliar dolar AS,” ujar Ibrahim.

Kurs Referensi BI Juga Melemah

Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia melalui Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) juga menunjukkan pelemahan. Pada hari yang sama, JISDOR tercatat berada di level Rp16.870 per dolar AS, melemah dari posisi sebelumnya Rp16.848 per dolar AS.

Tekanan eksternal akibat konflik geopolitik diperkirakan masih akan mempengaruhi pergerakan rupiah dalam jangka pendek, terutama jika ketegangan di kawasan Timur Tengah terus meningkat. (Ant/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya