Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
NILAI tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah tipis pada perdagangan Selasa (3/3/2026). Sentimen geopolitik di Timur Tengah, khususnya ancaman penutupan Selat Hormuz oleh Iran, menjadi faktor utama yang menekan mata uang domestik di pasar spot.
Berdasarkan data pasar, rupiah melemah 4 poin atau 0,02 persen ke level 16.872 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di posisi 16.868 per dolar AS. Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga terkoreksi ke level Rp16.870 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.848 per dolar AS.
Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan bahwa pelemahan rupiah dipengaruhi oleh meluasnya konflik udara antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran serta Libanon.
"Perang udara AS dan Israel terhadap Iran meluas dengan Israel menyerang Libanon dan Iran membalas dengan serangan terhadap infrastruktur energi di negara-negara Teluk serta terhadap kapal tanker di Selat Hormuz," ungkap Ibrahim dalam keterangan tertulisnya.
Kekhawatiran tentang transit di jalur air tersebut meningkat pesat. Perusahaan asuransi dilaporkan telah membatalkan pertanggungan mereka untuk kapal tanker dan kontainer yang melewati wilayah konflik, yang memicu lonjakan biaya logistik global secara signifikan.
Di sisi lain, laporan data ekonomi dari domestik menunjukkan capaian yang tetap positif, sehingga mampu menahan tekanan pelemahan rupiah yang lebih dalam. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca dagang Indonesia pada Januari 2026 mengalami surplus sebesar 0,95 miliar dolar AS.
"Neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus selama 69 bulan berturut-turut, terutama sejak Mei 2020. Surplus pada Januari 2026 ditopang oleh surplus pada komoditi nonmigas sebesar US$3,22 miliar," jelas Ibrahim.
Meskipun fundamental ekonomi dalam negeri cukup kuat, pasar tetap mewaspadai perkembangan di Timur Tengah yang berpotensi memicu volatilitas harga energi dan tekanan lebih lanjut pada nilai tukar mata uang negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.
| Indikator Kurs | Nilai (3 Maret 2026) |
|---|---|
| Rupiah (Pasar Spot) | Rp16.872 |
| Kurs JISDOR BI | Rp16.870 |
| Surplus Neraca Dagang | US$0,95 Miliar |
Mata uang rupiah ditutup melemah ke 16.787 per dolar AS (27/2). Ketegangan Iran-AS dan tarif panel surya 104% jadi pemicu utama. Simak ulasan lengkapnya.
Kurs Rupiah hari ini menguat ke Rp16.759 per dolar AS. Simak analisis pemicu penguatan dari sisi minat obligasi pemerintah dan dampak kebijakan tarif AS.
Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan Rabu tercatat melemah 19 poin atau sekitar 0,11% ke level Rp16.848 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini, Rabu 25 Februari 2026, dibuka melemah ke level Rp16.848. Ketidakpastian global menjadi pemicu utama.
Nilai tukar rupiah melemah ke 16.829 per dolar AS pada 24 Februari 2026. Simak analisis penyebab tekanan eksternal dan proyeksi suku bunga The Fed di sini.
NILAI tukar rupiah ditutup melemah 81 poin atau 0,48 persen menjadi Rp16.868 per dolar AS, Senin (2/3). pelemahan rupiah dipicu perang di Timur Tengah.
Bank Indonesia (BI) menyatakan akan terus memantau dinamika pasar keuangan secara cermat dan merespons secara tepat guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah konflik Timur Tengah.
Mata uang rupiah ditutup melemah ke 16.787 per dolar AS (27/2). Ketegangan Iran-AS dan tarif panel surya 104% jadi pemicu utama. Simak ulasan lengkapnya.
Kurs Rupiah hari ini menguat ke Rp16.759 per dolar AS. Simak analisis pemicu penguatan dari sisi minat obligasi pemerintah dan dampak kebijakan tarif AS.
Nilai tukar rupiah melemah ke 16.829 per dolar AS pada 24 Februari 2026. Simak analisis penyebab tekanan eksternal dan proyeksi suku bunga The Fed di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved