Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
NILAI tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah tipis pada perdagangan Selasa (3/3/2026). Sentimen geopolitik di Timur Tengah, khususnya ancaman penutupan Selat Hormuz oleh Iran, menjadi faktor utama yang menekan mata uang domestik di pasar spot.
Berdasarkan data pasar, rupiah melemah 4 poin atau 0,02 persen ke level 16.872 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di posisi 16.868 per dolar AS. Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga terkoreksi ke level Rp16.870 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.848 per dolar AS.
Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan bahwa pelemahan rupiah dipengaruhi oleh meluasnya konflik udara antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran serta Libanon.
"Perang udara AS dan Israel terhadap Iran meluas dengan Israel menyerang Libanon dan Iran membalas dengan serangan terhadap infrastruktur energi di negara-negara Teluk serta terhadap kapal tanker di Selat Hormuz," ungkap Ibrahim dalam keterangan tertulisnya.
Kekhawatiran tentang transit di jalur air tersebut meningkat pesat. Perusahaan asuransi dilaporkan telah membatalkan pertanggungan mereka untuk kapal tanker dan kontainer yang melewati wilayah konflik, yang memicu lonjakan biaya logistik global secara signifikan.
Di sisi lain, laporan data ekonomi dari domestik menunjukkan capaian yang tetap positif, sehingga mampu menahan tekanan pelemahan rupiah yang lebih dalam. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca dagang Indonesia pada Januari 2026 mengalami surplus sebesar 0,95 miliar dolar AS.
"Neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus selama 69 bulan berturut-turut, terutama sejak Mei 2020. Surplus pada Januari 2026 ditopang oleh surplus pada komoditi nonmigas sebesar US$3,22 miliar," jelas Ibrahim.
Meskipun fundamental ekonomi dalam negeri cukup kuat, pasar tetap mewaspadai perkembangan di Timur Tengah yang berpotensi memicu volatilitas harga energi dan tekanan lebih lanjut pada nilai tukar mata uang negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.
| Indikator Kurs | Nilai (3 Maret 2026) |
|---|---|
| Rupiah (Pasar Spot) | Rp16.872 |
| Kurs JISDOR BI | Rp16.870 |
| Surplus Neraca Dagang | US$0,95 Miliar |
Nilai tukar rupiah ditutup stagnan Rp16.997 per dolar AS hari ini (17/3). Cek hasil RDG Bank Indonesia terkait BI-Rate dan dampak pernyataan dovish Gubernur BI.
Kurs rupiah ditutup melemah ke 16.997 per dolar AS pada Senin (16/3/2026). Simak analisis penyebab pelemahan terkait geopolitik dan inflasi AS di sini.
Nilai tukar rupiah melemah ke level 16.893 per dolar AS. Lonjakan harga minyak akibat blokade Selat Hormuz oleh Iran jadi pemicu utama. Simak analisisnya.
Kurs rupiah hari ini (10/3/2026) menguat ke 16.863 per dolar AS. Cek analisis dampak pernyataan Donald Trump soal konflik Iran terhadap nilai tukar.
Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan Selasa di Jakarta bergerak menguat 63 poin atau 0,37% menjadi Rp16.886 per dolar AS.
Ekonomi Indonesia waspada! Rupiah berisiko tembus 17.000 per dolar AS akibat konflik Iran-Israel dan harga minyak dunia yang melonjak. Simak analisis ekonom.
Dia menerangkan bahwa perang antara AS dengan Iran telah mengurangi pasokan minyak global sebesar 11 juta barel per hari.
Gejolak pasar kerap memicu kepanikan, terutama ketika grafik keuangan bergerak tajam ke bawah.
Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS diprediksi fluktuatif di kisaran Rp16.850-Rp16.950 pada 26 Maret 2026. Simak analisis dan harga emas terbaru.
Rupiah dibuka melemah ke level Rp16.920 per dolar AS pada Rabu (25/3/2026). Simak analisis penyebab dan perbandingan kurs jual di BCA, BNI, dan BRI.
Nilai tukar mata uang Rupiah hari ini 20 Maret 2026 bergerak di zona merah, mendekati level psikologis Rp17.000 per dolar AS akibat tekanan global.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini 19 Maret 2026 bergerak fluktuatif di level Rp16.900-an. Cek juga harga emas Antam yang menguat hari ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved