Headline

Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.

Kurs Rupiah Hari ini Melemah 4 Poin akibat Konflik Iran-AS

Media Indonesia
03/3/2026 17:12
Kurs Rupiah Hari ini Melemah 4 Poin akibat Konflik Iran-AS
Petugas melayani penukaran uang rupiah pecahan kecil pada mobil kas keliling Bank Indonesia di pelataran Tugu Religi, Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (25/2/2026).(Antara/Andry Denisah)

NILAI tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah tipis pada perdagangan Selasa (3/3/2026). Sentimen geopolitik di Timur Tengah, khususnya ancaman penutupan Selat Hormuz oleh Iran, menjadi faktor utama yang menekan mata uang domestik di pasar spot.

Berdasarkan data pasar, rupiah melemah 4 poin atau 0,02 persen ke level 16.872 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di posisi 16.868 per dolar AS. Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga terkoreksi ke level Rp16.870 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.848 per dolar AS.

Eskalasi Konflik Iran-AS dan Ancaman Jalur Energi

Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan bahwa pelemahan rupiah dipengaruhi oleh meluasnya konflik udara antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran serta Libanon.

"Perang udara AS dan Israel terhadap Iran meluas dengan Israel menyerang Libanon dan Iran membalas dengan serangan terhadap infrastruktur energi di negara-negara Teluk serta terhadap kapal tanker di Selat Hormuz," ungkap Ibrahim dalam keterangan tertulisnya.

Fakta Selat Hormuz:
  • Sekitar 20% pasokan minyak dan gas dunia melewati jalur ini.
  • Pejabat senior Garda Revolusi Iran mengancam akan menembak kapal yang mencoba melintas.
  • Tarif pengiriman energi global melonjak akibat pembatalan asuransi kapal kontainer.

Kekhawatiran tentang transit di jalur air tersebut meningkat pesat. Perusahaan asuransi dilaporkan telah membatalkan pertanggungan mereka untuk kapal tanker dan kontainer yang melewati wilayah konflik, yang memicu lonjakan biaya logistik global secara signifikan.

Surplus Neraca Dagang Jadi Penopang Rupiah

Di sisi lain, laporan data ekonomi dari domestik menunjukkan capaian yang tetap positif, sehingga mampu menahan tekanan pelemahan rupiah yang lebih dalam. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca dagang Indonesia pada Januari 2026 mengalami surplus sebesar 0,95 miliar dolar AS.

"Neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus selama 69 bulan berturut-turut, terutama sejak Mei 2020. Surplus pada Januari 2026 ditopang oleh surplus pada komoditi nonmigas sebesar US$3,22 miliar," jelas Ibrahim.

Meskipun fundamental ekonomi dalam negeri cukup kuat, pasar tetap mewaspadai perkembangan di Timur Tengah yang berpotensi memicu volatilitas harga energi dan tekanan lebih lanjut pada nilai tukar mata uang negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

Indikator Kurs Nilai (3 Maret 2026)
Rupiah (Pasar Spot) Rp16.872
Kurs JISDOR BI Rp16.870
Surplus Neraca Dagang US$0,95 Miliar

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya