Headline

Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.

Rupiah Melemah 27 Poin, Suku Bunga Fed Jadi Pemicu

Media Indonesia
24/2/2026 17:21
Rupiah Melemah 27 Poin, Suku Bunga Fed Jadi Pemicu
Petugas menghitung uang rupiah di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta, Senin (27/10/2025).(Antara/Muhammad Adimaja)

NILAI tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan Selasa (24/2/2026). Tekanan eksternal terkait kebijakan moneter AS menjadi faktor dominan yang memicu depresiasi mata uang domestik.

Mengutip data perdagangan, mata uang rupiah ditutup terkoreksi 27 poin atau 0,16 persen ke level 16.829 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di posisi 16.802 per dolar AS.

Penyebab Rupiah Melemah Hari Ini

Research and Development Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX), Taufan Dimas Hareva, mengungkapkan bahwa pelemahan rupiah berbanding lurus dengan ekspektasi pasar terhadap suku bunga AS yang diprediksi akan bertahan tinggi dalam jangka waktu lebih lama.

Berdasarkan laporan CME FedWatch Tool, probabilitas Federal Reserve (The Fed) untuk mempertahankan suku bunga tetap stabil pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) Maret 2026 kini meningkat menjadi 94 persen, naik tajam dari angka sebelumnya yang berada di kisaran 80 persen.

“Pelemahan rupiah mencerminkan tekanan eksternal yang masih dominan di pasar keuangan. Penguatan dolar AS terjadi seiring ekspektasi suku bunga Amerika Serikat yang bertahan tinggi lebih lama,” ujar Taufan di Jakarta, Selasa (24/2).

Data Ekonomi AS Perkuat Posisi Dolar

Selain sentimen suku bunga, solidnya data ekonomi Amerika Serikat turut memicu aliran modal keluar dari pasar negara berkembang (capital outflow). Beberapa indikator ekonomi AS yang menunjukkan penguatan antara lain:

  • Dallas Fed Manufacturing: Meningkat ke angka 0,2 dari sebelumnya -1,2.
  • Chicago National Index: Mencapai 0,18 poin, lebih tinggi dari sebelumnya -0,21.

Kondisi ini mendorong investor global untuk beralih ke aset aman (safe haven) berbasis dolar dan meningkatkan sikap risk aversion terhadap mata uang emerging markets.

Sentimen Domestik dan Kurs JISDOR

Dari dalam negeri, fluktuasi rupiah juga dipengaruhi oleh faktor teknikal seperti permintaan valuta asing untuk kebutuhan impor serta pembayaran kewajiban luar negeri. Meski demikian, Taufan menyebut fundamental makroekonomi Indonesia, termasuk pertumbuhan ekonomi dan inflasi, sebenarnya masih dalam kondisi terjaga.

Info Kurs JISDOR:
Data Bank Indonesia menunjukkan Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) pada Selasa (24/2) juga melemah ke level 16.830 per dolar AS, dibandingkan hari sebelumnya di level 16.818 per dolar AS.

Otoritas moneter diprediksi akan terus melakukan langkah stabilisasi untuk menjaga nilai tukar tetap sesuai dengan nilai fundamentalnya di tengah dinamika arus modal asing di pasar obligasi dan saham yang masih volatil. (Ant/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya