Headline
Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.
Kumpulan Berita DPR RI
NILAI tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan Selasa (24/2/2026). Tekanan eksternal terkait kebijakan moneter AS menjadi faktor dominan yang memicu depresiasi mata uang domestik.
Mengutip data perdagangan, mata uang rupiah ditutup terkoreksi 27 poin atau 0,16 persen ke level 16.829 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di posisi 16.802 per dolar AS.
Research and Development Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX), Taufan Dimas Hareva, mengungkapkan bahwa pelemahan rupiah berbanding lurus dengan ekspektasi pasar terhadap suku bunga AS yang diprediksi akan bertahan tinggi dalam jangka waktu lebih lama.
Berdasarkan laporan CME FedWatch Tool, probabilitas Federal Reserve (The Fed) untuk mempertahankan suku bunga tetap stabil pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) Maret 2026 kini meningkat menjadi 94 persen, naik tajam dari angka sebelumnya yang berada di kisaran 80 persen.
“Pelemahan rupiah mencerminkan tekanan eksternal yang masih dominan di pasar keuangan. Penguatan dolar AS terjadi seiring ekspektasi suku bunga Amerika Serikat yang bertahan tinggi lebih lama,” ujar Taufan di Jakarta, Selasa (24/2).
Selain sentimen suku bunga, solidnya data ekonomi Amerika Serikat turut memicu aliran modal keluar dari pasar negara berkembang (capital outflow). Beberapa indikator ekonomi AS yang menunjukkan penguatan antara lain:
Kondisi ini mendorong investor global untuk beralih ke aset aman (safe haven) berbasis dolar dan meningkatkan sikap risk aversion terhadap mata uang emerging markets.
Dari dalam negeri, fluktuasi rupiah juga dipengaruhi oleh faktor teknikal seperti permintaan valuta asing untuk kebutuhan impor serta pembayaran kewajiban luar negeri. Meski demikian, Taufan menyebut fundamental makroekonomi Indonesia, termasuk pertumbuhan ekonomi dan inflasi, sebenarnya masih dalam kondisi terjaga.
Otoritas moneter diprediksi akan terus melakukan langkah stabilisasi untuk menjaga nilai tukar tetap sesuai dengan nilai fundamentalnya di tengah dinamika arus modal asing di pasar obligasi dan saham yang masih volatil. (Ant/I-2)
Kurs rupiah ditutup melemah ke 16.997 per dolar AS pada Senin (16/3/2026). Simak analisis penyebab pelemahan terkait geopolitik dan inflasi AS di sini.
Hal itu karena asumsi nilai tukar dalam APBN berada di kisaran Rp16.500 per dolar AS, sementara saat ini rupiah mendekati Rp17.000 per dolar AS.
Kurs Rupiah terhadap Dolar AS hari ini 13 Maret 2026 diprediksi melemah di kisaran Rp16.850 - Rp16.950 akibat sentimen geopolitik Timur Tengah.
Nilai tukar rupiah melemah ke level 16.893 per dolar AS. Lonjakan harga minyak akibat blokade Selat Hormuz oleh Iran jadi pemicu utama. Simak analisisnya.
Nilai tukar Mata Uang Rupiah hari ini (12/3/2026) melemah 0,34% ke level Rp16.906 per Dolar AS. Simak analisis pergerakan kurs terbaru di sini.
Ia memaparkan depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sejak perang Israel-AS vs Iran tercatat sebesar 0,3%.
HARGA bitcoin kembali menunjukkan ketahanannya dengan menembus level US$117.000 setelah Federal Reserve Amerika Serikat memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin.
DIREKTUR Ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda menyatakan penurunan suku bunga the Fed, merupakan kebijakan yang ditunggu oleh pelaku usaha global.
IHSG dibuka menguat 21,09 poin atau 0,31% di level 6.899,14, sementara indeks LQ45 juga turut naik sebesar 2,84 poin atau 0,37% ke posisi 768,43.
BANK Indonesia memperkirakan Federal Reserve (The Fed) akan melonggarkan kebijakan moneternya secara bertahap dalam dua tahun mendatang.
Kami perkirakan FFR akan turun dua kali yaitu sekitar bulan September sekali dan di bulan Desember
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved