Headline

Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 25 Februari 2026: Melemah ke Rp16.848 per Dolar AS

Andhika Prasetyo
25/2/2026 09:26
Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 25 Februari 2026: Melemah ke Rp16.848 per Dolar AS
ilustrasi(Antara)

Nilai tukar rupiah hari ini, Rabu 25 Februari 2026, terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah. Berdasarkan data pasar spot, rupiah hari ini turun 18 poin atau sekitar 0,11% ke posisi Rp16.848 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp16.830 per dolar AS.

Tekanan terhadap rupiah dipicu oleh kombinasi faktor eksternal, terutama meningkatnya premi risiko global akibat ketegangan geopolitik dan sikap hawkish dari pejabat bank sentral AS, The Fed, yang memberikan sinyal penundaan pemangkasan suku bunga.

Daftar Kurs Dolar AS di Bank Besar (25 Februari 2026)

Berikut adalah perbandingan kurs dolar AS di beberapa bank utama pada Rabu pagi dalam Mata Uang Rupiah:

Bank Kurs Beli Kurs Jual
BCA (e-Rate) Rp16.787 Rp16.847
Mandiri (TT Counter) Rp16.650 Rp17.000
BNI (TT Counter) Rp16.635 Rp16.985
BRI (TT Counter) Rp16.710 Rp16.960

Faktor Pemicu Pelemahan Kurs Rupiah Hari Ini

Pelemahan Mata Uang Rupiah di tengah pekan ini disebabkan oleh beberapa sentimen kunci yang dicermati pasar:

  • Ketegangan Geopolitik: Konflik yang berlanjut di kancah internasional meningkatkan premi risiko, membuat investor cenderung beralih ke aset aman (safe haven) seperti dolar AS.
  • Sinyal Suku Bunga AS: Pejabat The Fed menegaskan sikap pro-suku bunga tinggi (hawkish) untuk menekan inflasi, yang memicu aliran modal keluar (capital outflow) dari pasar negara berkembang.
  • Defisit Anggaran: Dari sisi domestik, pelaku pasar juga mencermati rilis data defisit APBN yang dinilai memberikan tekanan tambahan pada stabilitas fiskal dan nilai tukar.

Prediksi dan Langkah Bank Indonesia

Bank Indonesia (BI) diprediksi akan terus meningkatkan intensitas stabilisasi nilai tukar melalui intervensi di pasar spot maupun Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF). Hal ini dilakukan untuk memastikan pergerakan rupiah tetap berada dalam batas fundamentalnya dan mendukung stabilitas ekonomi nasional di tengah gejolak global.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya