Headline

Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.

Rupiah Ditutup Melemah 24 Poin Tertekan Harga Minyak dan Konflik Iran-Israel

Media Indonesia
09/3/2026 17:29
Rupiah Ditutup Melemah 24 Poin Tertekan Harga Minyak dan Konflik Iran-Israel
Petugas melayani penukaran uang rupiah pecahan kecil pada mobil kas keliling Bank Indonesia di pelataran Tugu Religi, Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (25/2/2026).(Antara/Andry Denisah)

NILAI tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan Senin (9/3/2026) sore. Tekanan eksternal akibat lonjakan harga minyak dunia dan eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah menjadi faktor utama yang menekan mata uang Garuda.

RUPIAH ditutup melemah 24 poin ke level 16.949 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level 16.925 per dolar AS. Dalam transaksi harian, rupiah bahkan sempat mengalami tekanan hingga 70 poin.

Penyebab Rupiah Melemah: Harga Minyak dan Geopolitik

Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menyatakan bahwa pergerakan rupiah saat ini sangat dipengaruhi oleh sentimen global. Harga minyak dunia telah menyentuh kisaran US$92 per barel, level tertinggi sejak 2020.

Lonjakan ini dipicu oleh serangan udara Israel dan Amerika Serikat yang menargetkan fasilitas minyak Iran. Sebagai balasan, Teheran meluncurkan serangan rudal ke sejumlah fasilitas energi di kawasan tersebut. Selain itu, ancaman gangguan di Selat Hormuz, yang menyalurkan 20 persen pasokan minyak dunia, menambah kekhawatiran pasar.

"Apabila harga minyak terus meroket hingga mendekati atau bahkan melampaui 100 dolar AS per barel, dampaknya bakal fatal bagi fiskal nasional. Defisit APBN terhadap PDB bisa terdongkrak hingga mendekati 4 persen," ujar Ibrahim dalam keterangannya di Jakarta, Senin (9/3).

Ancaman Defisit APBN 2026

Kondisi harga minyak saat ini sudah jauh melampaui asumsi makro dalam APBN 2026 yang dipatok pada angka US$70 per barel. Ibrahim memperkirakan selisih harga ini berpotensi meningkatkan defisit anggaran negara hingga Rp6,8 triliun.

Di sisi lain, faktor suksesi kepemimpinan di Iran juga menjadi perhatian. Penunjukan Mojtaba Khamenei untuk menggantikan Ali Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi menandakan kelompok garis keras tetap memegang kendali di Teheran, sepekan setelah konflik dengan AS dan Israel memuncak.

Sentimen Asia: Inflasi indeks harga konsumen (CPI) China pada Februari tumbuh 1,3 persen secara tahunan. Meskipun lebih tinggi dari perkiraan, pasar masih mencermati keberlanjutan tren ini karena inflasi produsen masih menunjukkan kontraksi.

Rekomendasi Kebijakan Pemerintah

Guna menjaga stabilitas ekonomi domestik dari guncangan global, Ibrahim menyarankan pemerintah melakukan langkah-langkah strategis berikut:

  • Efisiensi Belanja: Memfokuskan anggaran hanya pada kebutuhan dasar rakyat seperti pendidikan, kesehatan, pangan, dan pengentasan kemiskinan.
  • Akselerasi Energi Terbarukan: Mempercepat program konversi energi ke PLTS, PLTA, dan tenaga angin untuk mengurangi konsumsi minyak diesel.
  • Deregulasi Ekonomi: Memangkas aturan yang menghambat dunia usaha dan melakukan debirokratisasi untuk memperkuat stimulus ekonomi.

Prediksi Kurs Rupiah Selasa, 10 Maret 2026

Untuk perdagangan Selasa besok, kurs rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif. Ibrahim memproyeksikan mata uang rupiah berpotensi ditutup melemah kembali pada kisaran 16.950 hingga 17.000 per dolar AS.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya