Headline

Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.

Rupiah Melemah 13 Poin Dipicu Risiko Perang Terbuka AS-Israel dan Iran

Media Indonesia
05/3/2026 18:00
Rupiah Melemah 13 Poin Dipicu Risiko Perang Terbuka AS-Israel dan Iran
Warga memperlihatkan uang rupiah hasil penukaran pada Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idul Fitri (Serambi) 2026 yang digelar Bank Indonesia (BI) di halaman Masjid Suada Mamuju, Sulawesi Barat, Kamis (19/2/2026).(Antara/Akbar Tado)

NILAI tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan Kamis (5/3/2026) sore. Tekanan terhadap mata uang Garuda dipicu oleh meningkatnya risiko perang terbuka di Timur Tengah serta sentimen negatif dari penurunan outlook rating utang Indonesia oleh Fitch Ratings.

Mengutip data pasar spot, rupiah melemah 13 poin atau 0,08 persen ke level 16.905 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di posisi 16.892 per dolar AS. Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia mencatat penguatan tipis ke level Rp16.886 per dolar AS.

Eskalasi Perang Iran dan Kematian Ali Khamenei

Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, menjelaskan bahwa pelemahan Rupiah hari ini sangat dipengaruhi oleh tren peningkatan indeks dolar yang mendekati level 100. Hal ini merupakan dampak langsung dari ketegangan militer antara AS-Israel dengan Republik Islam Iran.

Situasi di Teheran dilaporkan kian genting setelah konfirmasi gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei, dalam serangan udara. Sebagai balasan, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) meluncurkan gelombang rudal balistik ke fasilitas militer AS dan wilayah Israel, yang memicu kekhawatiran pasar akan gangguan pasokan energi global dan stabilitas ekonomi regional.

Update Harga Emas Antam 5 Maret 2026

Seiring meningkatnya risiko geopolitik, investor beralih ke aset safe haven. Harga emas Antam hari ini melonjak Rp4.000 menjadi Rp3.049.000 per gram. Lonjakan ini mencerminkan tingginya permintaan terhadap perlindungan nilai di tengah ketidakpastian perang.

Tekanan Rating Fitch dan Daya Tarik Obligasi

Dari sisi domestik, pasar keuangan Indonesia menghadapi tantangan tambahan setelah lembaga pemeringkat internasional, Fitch Ratings, menurunkan outlook rating Indonesia dari 'Stabil' menjadi 'Negatif'. Langkah ini mengikuti jejak Moody's yang sebelumnya juga menyatakan kekhawatiran atas ketidakpastian kebijakan fiskal di bawah pemerintahan saat ini.

Meski demikian, pelemahan Rupiah lebih dalam berhasil tertahan oleh minat investor terhadap Surat Berharga Negara (SBN). "Obligasi pemerintah masih menawarkan yield yang cukup menarik dan likuiditasnya masih tinggi," ujar Rully Nova.

Tercatat adanya penurunan yield pada berbagai tenor obligasi, yang menandakan adanya aksi beli dari pelaku pasar:

Tenor Obligasi Penurunan Yield (bps)
7 Tahun 4,4 bps
8 Tahun 4,1 bps
9 Tahun 3,1 bps
10 Tahun 2,1 bps

People Also Ask (FAQ)

Mengapa Rupiah melemah hari ini?

Rupiah melemah dipicu oleh pelarian modal ke aset aman (flight to quality) akibat risiko perang terbuka antara AS-Israel dan Iran, serta sentimen negatif dari penurunan outlook rating Indonesia oleh Fitch.

Berapa kurs Rupiah terhadap Dolar AS hari ini?

Berdasarkan penutupan pasar spot 5 Maret 2026, Rupiah berada di level Rp16.905 per dolar AS.

Apa dampak perang Iran bagi ekonomi Indonesia?

Perang dapat memicu kenaikan harga minyak mentah dunia, meningkatkan beban subsidi energi APBN, dan menekan nilai tukar Rupiah akibat penguatan indeks dolar AS.

Disclaimer: Pergerakan nilai tukar dan harga komoditas bersifat dinamis. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya