Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

Kurs Rupiah Melemah 20 Poin, Fitch Revisi Outlook Indonesia Negatif

Media Indonesia
04/3/2026 16:56
Kurs Rupiah Melemah 20 Poin, Fitch Revisi Outlook Indonesia Negatif
Seorang warga memperlihatkan uang pecahan rupiah baru ditukarkan pada mobil layanan Kas Keliling Bank Indonesia di Masjid At-Tin, Jakarta, Rabu (25/2/2026).(Antara/Asprilla Dwi Adha)

NILAI tukar rupiah pada penutupan perdagangan Rabu, 4 Maret 2026, tercatat mengalami pelemahan sebesar 20 poin atau 0,12 persen. Mata uang rupiah kini berada di level 16.892 per dolar AS, merosot dari posisi penutupan sebelumnya di angka 16.872 per dolar AS.

Kombinasi antara memanasnya situasi di Asia Barat dan sentimen negatif dari lembaga pemeringkat internasional menjadi faktor utama yang menekan posisi nilai tukar rupiah di pasar spot.

Data Kurs Rupiah 4 Maret 2026:
Penutupan Hari Ini 16.892 per dolar AS
Penutupan Sebelumnya 16.872 per dolar AS
Kurs JISDOR BI 16.911 per dolar AS

Konflik Asia Barat dan Ancaman Jalur Selat Hormuz

Analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi, menilai pelemahan ini dipengaruhi sikap pelaku pasar atas risiko pasokan di tengah konflik Asia Barat yang kian memanas.

Situasi terus memburuk ketika pasukan Israel dan AS melakukan serangan tambahan terhadap fasilitas yang terkait dengan Iran pada Selasa (3/3). Iran menanggapi dengan meningkatkan pengerahan militer di Teluk dan mengeluarkan peringatan kepada operator pelayaran global.

Iran juga menargetkan kapal tanker minyak yang melintasi Selat Hormuz, jalur air sempit yang menangani sekitar seperlima pengiriman minyak global. Ancaman terhadap jalur ekspor minyak mentah dari produsen utama seperti Arab Saudi, Irak, dan Uni Emirat Arab ini telah menyuntikkan premi risiko geopolitik yang signifikan ke dalam harga minyak dunia.

Irak sendiri dilaporkan mulai menghentikan produksi di ladang Rumaila, ladang terbesar di negara itu, dan di West Qurna 2, dengan total 1,2 juta barel per hari dihentikan produksinya.

Fitch Ratings Revisi Outlook Indonesia Jadi Negatif

Dari sisi domestik, lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings merevisi prospek (outlook) peringkat utang Indonesia dari stabil menjadi negatif. Meski demikian, peringkat kredit jangka panjang mata uang asing (Long-Term Foreign Currency Issuer Default Rating/IDR) tetap bertahan di level BBB.

Revisi outlook tersebut mencerminkan meningkatnya ketidakpastian kebijakan serta kekhawatiran terhadap konsistensi dan kredibilitas bauran kebijakan ekonomi Indonesia di tengah meningkatnya sentralisasi pengambilan keputusan. Kondisi itu dinilai dapat menekan prospek fiskal jangka menengah, melemahkan sentimen investor, serta memberi tekanan terhadap ketahanan eksternal.

Fitch memproyeksikan defisit fiskal Indonesia pada 2026 akan berada di kisaran 2,9 persen PDB, lebih tinggi dari target pemerintah sebesar 2,7 persen. Proyeksi tersebut dipengaruhi asumsi penerimaan negara yang lebih konservatif serta peningkatan belanja sosial, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Langkah Bank Indonesia Menjaga Stabilitas

Sementara itu, Bank Indonesia (BI) mengisyaratkan pemantauan ketat terhadap dampak inflasi dari kenaikan harga energi global guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Bank Indonesia tetap berada di pasar dengan melakukan intervensi melalui berbagai instrumen, antara lain:

  • Transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore.
  • Transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik.
  • Pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

Langkah-langkah intervensi ini diharapkan mampu meredam volatilitas rupiah di tengah tekanan ganda dari faktor geopolitik global dan evaluasi kelayakan kredit domestik. (Ant/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya