Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

BI Intervensi Pasar untuk Stabilkan Rupiah di Tengah Konflik Iran vs AS

Insi Nantika Jelita
04/3/2026 09:46
BI Intervensi Pasar untuk Stabilkan Rupiah di Tengah Konflik Iran vs AS
ilustrasi(Antara)

Di tengah meningkatnya ketegangan konflik Timur Tengah, Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Deputy Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti menyatakan bank sentral akan terus aktif intervensi di pasar guna meredam potensi gejolak yang timbul akibat meluasnya ketidakpastian akibat perang Iran vs AS.

"Intervensi yang tegas dan konsisten akan terus kami lakukan," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (4/3).

Intervensi yang dimaksud melalui berbagai instrumen, termasuk transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot, serta Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik. 

Berdasarkan data Bloomberg, per pukul 9:35 malam waktu EST pada 3 Maret 2026, kurs USD/IDR berada di level 16.918, naik sebesar 46 poin atau setara dengan 0,27% dibandingkan penutupan sebelumnya.

Selain itu, bank sentral juga melakukan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder untuk menambah dukungan terhadap stabilitas rupiah.

Destry mencatat hingga saat ini, pelemahan rupiah masih sejalan dengan tren regional, dengan nilai yang tercatat melemah 0,51% secara month-to-date, relatif positif dibandingkan mata uang kawasan lain. 

"Ini relatif lebih baik dibandingkan regional," kata Destry.

Kemudian, untuk cadangan devisa Indonesia juga dikatakan tetap terjaga di level US$154,6 miliar pada akhir Januari 2026, sementara arus masuk modal asing ke pasar keuangan domestik selama tahun 2026 telah mencapai Rp25,7 triliun. Hal tersebut menunjukkan kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi nasional. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya