Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

Memasuki Hari Keempat, Serangan Gabungan AS-Israel Lumpuhkan Komando dan Militer Iran

Thalatie K Yani
04/3/2026 09:45
Memasuki Hari Keempat, Serangan Gabungan AS-Israel Lumpuhkan Komando dan Militer Iran
Presiden Donald Trump klaim kekuatan militer dan kepemimpinan Iran telah "habis" setelah serangan udara gabungan menyasar kantor kepresidenan hingga fasilitas nuklir.(AFP)

ESKALASI konflik di Timur Tengah mencapai titik kritis memasuki hari keempat serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran. Presiden AS, Donald Trump, menyatakan kemampuan pertahanan udara, angkatan laut, hingga struktur kepemimpinan Teheran kini telah "lumpuh".

Militer Israel (IDF) mengonfirmasi telah menghantam target-target strategis di Teheran, termasuk kantor kepresidenan dan kompleks Dewan Keamanan Nasional Agung. IDF mengeklaim serangan ini bertujuan merusak kontinuitas fungsional sistem komando dan kendali rezim. Selain itu, sebuah fasilitas nuklir rahasia di pinggiran ibu kota yang diduga digunakan untuk pengembangan senjata juga menjadi sasaran bom.

"Dampak yang kami berikan sangat kuat. Hampir semua yang mereka miliki kini telah dilumpuhkan," ujar Presiden Trump di Gedung Putih, Selasa. Ia menambahkan bahwa kepemimpinan baru Iran kembali menjadi target serangan setelah mengeklaim 49 pemimpin sebelumnya telah tewas pada hari pertama serangan.

Kerusakan Masif dan Fasilitas Nuklir Natanz

Citra satelit dari Vantor menunjukkan kerusakan ekstensif pada pusat-pusat politik dan militer penting di Iran, mulai dari kompleks kehakiman hingga markas besar Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Di kota suci Qom, kantor Majelis Pakar, lembaga yang bertugas memilih pemimpin tertinggi, juga dilaporkan hancur total.

Badan Energi Atom Internasional (IAEA) turut mengonfirmasi adanya kerusakan pada bangunan akses di Pembangkit Pengayaan Bahan Bakar Natanz. Meski demikian, pihak Iran melalui Organisasi Energi Atom (AEOI) memastikan tidak ada kebocoran material radioaktif akibat serangan tersebut.

Dampak Kemanusiaan dan Balasan Iran

Konflik ini telah menelan korban jiwa yang sangat besar. Bulan Sabit Merah Iran melaporkan sedikitnya 787 orang tewas dalam empat hari terakhir. Sementara itu, lembaga hak asasi manusia HRNA mencatat angka kematian mencapai 742 warga sipil, termasuk 176 anak-anak. Salah satu insiden yang memicu kecaman adalah serangan terhadap sekolah Shajare Tayyebeh yang menewaskan 165 siswi dan staf, meski IDF membantah terlibat dalam serangan di area tersebut.

Iran merespons dengan meluncurkan ratusan rudal dan drone ke arah Israel serta negara-negara Teluk yang menampung pangkalan militer AS. Serangan balasan ini menyebabkan jatuhnya korban jiwa di Kuwait, Uni Emirat Arab, dan Bahrain.

Selat Hormuz Ditutup dan Ancaman Global

Situasi kian mencekam setelah Iran menyatakan penutupan Selat Hormuz, jalur vital bagi 20% pasokan minyak dan gas global. "Kami akan membakar kapal apa pun yang mencoba melintas," tegas Brigjen Ebrahim Jabbari dari IRGC.

Menanggapi ancaman ini, Perdana Menteri Inggris Sir Keir Starmer dan Presiden Prancis Emmanuel Macron telah mengerahkan armada angkatan laut ke Mediterania Timur untuk memperkuat pertahanan regional dan melindungi wilayah sekutu dari serangan drone lebih lanjut. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya