Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
ESKALASI konflik di Timur Tengah mencapai titik kritis memasuki hari keempat serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran. Presiden AS, Donald Trump, menyatakan kemampuan pertahanan udara, angkatan laut, hingga struktur kepemimpinan Teheran kini telah "lumpuh".
Militer Israel (IDF) mengonfirmasi telah menghantam target-target strategis di Teheran, termasuk kantor kepresidenan dan kompleks Dewan Keamanan Nasional Agung. IDF mengeklaim serangan ini bertujuan merusak kontinuitas fungsional sistem komando dan kendali rezim. Selain itu, sebuah fasilitas nuklir rahasia di pinggiran ibu kota yang diduga digunakan untuk pengembangan senjata juga menjadi sasaran bom.
"Dampak yang kami berikan sangat kuat. Hampir semua yang mereka miliki kini telah dilumpuhkan," ujar Presiden Trump di Gedung Putih, Selasa. Ia menambahkan bahwa kepemimpinan baru Iran kembali menjadi target serangan setelah mengeklaim 49 pemimpin sebelumnya telah tewas pada hari pertama serangan.
Citra satelit dari Vantor menunjukkan kerusakan ekstensif pada pusat-pusat politik dan militer penting di Iran, mulai dari kompleks kehakiman hingga markas besar Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Di kota suci Qom, kantor Majelis Pakar, lembaga yang bertugas memilih pemimpin tertinggi, juga dilaporkan hancur total.
Badan Energi Atom Internasional (IAEA) turut mengonfirmasi adanya kerusakan pada bangunan akses di Pembangkit Pengayaan Bahan Bakar Natanz. Meski demikian, pihak Iran melalui Organisasi Energi Atom (AEOI) memastikan tidak ada kebocoran material radioaktif akibat serangan tersebut.
Konflik ini telah menelan korban jiwa yang sangat besar. Bulan Sabit Merah Iran melaporkan sedikitnya 787 orang tewas dalam empat hari terakhir. Sementara itu, lembaga hak asasi manusia HRNA mencatat angka kematian mencapai 742 warga sipil, termasuk 176 anak-anak. Salah satu insiden yang memicu kecaman adalah serangan terhadap sekolah Shajare Tayyebeh yang menewaskan 165 siswi dan staf, meski IDF membantah terlibat dalam serangan di area tersebut.
Iran merespons dengan meluncurkan ratusan rudal dan drone ke arah Israel serta negara-negara Teluk yang menampung pangkalan militer AS. Serangan balasan ini menyebabkan jatuhnya korban jiwa di Kuwait, Uni Emirat Arab, dan Bahrain.
Situasi kian mencekam setelah Iran menyatakan penutupan Selat Hormuz, jalur vital bagi 20% pasokan minyak dan gas global. "Kami akan membakar kapal apa pun yang mencoba melintas," tegas Brigjen Ebrahim Jabbari dari IRGC.
Menanggapi ancaman ini, Perdana Menteri Inggris Sir Keir Starmer dan Presiden Prancis Emmanuel Macron telah mengerahkan armada angkatan laut ke Mediterania Timur untuk memperkuat pertahanan regional dan melindungi wilayah sekutu dari serangan drone lebih lanjut. (BBC/Z-2)
Ia merujuk pada petugas Administrasi Keamanan Transportasi (TSA) yang bertanggung jawab atas keamanan bandara.
Warga AS kini mengurangi belanja makanan untuk menutupi biaya bahan bakar yang melonjak tajam setelah Selat Hormuz diblokade oleh Iran.
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Iran sebenarnya ingin bernegosiasi, meskipun tidak berani mengakuinya secara terbuka
Presiden AS Donald Trump resmi umumkan jadwal kunjungan ke Tiongkok untuk bertemu Xi Jinping. Kunjungan pertama dalam 10 tahun ini sempat tertunda akibat krisis Selat Hormuz.
Penasihat kebijakan luar negeri Trump menyebut AS tidak berkepentingan memperpanjang konflik dengan Iran lebih dari tiga bulan.
Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyampaikan Iran agar segera menerima kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang terus memanas di Timur Tengah.
Iran menanggapi serangan brutal itu dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Surat Megawati kepada Mojtaba Khamenei itu diserahkan kepada Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi.
Apa itu gelar Ayatollah? Pelajari makna "Tanda Tuhan", syarat menjadi mujtahid, hingga peran politiknya dalam sistem kepemimpinan Iran.
Bedah tuntas mekanisme Majelis Ahli Iran dalam menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi ke-3 di tengah krisis global Maret 2026.
Profil lengkap Mojtaba Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran ke-3 yang terpilih pada 8 Maret 2026. Simak rekam jejak, pengaruh militer, dan tantangannya.
Kupas tuntas Operasi Epic Fury 2026: Serangan besar AS-Israel ke Iran, teknologi drone LUCAS, hingga dampak tewasnya pemimpin tertinggi Khamenei.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved