Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
PRANCIS menyatakan kesiapannya untuk mempertahankan negara-negara Teluk dan Yordania dari ancaman Iran seiring dengan meluasnya konflik di Timur Tengah.
Penegasan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot menyusul serangkaian serangan rudal dan pesawat nirawak yang diluncurkan Teheran ke beberapa negara tetangganya.
Eskalasi itu dipicu oleh serangan rudal Amerika Serikat (AS) dan Israel yang menewaskan pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei pada Sabtu lalu. Sebagai balasan, Iran menargetkan pangkalan-pangkalan militer AS di kawasan Teluk.
Ledakan dilaporkan terdengar di Dubai, Doha, dan Manama pada Senin. Militer Iran mengeklaim telah menembakkan 15 rudal jelajah ke pangkalan udara AS di Kuwait dan kapal-kapal di Samudra Hindia.
Menanggapi situasi tersebut, Barrot menegaskan solidaritas penuh Prancis terhadap negara-negara yang terseret ke dalam konflik. Ia menyebut Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Irak, Bahrain, Kuwait, Oman, dan Yordania sebagai sekutu yang harus didukung.
"Kepada negara-negara sekutu yang telah sengaja menjadi sasaran rudal dan drone dari Garda Revolusi (Iran) dan terseret ke dalam perang yang tidak mereka pilih, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Irak, Bahrain, Kuwait, Oman, dan Yordania, Prancis menyatakan dukungan penuh dan solidaritas yang utuh. Prancis siap untuk ambil bagian dalam pertahanan mereka," ujar Barrot dikutip dari France24.
Langkah Prancis itu sejalan dengan pernyataan bersama yang dirilis bersama Jerman dan Inggris. Ketiga negara Eropa tersebut berkomitmen melindungi kepentingan mereka serta para sekutu di kawasan Teluk, termasuk kemungkinan melakukan tindakan defensif untuk melumpuhkan sumber serangan Iran.
"Serangan sembrono Iran telah menargetkan sekutu dekat kami dan mengancam personel dinas serta warga sipil kami di seluruh kawasan. Kami akan mengambil langkah-langkah untuk membela kepentingan kami dan kepentingan sekutu kami di kawasan, yang berpotensi melalui tindakan defensif yang diperlukan dan proporsional untuk menghancurkan kemampuan Iran dalam menembakkan rudal dan drone pada sumbernya," tegas pernyataan bersama tersebut.
Di sisi lain, Barrot juga menyoroti tindakan sepihak yang dilakukan oleh Israel dan AS. Menurutnya, serangan terhadap Iran seharusnya melalui proses debat di lembaga internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) demi mendapatkan legitimasi.
"Setiap orang seharusnya bisa mengambil tanggung jawab mereka, karena hanya dengan menghadap ke Dewan Keamanan (PBB) penggunaan kekuatan dapat memperoleh legitimasi yang diperlukan," kata Barrot di Paris.
Terkait upaya deeskalasi, Barrot mengungkapkan bahwa Presiden Prancis Emmanuel Macron telah berkomunikasi dengan Presiden Irak Abdul Latif Rashid. Dalam pembicaraan tersebut, Macron menyampaikan dukungannya terhadap upaya Irak dalam menghindari perluasan konflik.
Mengenai keselamatan warga negara, Barrot memastikan hingga saat ini belum ada laporan mengenai korban dari pihak Prancis. Pemerintah Prancis tengah mempersiapkan proses pemulangan bagi sekitar 400.000 warga negaranya yang menetap atau sedang mengunjungi kawasan Teluk segera setelah situasi memungkinkan. (I-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved