Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

Trump Perintahkan US Navy Kawal Tanker Minyak di Selat Hormuz

Thalatie K Yani
04/3/2026 04:47
Trump Perintahkan US Navy Kawal Tanker Minyak di Selat Hormuz
Presiden Donald Trump instruksikan pengawalan militer dan jaminan asuransi pelayaran di Selat Hormuz demi menjaga pasokan energi dunia tetap stabil.(White House)

PRESIDEN Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan langkah tegas untuk menjaga keamanan jalur perdagangan laut di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran. Melalui platform Truth Social, Trump menyatakan kesiapan Angkatan Laut AS (US Navy) untuk memberikan pengawalan bagi kapal-kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz.

Langkah ini diambil menyusul tindakan Iran yang menutup Selat Hormuz pada Senin malam. Teheran bahkan mengancam akan menyerang kapal apa pun yang mencoba melintas, sebuah ancaman yang langsung memicu lonjakan harga minyak mentah di pasar global.

Jaminan Keamanan dan Finansial

Selain pengerahan militer, Presiden Trump juga telah menginstruksikan United States Development Finance Corporation untuk menyediakan asuransi dan jaminan keamanan finansial bagi seluruh perdagangan maritim di wilayah Teluk, termasuk kapal tanker minyak.

"Jika perlu, Angkatan Laut Amerika Serikat akan mulai mengawal tanker melalui Selat Hormuz, sesegera mungkin. Apa pun yang terjadi, Amerika Serikat akan memastikan ALIRAN ENERGI GRATIS (BEBAS) ke DUNIA," tulis Trump dalam unggahannya.

Dampak Terhadap Ekonomi Global

Penutupan Selat Hormuz menjadi ancaman serius bagi stabilitas ekonomi dunia. Secara statistik, sekitar 15% pasokan minyak dunia dan 20% gas alam cair (LNG) global melewati jalur sempit ini setiap harinya. Gangguan berkepanjangan pada lalu lintas pelayaran di wilayah tersebut dikhawatirkan akan menimbulkan krisis energi yang meluas.

Trump menegaskan AS berkomitmen penuh untuk memastikan kelancaran distribusi komoditas energi tersebut meskipun situasi di kawasan sedang memanas. "Jika perlu, Angkatan Laut AS akan mulai mengawal kapal tanker melalui Selat Hormuz sesegera mungkin," tegasnya kembali.

Hingga saat ini, Departemen Pertahanan AS dilaporkan tengah mematangkan rencana operasional untuk pengawalan tersebut guna mengantisipasi eskalasi lebih lanjut di perairan Teluk. (The Guardian/AFP/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya