Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri berpotensi mengalami kenaikan apabila konflik di Timur Tengah terus berlanjut. Potensi tersebut muncul setelah harga minyak dunia melonjak sekitar 10% menyusul penutupan Selat Hormuz oleh Iran. Saat ini, harga minyak mentah global telah menyentuh level US$80 per barel.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menilai gejolak yang terjadi di Iran dan kawasan sekitarnya akan berdampak langsung terhadap rantai pasok minyak dunia. Menurutnya, perkembangan situasi perang akan sangat menentukan arah kebijakan ke depan.
“Kita lihat berapa jauh perangnya dan berapa harga BBM,” ujarnya di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (3/3).
Airlangga menjelaskan, langkah antisipasi pemerintah sangat bergantung pada durasi dan eskalasi konflik. Ia mencontohkan, dampaknya tentu berbeda antara perang yang berlangsung singkat dengan konflik berkepanjangan seperti yang terjadi di Ukraina.
Terkait pasokan impor di tengah krisis, ia memastikan pemerintah telah melakukan langkah antisipatif. Nota kesepahaman (MoU) antara Pertamina dan sejumlah perusahaan, kata dia, dapat menjadi solusi untuk menjaga ketersediaan pasokan.
"Kan sudah ada MoU Pertamina dengan beberapa perusahaan dan itu tentu bisa ditutup (pemenuhan untuk stok BBM)," kata Airlangga.
Menjawab pertanyaan mengenai optimisme kondisi dalam negeri, Airlangga menegaskan bahwa pasokan energi Indonesia tetap dalam posisi aman.
“Kita tetap aman,” katanya.
Sementara itu, terkait kemungkinan pemberian insentif khusus untuk mengantisipasi dampak geopolitik, ia menyebut pemerintah masih terus memantau perkembangan situasi.
"Kita lihat aja. Tentu kan ini perang baru beberapa hari, kita monitor berapa lama,” pungkasnya. (E-4)
Konflik yang semakin memanas antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat tidak hanya menjadi isu politik, tetapi telah memasuki ranah ekonomi global.
Salah satu dampak utama adalah lonjakan biaya pengiriman dan logistik akibat penutupan Selat Hormuz oleh Pemerintah Iran.
KETEGANGAN geopolitik di Timur Tengah, khususnya konflik antara Israel dan Iran serta potensi penutupan Selat Hormuz, menjadi perhatian serius pemerintah Indonesia.
eskalasi konflik antara Israel dan Iran berujung pada potensi penutupan Selat Hormuz. Hal ini memicu lonjakan biaya logistik secara signifikan.
Mengutip laporan dari Deutsche Bank harga minyak mentah dunia bahkan diproyeksikan bisa melonjak hingga US$120 per barel.
Selat Hormuz adalah jalur minyak paling strategis di dunia. Ketahui siapa yang mengendalikannya dan dampak fatal jika jalur ini benar-benar ditutup.
IRAN dilaporkan menutup Selat Hormuz, jalur vital pasokan minyak. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan dampak Selat Hormuz ditutup terhadap warga DKI Jakarta
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved