Headline

Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.

Iran Tutup Selat Hormuz, Pemerintah Waspadai Dampak ke Harga BBM

Insi Nantika Jelita
03/3/2026 14:16
Iran Tutup Selat Hormuz, Pemerintah Waspadai Dampak ke Harga BBM
Foto udara sebuah kapal tanker melakukan bongkar muat BBM di Terminal BBM Kendari, Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (24/12/2021).(Antara)

HARGA bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri berpotensi mengalami kenaikan apabila konflik di Timur Tengah terus berlanjut. Potensi tersebut muncul setelah harga minyak dunia melonjak sekitar 10% menyusul penutupan Selat Hormuz oleh Iran. Saat ini, harga minyak mentah global telah menyentuh level US$80 per barel.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menilai gejolak yang terjadi di Iran dan kawasan sekitarnya akan berdampak langsung terhadap rantai pasok minyak dunia. Menurutnya, perkembangan situasi perang akan sangat menentukan arah kebijakan ke depan.

“Kita lihat berapa jauh perangnya dan berapa harga BBM,” ujarnya di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (3/3).

Airlangga menjelaskan, langkah antisipasi pemerintah sangat bergantung pada durasi dan eskalasi konflik. Ia mencontohkan, dampaknya tentu berbeda antara perang yang berlangsung singkat dengan konflik berkepanjangan seperti yang terjadi di Ukraina.

Terkait pasokan impor di tengah krisis, ia memastikan pemerintah telah melakukan langkah antisipatif. Nota kesepahaman (MoU) antara Pertamina dan sejumlah perusahaan, kata dia, dapat menjadi solusi untuk menjaga ketersediaan pasokan.

"Kan sudah ada MoU Pertamina dengan beberapa perusahaan dan itu tentu bisa ditutup (pemenuhan untuk stok BBM)," kata Airlangga.

Menjawab pertanyaan mengenai optimisme kondisi dalam negeri, Airlangga menegaskan bahwa pasokan energi Indonesia tetap dalam posisi aman. 

“Kita tetap aman,” katanya.

Sementara itu, terkait kemungkinan pemberian insentif khusus untuk mengantisipasi dampak geopolitik, ia menyebut pemerintah masih terus memantau perkembangan situasi. 

"Kita lihat aja. Tentu kan ini perang baru beberapa hari, kita monitor berapa lama,” pungkasnya. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya